Profil dan Kekayaan Sugiri Sancoko, Bupati Ponorogo yang Terjaring OTT KPK

AKURAT.CO Nama Sugiri Sancoko tengah menjadi perhatian publik usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Ponorogo, Jawa Timur, pada Jumat, 7 November 2025.
Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, yang menyebut bahwa pihaknya menangkap seorang kepala daerah terkait dugaan suap dalam mutasi dan promosi jabatan.
“Benar [OTT di Ponorogo]. Bupati,” ujar Fitroh saat dikonfirmasi. Ia menambahkan, “(Terkait dugaan suap) mutasi dan promosi jabatan.”
Hingga kini, status hukum Sugiri masih terperiksa dan belum ada keterangan resmi dari pihak yang bersangkutan.
Perjalanan Hidup dan Latar Belakang Keluarga
Sugiri Sancoko lahir di Dusun Darat, Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Ponorogo, pada 26 Februari 1971. Ia berasal dari keluarga sederhana, putra keenam dari tujuh bersaudara pasangan (alm.) Sinto dan (almh.) Situn yang berprofesi sebagai petani.
Meski berasal dari keluarga desa, Sugiri dikenal sebagai sosok yang pekerja keras dan memiliki tekad kuat untuk meniti karier di dunia publik. Ia akrab disapa “Kang Giri”, dan sebelum terjun ke politik, pernah berprofesi sebagai wartawan serta pengusaha reklame.
Pada tahun 2000, ia menikah dengan Susilowati dan dikaruniai tiga anak: Jian Ayune Sundul Langit, Lintang Panuntun Qolbu, dan Gibran Cahyaning Pangeran.
Riwayat Pendidikan Sugiri Sancoko
Perjalanan pendidikan Sugiri dimulai dari SD Negeri Gelangkulon, Kecamatan Sampung, yang diselesaikannya pada tahun 1984. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri Badegan (1984–1987), dan menempuh pendidikan menengah di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo (1987–1990).
Setelah sempat fokus bekerja, Sugiri melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Tritunggal Surabaya dan berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 2006.
Tak berhenti di situ, ia kemudian melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Dr. Soetomo Surabaya pada 2012 dan lulus dengan gelar Magister (S-2) pada 2014.
Awal Karier Politik hingga Jadi Bupati Ponorogo
Langkah politik Sugiri dimulai ketika ia terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Demokrat pada periode 2009–2014, lalu kembali menjabat untuk periode 2014–2015.
Namun, pada Pemilihan Bupati Ponorogo 2015, ia memutuskan maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Sukirno. Hasilnya belum berpihak, karena mereka kalah dari pasangan Ipong Muchlissoni–Soedjarno dengan perolehan 205.587 suara atau 36,8%.
Tak menyerah, Sugiri kembali mencalonkan diri di Pilkada Ponorogo 2020 bersama Lisdyarita. Pasangan ini diusung oleh PDIP, PAN, PPP, dan Hanura, dan berhasil menang telak dengan 352.047 suara (61,7%).
Ia pun resmi dilantik sebagai Bupati Ponorogo pada 26 Februari 2021, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-50.
Setelah menjalani periode pertamanya, Sugiri kembali maju di Pilkada Ponorogo 2024 dan berhasil memenangkan pertarungan untuk periode kedua (2025–2030). Dalam kontestasi itu, ia kembali berpasangan dengan Lisdyarita dan mengalahkan Ipong Muchlissoni yang berduet dengan Segoro Luhur Kusumo Daru.
Sugiri dilantik secara resmi sebagai Bupati Ponorogo pada 20 Februari 2025 di halaman Istana Merdeka, Jakarta.
Namun, baru sekitar delapan bulan menjabat di periode keduanya, ia kini justru harus berhadapan dengan kasus hukum usai terjaring OTT KPK.
Kontroversi Ijazah dan Klarifikasi dari Kampus
Pada tahun 2022, Sugiri sempat dilaporkan atas dugaan penggunaan ijazah palsu dari Universitas Tritunggal Surabaya. Namun, setelah melalui proses penyelidikan, polisi menghentikan kasus tersebut karena tidak ditemukan unsur pidana.
