Akurat

Mengenal Pelanggaran HAM Berat: Definisi, Jenis Beserta Contoh Nyata yang Pernah Terjadi di Indonesia

Eko Krisyanto | 24 November 2025, 07:10 WIB
Mengenal Pelanggaran HAM Berat: Definisi, Jenis Beserta Contoh Nyata yang Pernah Terjadi di Indonesia

AKURAT.CO Hak asasi manusia (HAM) merupakan hak dasar yang melekat pada setiap individu dan wajib dihormati, dilindungi serta dipenuhi oleh negara. Namun kenyataannya, tidak semua hak tersebut dapat terpenuhi secara maksimal.

Di berbagai negara, termasuk Indonesia, masih terjadi tindakan yang melanggar nilai-nilai kemanusiaan, baik dalam skala kecil maupun besar.

Ketika pelanggaran tersebut dilakukan secara sistematis, terorganisir dan berdampak luas terhadap kelompok masyarakat, maka tindakan tersebut termasuk dalam kategori pelanggaran HAM berat.

Pelanggaran HAM berat menjadi perhatian penting karena menyangkut nyawa, martabat dan keselamatan warga sipil.

Tindakan ini tidak hanya merugikan korban secara individu tetapi juga memberikan efek traumatis dan kerusakan sosial dalam jangka panjang.

Di Indonesia, sejumlah kasus pelanggaran HAM berat telah terjadi sepanjang sejarah dan hingga kini masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar dalam proses penegakan hukum dan penyelesaiannya.

Definisi Pelanggaran HAM Berat

Pelanggaran HAM berat adalah tindakan yang dilakukan secara meluas, sistematis dan berdampak signifikan terhadap kelompok masyarakat tertentu.

Dalam hukum nasional, pelanggaran HAM berat mencakup dua jenis utama, yaitu genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Keduanya mencakup tindakan seperti pembunuhan massal, penyiksaan, penghilangan orang secara paksa, perbudakan hingga diskriminasi sistematis terhadap kelompok tertentu.

Kejahatan tersebut biasanya melibatkan otoritas tertentu, dilakukan dalam pola yang terkoordinasi, serta meninggalkan dampak sosial yang besar.

Itulah mengapa pelanggaran HAM berat dianggap sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang membutuhkan mekanisme penyelesaian khusus melalui pengadilan HAM.

Jenis-jenis Pelanggaran HAM berat

Ada dua kategori utama pelanggaran HAM berat yang diakui dalam sistem hukum Indonesia:

1. Kejahatan Genosida

Kejahatan genosida adalah tindakan yang dilakukan dengan maksud menghancurkan sebagian atau seluruh kelompok berdasarkan ras, etnis, agama, atau bangsa.

Bentuknya dapat berupa pembunuhan kelompok tertentu, menyebabkan penderitaan berat hingga menciptakan kondisi hidup yang dapat memusnahkan kelompok tersebut.

2. Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Kejahatan terhadap kemanusiaan adalah serangan yang meluas atau sistematis terhadap penduduk sipil.

Jenis tindakan yang termasuk di dalamnya antara lain:
● Pembunuhan dan pemusnahan massal
● Penyiksaan
● Perbudakan dan perdagangan manusia
● Kekerasan seksual seperti pemerkosaan atau pemaksaan kehamilan
● Penghilangan orang secara paksa
● Pengusiran penduduk secara paksa
● Penyanderaan
● Diskriminasi dan apartheid

Pelanggaran ini biasanya dilakukan secara terorganisir dan melibatkan aparat negara atau kelompok yang memiliki kekuatan dominan.

Contoh Pelanggaran HAM Berat di Indonesia

Sejumlah peristiwa di Indonesia telah dikategorikan sebagai pelanggaran HAM berat, di antaranya:

● Peristiwa 1965-1966

Peristiwa ini terjadi setelah meletusnya Gerakan 30 September, di mana banyak orang yang dituduh terkait dengan PKI menjadi korban penangkapan dan pembunuhan massal.

Jutaan orang diduga disiksa, ditahan tanpa proses hukum, dan kehilangan hak-hak dasar mereka. Dampaknya tidak hanya dirasakan korban langsung, tetapi juga keluarga mereka yang mengalami stigma dan diskriminasi bertahun-tahun.

● Peristiwa Talangsari 1989

Kasus Talangsari terjadi saat aparat keamanan melakukan penyerangan terhadap sekelompok warga di Lampung yang dituduh ekstremis.

Banyak korban meninggal, luka-luka hingga kehilangan rumah mereka akibat pembakaran wilayah. Peristiwa ini meninggalkan trauma mendalam pada masyarakat dan menyisakan tuntutan penyelesaian hukum yang belum tuntas.

● Penembakan Misterius 1982-1985

Serangkaian pembunuhan terhadap orang yang dicap sebagai kriminal tanpa melalui proses hukum.

Mayat korban ditemukan di berbagai tempat dengan tanda-tanda kekerasan, menunjukkan adanya pola tindakan yang terorganisir.

Peristiwa ini menimbulkan ketakutan besar di masyarakat karena dilakukan secara tersembunyi namun berdampak luas.

● Kerusuhan Mei 1998

Kerusuhan ini terjadi pada masa transisi politik menjelang reformasi, di mana banyak tindakan anarkis, pembunuhan, dan pembakaran massal terjadi.

Perempuan etnis tertentu menjadi korban kekerasan seksual yang mencoreng nilai kemanusiaan. Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi terbesar yang meninggalkan luka sosial mendalam bagi bangsa Indonesia.

● Tragedi Trisakti, Semanggi I dan Semanggi II (1998-1999)

Tragedi ini terjadi dalam aksi mahasiswa yang menuntut reformasi, di mana aparat keamanan melakukan penembakan terhadap massa aksi.

Banyak mahasiswa meninggal, terluka dan mengalami tekanan psikologis akibat tindakan represif tersebut. Hingga kini, korban masih menuntut keadilan karena kasusnya belum sepenuhnya terselesaikan.

● Penghilangan Orang secara Paksa (1997-1998)

Sejumlah aktivis pro-demokrasi diculik menjelang jatuhnya Orde Baru, dan sebagian dari mereka tidak pernah ditemukan kembali. Para korban mengalami penyiksaan dan ditahan secara ilegal tanpa akses kepada keluarga atau bantuan hukum.

Peristiwa ini menjadi simbol pelanggaran negara terhadap warganya sendiri yang memperjuangkan kebebasan berpendapat.

● Kasus Wasior dan Wamena (2001-2003)

Di Papua, terjadi kekerasan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap warga sipil dalam operasi aparat keamanan. Banyak rumah dibakar dan warga kehilangan tempat tinggal akibat tindakan brutal yang dilakukan secara sistematis.

Kasus ini menunjukkan bagaimana masyarakat lokal menjadi korban konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.

Pelanggaran HAM berat adalah tindakan yang tidak hanya melukai korban secara langsung tetapi juga merusak tatanan sosial dan kemanusiaan.

Mengetahui apa itu pelanggaran HAM berat sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hak dan kewajiban dalam kehidupan bernegara.

Dengan memahami jenis dan contohnya, masyarakat dapat lebih kritis terhadap tindakan ketidakadilan, serta ikut mendorong negara untuk menuntaskan kasus-kasus yang masih belum selesai.

Penyelesaian pelanggaran HAM berat bukan hanya soal hukum tetapi juga wujud penghormatan terhadap martabat manusia dan mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.

Laporan: Vania Tri Yuniar/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK