Profil Lengkap Dewi Astutik, Ratu Narkoba Internasional Penyelundup 2 Ton Sabu yang Akhirnya Ditangkap di Kamboja

AKURAT.CO Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap Dewi Astutik, seorang buronan internasional yang disebut-sebut sebagai ratu narkoba di Kamboja.
Penangkapan ini mengungkap jejak panjang keterlibatannya sebagai aktor intelektual dalam penyelundupan 2 ton sabu bernilai triliunan rupiah.
Berikut profil dan sepak terjang Dewi Astutik dalam dunia gelap narkotika internasional.
Baca Juga: Cara Melihat Spotify Wrapped 2025 Lengkap di Aplikasi dan Web, Mudah dan Cepat!
Latar Belakang dan Identitas Dewi Astutik
Dewi Astutik yang juga dikenal dengan alias Mami atau PA, adalah wanita berusia 43 tahun yang tercatat lahir di Ponorogo pada 8 April 1983.
Ia diketahui beralamat di Dusun Dukuh Sumber Agung, Desa/Kecamatan Balong, Ponorogo, Jawa Timur.
Meskipun demikian, Kepala Dusun Gunawan menyatakan bahwa Dewi bukan warga asli daerah tersebut, melainkan pendatang dari Slahung yang menikah dengan warga setempat pada tahun 2009.
Warga setempat mengenalnya sebagai sosok yang tidak terlalu akrab dengan lingkungan, sering tampil dengan gaya dan penampilan yang berubah-ubah, termasuk gaya rambut yang sering berganti.
Sebelum terjerat kasus narkoba berskala internasional, Dewi Astutik memiliki riwayat sebagai tenaga kerja wanita (TKW) selama bertahun-tahun.
Ia pernah bekerja di Taiwan, kemudian di Hong Kong, dan terakhir di Kamboja.
Pada tahun 2023, ia sempat pulang ke Ponorogo setelah Lebaran dan berpamitan untuk kembali bekerja ke luar negeri karena kesulitan mendapatkan pekerjaan tetap di kampung.
Keterlibatan dalam Jaringan Narkoba Internasional
Nama Dewi Astutik mulai mencuat setelah BNN mengungkap dugaan keterlibatannya sebagai aktor intelektual dalam jaringan narkoba internasional.
Ia diduga berperan besar dalam penyelundupan sabu senilai sekitar Rp5 triliun.
Ia juga menjadi buronan aparat penegak hukum Korea Selatan dan masuk dalam daftar red notice Interpol sejak 3 Oktober 2024.
Dewi Astutik diketahui memulai bisnis narkobanya pada tahun 2023 dan aktif beroperasi di wilayah Golden Triangle (Thailand, Myanmar, Laos).
Ia juga terlibat dalam kasus-kasus besar tahun 2024 yang terkait dengan jaringan Golden Crescent (Asia Selatan), yang merupakan kawasan produksi dan distribusi opium global.
Jaringannya beraktivitas dalam pengambilan dan distribusi berbagai jenis narkotika, termasuk kokain, sabu, dan ketamin, dengan tujuan negara-negara di Asia Timur dan Asia Tenggara.
Ia diduga kuat terhubung dengan kelompok gembong narkoba Fredy Pratama, salah satu bandar terbesar yang beroperasi di Asia Tenggara.
Dewi Astutik juga berperan dalam merekrut warga negara Indonesia (WNI) yang tidak memiliki pekerjaan di Kamboja untuk dijadikan kurir.
Kurir-kurirnya beroperasi di berbagai negara, seperti Indonesia, Laos, Hong Kong, Korea, Brasil, dan Ethiopia.
Menurut Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto, Dewi Astutik banting setir terlibat dalam jual beli narkotika setelah bertemu dengan seorang warga negara Nigeria berinisial DON, yang disebut sebagai 'godfather'.
Keduanya bersekongkol melakukan jual beli narkotika lintas negara Asia-Afrika sejak awal 2024, Dewi bertugas menyuplai dan mengatur kurir, sementara DON menyuplai barang narkotika dan membiayai jaringan melalui Dewi.
Sosok 'godfather' tersebut kini telah ditangkap dan dibawa ke Amerika Serikat karena menjadi buronan Drug Enforcement Administration (DEA).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9BGN Hentikan Permanen Operasional Empat Dapur MBG
- 10KPK Buka Peluang Penyidikan Baru Usut Dugaan Aliran Uang ke Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR








