Akurat

AI Bantu Prediksi dan Tangani Bencana Alam, Ini Perannya di Setiap Tahapan

Petrus C. Vianney | 5 Juli 2025, 21:23 WIB
AI Bantu Prediksi dan Tangani Bencana Alam, Ini Perannya di Setiap Tahapan

AKURAT.CO Kecerdasan buatan (AI) kini digunakan di berbagai bidang, termasuk dalam prediksi dan penanganan bencana alam. Dengan mengolah data besar secara cepat, AI membantu komunitas bersiap menghadapi gangguan alam.

AI efektif saat memanfaatkan data cuaca historis dari lembaga seperti National Weather Service (NWS) dan NOAA. Teknologi ini memungkinkan analisis mendalam untuk memperkuat peringatan dini dan strategi mitigasi risiko.

Dalam pengelolaan bencana, AI berperan penting dalam membantu berbagai tahapan. Empat fase utama yang didukung AI meliputi prediksi dan mitigasi, perencanaan dan kesiapan, respons, serta pemulihan.

1. Prediksi dan Mitigasi

Pada tahap awal, AI menganalisis data seperti citra satelit, curah hujan, pola awan dan angin. Tujuannya untuk mendeteksi tanda-tanda awal bencana seperti banjir, badai, atau kebakaran hutan.

Teknologi ini juga mendukung sistem peringatan dini dengan memberikan informasi real-time kepada masyarakat. Dengan begitu, evakuasi bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.

2. Perencanaan dan Kesiapan

AI digunakan untuk membuat model virtual atau digital twin dari infrastruktur yang ada. Dengan simulasi ini, organisasi dapat mengidentifikasi kelemahan dan memperkirakan dampak bencana.

AI juga berperan dalam mengalokasikan sumber daya secara efisien. Selain itu, teknologi ini membantu menilai risiko dan kerentanan suatu wilayah atau bangunan.

3. Respons

Saat bencana terjadi, AI memproses data dari sensor, media sosial dan citra satelit untuk menyajikan situasi terkini. Hal ini membantu tim penyelamat menentukan prioritas, mendeteksi bahaya dan menyampaikan informasi langsung kepada korban.

4. Pemulihan

Setelah bencana, AI menganalisis dampak dan menyusun strategi pemulihan. Misalnya, dengan menentukan lokasi infrastruktur baru yang lebih aman dan memprioritaskan proyek pemulihan yang efektif.

AI juga mampu memantau kondisi kesehatan mental masyarakat terdampak. Hal ini dilakukan melalui analisis data dari media sosial dan statistik medis.

Teknologi Pendukung AI dalam Prediksi Bencana

- Machine Learning (ML): Mengolah data historis dan ilmiah untuk prediksi.
- IoT & Sensor: Mengumpulkan data lingkungan seperti kelembaban, kualitas udara, dan kondisi tanah.
- Computer Vision: Mendeteksi risiko dari citra visual secara otomatis.
- Natural Language Processing (NLP): Menganalisis percakapan di media sosial atau chatbot untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak.

Meski menjanjikan, penggunaan AI dalam manajemen bencana tidak lepas dari tantangan. Biaya implementasi, masalah privasi data dan ketergantungan pada kualitas data menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Oleh karena itu, sistem berbasis AI perlu melalui pengujian dan validasi menyeluruh. Upaya ini penting sebelum diterapkan dalam situasi berisiko tinggi, sebagaimana dikutip dari Tech Target, Sabtu (5/7/2025).

Contoh Nyata Penggunaan AI

FEMA (Badan Manajemen Darurat AS) telah memanfaatkan AI dalam berbagai tahap penanggulangan bencana. Contohnya, pada 2017, peneliti Texas A\&M menggunakan data dari Badai Harvey untuk merancang respons yang lebih efektif.

Sementara itu, pada 2025, AI digunakan untuk menilai kerusakan akibat Badai Helene di Greenville, Carolina Selatan. Teknologi ini juga membantu dalam alokasi bantuan secara lebih tepat sasaran.

Dengan potensi yang terus berkembang, AI menjadi alat penting dalam menghadapi bencana alam, baik untuk mengantisipasi, merespons, maupun membangun kembali.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.