Mengenal Steven Feriyanto, Pengacara Dua Yurisdiksi yang Mendorong Transformasi Hukum di Era Digital

AKURAT.CO Indonesia sedang memasuki babak baru dalam perkembangan ekonominya. Laju digitalisasi, masuknya investasi global, serta munculnya pemain baru di sektor fintech, perbankan digital, hingga manajemen data membuat profesi hukum ikut berevolusi. Dunia bisnis tidak lagi hanya membutuhkan pengacara yang memahami aturan, tetapi juga yang mampu menerjemahkan regulasi menjadi keputusan strategis lintas negara.
Di tengah perubahan besar itu, muncul sosok profesional hukum yang memadukan kompetensi global dan wawasan lokal: Steven Feriyanto, pengacara muda yang memegang lisensi praktik di Indonesia dan New York, dengan spesialisasi pada hukum korporasi, keuangan, dan teknologi.
Perjalanan Menembus Dua Sistem Hukum Besar Dunia
Karier Steven dimulai dari bangku kuliah di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, sebelum ia melanjutkan pendidikan ke jenjang LL.M. in Banking and Financial Law di Boston University. Keberangkatannya ke Amerika Serikat didukung oleh Rahadian Scholarship, beasiswa yang diberikan oleh salah satu tokoh hukum nasional, Andre Rahadian. Dari sini, langkah awalnya di bidang hukum lintas yurisdiksi dimulai.
Kesadaran mengenai pentingnya memahami dua sistem hukum sekaligus—civil law dan common law—menjadi titik balik dalam kariernya. Dalam sebuah wawancara, ia pernah menegaskan bahwa satu transaksi saja bisa melibatkan lebih dari satu sistem hukum, dan menghubungkan prinsip civil law dan common law bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan.
Selama berkarier di Amerika Serikat, Steven mencatatkan pencapaian penting: ia menjadi satu-satunya mahasiswa LL.M. yang diterima magang di District Attorney’s Office Suffolk County, sekaligus orang Indonesia pertama yang berhasil masuk ke institusi itu. Setelahnya, ia berkarier di sebuah firma hukum di Boston dan mendalami praktik hukum common law, investigasi, hingga proses penegakan hukum.
Puncak pencapaian globalnya datang saat ia resmi diterima menjadi anggota New York State Bar. Ia juga tercatat sebagai satu-satunya warga Indonesia yang diterima pada gelombang Juni 2025 melalui Third Appellate Division di Albany.
Dengan dua lisensi praktik dari dua yurisdiksi besar dunia, Steven memiliki posisi strategis untuk menghubungkan kebutuhan klien global dengan lanskap hukum Indonesia.
Kembali ke Indonesia: Memperluas Jejak Profesional di Bidang Korporasi, Finansial, dan Teknologi
Sekembalinya ke tanah air, Steven bergabung dengan Dentons HPRP, salah satu firma hukum terbesar di dunia. Di sana, ia bekerja bersama praktisi senior seperti Andre Rahadian, Mika Isac Kriyasa, dan Fabian Buddy Pascoal. Perannya mencakup berbagai proyek lintas negara, mulai dari:
-
transaksi korporasi perusahaan global Amerika Serikat, Eropa, dan Asia Timur,
-
pendanaan lintas negara (cross-border financing),
-
kepatuhan regulasi sektor fintech dan aset digital,
-
hingga pengurusan telecom dan technology licensing bagi perusahaan teknologi asing yang ingin masuk ke pasar Indonesia.
Kombinasi pengalaman di dua benua ini membentuk reputasinya sebagai praktisi hukum muda yang mampu menjembatani ekspektasi bisnis internasional dengan kompleksitas regulasi Indonesia—menghadirkan sudut pandang yang memadukan disiplin civil law dengan praktik common law yang lebih dinamis.
Regulasi dan Teknologi: Persimpangan Penting Masa Depan Hukum Indonesia
Keterlibatan Steven dalam urusan fintech, aset digital, dan regulasi teknologi membuatnya semakin dekat dengan isu perlindungan data. Ia menilai bahwa data kini menjadi aset bisnis yang sangat berharga—dan karena itu pula, tata kelolanya tak bisa dianggap remeh.
Menurutnya, teknologi mengubah cara bisnis berjalan. Data kini menjadi aset yang sangat berharga. Karena itu, pemahaman perlindungan data sudah menjadi keahlian wajib bagi pengacara masa kini.
