Akurat

Gibran: Santri Harus Kuasai AI dan Robotika untuk Hadapi Era Digital

Ahada Ramadhana | 21 Januari 2026, 17:12 WIB
Gibran: Santri Harus Kuasai AI dan Robotika untuk Hadapi Era Digital

AKURAT.CO Pesantren tak lagi identik dengan metode belajar tradisional.

Di Pondok Pesantren Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, para santri dari berbagai jenjang pendidikan memamerkan karya inovatif berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan robotika di hadapan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, Selasa (20/1/2026).

Kunjungan Wapres ke pesantren bersejarah yang berdiri sejak 1931 itu menjadi ajang pembuktian bahwa pesantren mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi modern tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Setibanya di lokasi, Wapres terlebih dahulu bersilaturahmi di kediaman Kiai Deni Ramdani Sagara.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Selanjutnya, Wapres menuju aula pesantren untuk menyaksikan presentasi karya santri di bidang AI dan robotika yang merupakan hasil pelatihan intensif bersama mitra strategis pesantren.

Dalam sesi AI, presentasi disampaikan oleh Hasan Basri, mahasiswa Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung; Mohamad Fahri Fadil Kurnia, siswa SMAI Cipasung; serta Anggi Rustandi, santri Pondok Pesantren Cipasung.

Mereka memaparkan pemanfaatan AI untuk mendukung pembelajaran, riset, dan pengembangan kreativitas pelajar.

Baca Juga: Dasco Tegaskan Tak Ada Intervensi Prabowo dalam Pencalonan Thomas Djiwandono di BI

Hasan Basri menyampaikan bahwa AI membuka ruang luas bagi santri untuk berinovasi.

“Kami sebagai mahasiswa punya banyak ide dan kreativitas. Dengan AI, potensi itu bisa lebih terfasilitasi. Ke depan, kami berharap sarana pembelajaran AI semakin merata agar semua mahasiswa bisa belajar optimal,” ujarnya.

Sementara itu, di bidang robotika, presentasi disampaikan oleh Asep Muhammad Muchsin, santri tingkat MAN, serta Safa Firli Vinicia, santri tingkat MTs. Mereka menampilkan hasil pembelajaran robotika yang melatih logika, keberanian mencoba, serta kerja tim.

“Pelatihan ini membuat kami lebih percaya diri belajar teknologi dan berani berinovasi,” kata Safa.

Pelatihan AI dilaksanakan bekerja sama dengan Microsoft secara hybrid pada 13–14 Januari 2026, sementara pelatihan robotika digelar bersama Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) pada 16–19 Januari 2026.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan salat Asar berjemaah bersama KH. Ubaidillah Ruhiat, dilanjutkan ziarah ke makam pendiri pesantren, KH. Ruhiat, sebagai bentuk penghormatan atas jasa beliau dalam membangun fondasi pendidikan Cipasung.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres menegaskan komitmen pemerintah menjadikan pesantren sebagai bagian dari ekosistem pembangunan sumber daya manusia unggul.

Ia mendorong santri menguasai teknologi AI dan robotika agar mampu bersaing di era transformasi digital.

“Saya yakin santri itu akhlaknya baik dan ngajinya pintar. Tapi harus diikuti juga dengan ilmu yang adaptif, inovatif, dan mengikuti perkembangan zaman. Santri harus terus didorong untuk berinovasi,” ujar Wapres.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas pembangunan nasional.

Wapres menyebut investasi pendidikan terus diperkuat, mulai dari perbaikan sekolah, pembangunan sekolah unggulan, hingga pengembangan materi coding dan AI dalam kurikulum.

Baca Juga: Hasil Liga Champions: PSG Tumbang di Kandang Sporting, Real Madrid Pesta Kalahkan AS Monako

“Sesuai instruksi Pak Presiden, investasi di SDM terus kita tingkatkan. Sekolah rakyat, sekolah Garuda, pelajaran coding, AI, bahkan fakultas AI di kampus sudah mulai berkembang. Dan tak terkecuali santri, mereka juga harus mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

Pondok Pesantren Cipasung yang berdiri sejak 1931 atas prakarsa KH. Ruhiat kini mengelola pendidikan dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi, seperti Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung (UNIK), Universitas Cipasung (UNCIP), Sekolah Tinggi Teknologi Cipasung (STTC), hingga program pascasarjana.

Melalui kolaborasi dengan Microsoft dan PRSI, pesantren ini terus bertransformasi menjadi pusat pendidikan yang memadukan nilai keislaman dan inovasi teknologi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.