Ia kemudian memutuskan untuk menjadi Certified Data Privacy Officer, keputusan yang membuka pemahaman lebih dalam tentang tata kelola data dan keamanan informasi. Menurutnya, Indonesia sedang berada di fase penting dalam memperkuat regulasi digital, terutama dengan hadirnya UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), UU P2SK, serta aturan OJK terkait aset digital dan layanan finansial.
Baginya, kunci masa depan hukum digital Indonesia terletak pada keseimbangan antara inovasi dan perlindungan publik. Dari sudut pandang Steven, Indonesia punya potensi besar menjadi pasar keuangan digital yang dinamis. Tantangannya adalah memastikan inovasi tetap berjalan tanpa mengabaikan kepercayaan publik.
Pelajaran Penting dari Perjalanan Global
Steven lahir dan tumbuh di keluarga yang bergerak di bidang konstruksi. Dari sana ia menyaksikan bagaimana keputusan administratif di atas kertas bisa membawa dampak besar di lapangan. Ia melihat langsung bagaimana sebuah proyek membutuhkan perencanaan matang dan tanggung jawab yang tinggi. Pengalaman inilah yang membentuk sudut pandangnya mengenai struktur, risiko, dan visi jangka panjang.
Wawasan itu semakin berkembang ketika ia tinggal dan meniti karier di luar negeri. Kombinasi antara disiplin keluarga dan ketahanan mental selama meniti karier internasional membentuk karakter profesionalnya—membantunya membaca perbedaan budaya, memahami sistem hukum asing, dan mengelola proyek internasional dengan tetap menjaga keseimbangan antara struktur dan fleksibilitas.
Nilai Hidup yang Mendorong Kariernya
Integritas dan rasa tanggung jawab menjadi fondasi utama perjalanan Steven. Ia memiliki prinsip yang selalu ia pegang bahwa kesuksesan akan terasa sementara kalau tidak diikuti pertumbuhan. Ia memiliki moto: "Puncak satu gunung hanyalah dasar dari pendakian berikutnya.”
Ia percaya bahwa kepercayaan klien tidak hanya dibangun dari kemampuan teknis, tetapi juga dari karakter dan cara membawa diri. Menurut Steven, klien tidak hanya membutuhkan jawaban hukum, tetapi juga kepastian dan kepercayaan. Cara kita membawa diri sangat menentukan.”
Visi ke Depan: Menghubungkan Indonesia dengan Dunia
Steven berambisi untuk terus berada di persimpangan hukum korporasi, keuangan, dan teknologi. Ia melihat ketiga bidang ini sebagai pendorong modernisasi hukum Indonesia di masa depan.
Baginya, bekerja lintas negara bukan hanya soal pencapaian pribadi, tetapi juga membawa nama baik komunitas hukum Indonesia di mata dunia. Ia berpendapat bahwa berkarir lintas negara bukan semata soal ambisi pribadi karena membawa nama Indonesia dan punya tanggung jawab untuk menunjukkan kualitas komunitas hukum negara asal.
Ke depan, ia juga berharap dapat membimbing generasi baru pengacara Indonesia dan terlibat dalam inisiatif yang memperkuat inklusi keuangan serta transparansi sektor digital.
Tips Lolos Ujian NY Bar dan UPA dari Steven Feriyanto
Pengalaman menembus dua yurisdiksi membuat Steven sering diminta berbagi strategi. Beberapa prinsip berikut menjadi pegangan utamanya dalam menghadapi ujian profesi hukum:
-
Mulai Lebih Awal dan Susun Strategi
Persiapan NY Bar memerlukan proses panjang. Belajar lebih dini memberi ruang untuk membangun dasar yang kuat, mengenali kelemahan, dan menghindari kelelahan menjelang ujian. -
Fokus pada Pemahaman, Bukan Hafalan
Menurutnya, NY Bar menilai kemampuan menganalisis dan menemukan isu hukum. Pemahaman konsep akan jauh lebih membantu dibanding menghafal. -
Pilih Materi Belajar yang Teruji
Outline inti, latihan esai, simulasi ujian, dan contoh soal yang relevan membuat proses belajar lebih fokus. -
Belajar dengan Mentor atau Rekan
Diskusi dan latihan bersama dapat meningkatkan akurasi pemahaman sekaligus membantu menjaga disiplin belajar. -
Jaga Kesehatan dan Ritme Belajar
Istirahat cukup, makan teratur, dan kondisi mental yang tenang sangat mempengaruhi performa menjelang ujian.
Penutup
Perjalanan Steven Feriyanto memperlihatkan bagaimana kompetensi global, karakter kuat, dan visi jangka panjang dapat mengubah arah karier seorang praktisi hukum. Di tengah perubahan ekonomi digital dan perkembangan teknologi, sosok seperti Steven memberi gambaran bagaimana pengacara Indonesia dapat tampil di panggung internasional tanpa kehilangan akar lokalnya.
Kalau kamu ingin terus mengikuti perkembangan dunia hukum, regulasi digital, dan cerita inspiratif profesional muda Indonesia, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.
Baca Juga: Perlindungan Data Pribadi Sudah Mendesak, DPR: yang Penting UU Ada Dulu, Nanti Kita Revisi
Baca Juga: Lawan Radikalisme Di Dunia Maya Butuh Generasi Cerdas Teknologi
FAQ
1. Siapa Steven Feriyanto?
Steven Feriyanto adalah pengacara muda Indonesia yang memiliki lisensi praktik hukum di Indonesia dan New York. Ia fokus pada hukum korporasi, keuangan, perbankan, serta teknologi.
2. Mengapa Steven dianggap sebagai generasi baru praktisi hukum Indonesia?
Ia menguasai dua sistem hukum sekaligus — civil law dan common law — berkat pendidikan dan pengalaman profesionalnya di Indonesia serta Amerika Serikat. Kombinasi ini membuatnya mampu menangani transaksi lintas yurisdiksi dengan perspektif global.
3. Apa saja pengalaman internasional yang dimiliki Steven?
Steven pernah magang di District Attorney’s Office di Suffolk County sebagai satu-satunya mahasiswa LL.M., bekerja di firma hukum di Boston, serta menjadi salah satu orang Indonesia yang lolos New York State Bar melalui Third Appellate Division di Albany.
4. Apa bidang hukum yang ditekuni Steven?
Ia menekuni M&A, keuangan dan perbankan, fintech, regulasi crypto, serta TMT (telecom, media, technology). Ia juga terlibat dalam berbagai transaksi lintas negara dan pencatatan regulasi perusahaan asing yang masuk Indonesia.
5. Mengapa keahlian data privacy penting bagi pengacara masa kini?
Karena data dianggap sebagai aset utama dalam ekonomi digital. Dengan menjadi Certified Data Privacy Officer, Steven memahami praktik perlindungan data, keamanan informasi, dan kepatuhan terhadap regulasi seperti UU PDP dan aturan OJK.
6. Apa yang membentuk cara pandang Steven dalam bekerja?
Latar belakang keluarganya yang berkecimpung di bisnis konstruksi membentuk pemahamannya tentang struktur, risiko, dan tanggung jawab. Pengalaman hidup di luar negeri memperkuat kemampuan adaptasi dan ketahanan mental.
7. Nilai apa yang menjadi fondasi karier Steven?
Integritas, rasa tanggung jawab, dan prinsip bahwa “puncak satu gunung hanyalah dasar dari pendakian berikutnya.” Ia percaya bahwa kesuksesan harus diikuti perkembangan diri yang berkelanjutan.
8. Apa visi Steven untuk masa depan karier hukumnya?
Ia berkomitmen membangun jejak profesional di bidang hukum korporasi, keuangan, dan teknologi, serta ingin berkontribusi bagi modernisasi sistem hukum Indonesia dan membimbing generasi pengacara berikutnya.
9. Apa tips Steven untuk lulus New York Bar Exam?
Ia menekankan pentingnya persiapan jauh-jauh hari, memahami konsep hukum secara mendalam, menggunakan materi belajar yang terpercaya, belajar dengan mentor, serta menjaga kesehatan mental menjelang ujian.
10. Bagaimana tips Steven untuk menghadapi Ujian Profesi Advokat (UPA)?
Mirip dengan persiapan NY Bar, calon advokat perlu membangun pemahaman, bukan sekadar hafalan. Disiplin belajar, latihan soal, dan menjaga rutinitas menjadi faktor penentu keberhasilan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