Rektor Universitas Tritunggal Surabaya, Yudhihari Hendrahardana, bahkan menegaskan bahwa Sugiri benar-benar lulus pada sidang yudisium Juli 2006 dan memiliki ijazah sah. Pernyataan ini sekaligus menepis tudingan yang sempat mencuat di publik kala itu.
Kecintaan pada Musik dan Dunia Seni
Di luar urusan politik, Sugiri dikenal sebagai sosok yang mencintai musik. Ia gemar bernyanyi dan bermain gitar, bahkan beberapa penampilannya diunggah ke kanal YouTube pribadi.
Beberapa lagu yang pernah ia bawakan antara lain “Banyu Langit” karya Didi Kempot, serta cover lagu-lagu dari Iwan Fals, Padi, dan Chrisye.
Sisi humanis inilah yang membuat banyak masyarakat Ponorogo mengenalnya bukan hanya sebagai pejabat, tapi juga seniman.
Gagasan Besar: Monumen Reog dan Museum Peradaban
Selama masa kepemimpinannya, Sugiri menggagas proyek ambisius berupa Monumen Reog setinggi 126 meter di Gunung Gamping, Sampung, Ponorogo.
Proyek tersebut disertai rencana pembangunan Museum Peradaban, dan diklaim akan menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dapat menarik wisatawan serta mengangkat citra Ponorogo sebagai “Kota Reog”.
Harta Kekayaan Sugiri Sancoko Capai Rp6,3 Miliar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke KPK pada 31 Maret 2025, Sugiri tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp6.358.428.124 atau sekitar Rp6,3 miliar.
Laporan tersebut merupakan laporan khusus saat dirinya baru menjabat kembali sebagai Bupati Ponorogo periode kedua.
Berikut rincian harta kekayaannya:
-
9 aset tanah dan bangunan di Surabaya, Boyolali, Sidoarjo, Pasuruan, dan Ponorogo, dengan total nilai Rp5.782.050.000.
-
Satu mobil Toyota Alphard dan satu motor Vespa Primavera, total Rp153.000.000.
-
Harta bergerak lainnya senilai Rp218.937.095.
-
Kas dan setara kas Rp204.441.029.
Jika dijumlahkan, total kekayaan Sugiri mencapai lebih dari Rp6,3 miliar.
Penutup
Kisah perjalanan hidup Sugiri Sancoko mencerminkan perjuangan seseorang dari keluarga petani hingga menjadi pemimpin daerah. Namun, perjalanannya kini kembali diuji setelah namanya terseret dalam OTT KPK terkait dugaan suap mutasi jabatan.
Apapun hasil penyelidikan nanti, publik tentu berharap keadilan ditegakkan secara transparan dan objektif.
Kalau kamu tertarik mengikuti perkembangan kasus dan dinamika politik Ponorogo selanjutnya, pantau terus update terbaru di AKURAT.CO.
Baca Juga: Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Kena OTT KPK
Baca Juga: OTT KPK di Ponorogo Terkait Mutasi dan Promosi Jabatan
FAQ
1. Siapa Sugiri Sancoko?
Sugiri Sancoko adalah Bupati Ponorogo yang menjabat sejak 2021. Ia dikenal sebagai politisi yang memulai karier dari bawah, sempat menjadi anggota DPRD Jawa Timur, dan kembali terpilih sebagai bupati untuk periode kedua 2025–2030. Sebelum terjun ke dunia politik, Sugiri pernah bekerja sebagai wartawan dan pengusaha reklame.
2. Kapan Sugiri Sancoko terjaring OTT KPK?
Sugiri Sancoko terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK pada Jumat, 7 November 2025, di wilayah Ponorogo, Jawa Timur.
Menurut Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, OTT tersebut terkait dugaan suap dalam mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
3. Apa jabatan Sugiri Sancoko saat ditangkap KPK?
Saat OTT dilakukan, Sugiri menjabat sebagai Bupati Ponorogo periode kedua (2025–2030). Ia baru sekitar delapan bulan menjabat setelah dilantik di Istana Merdeka pada 20 Februari 2025.
4. Apa alasan KPK menangkap Sugiri Sancoko?
Menurut keterangan awal dari KPK, operasi tangkap tangan terhadap Sugiri dilakukan terkait dugaan suap dalam mutasi dan promosi jabatan pejabat daerah.
Namun hingga kini, status hukumnya masih sebagai terperiksa dan belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari KPK maupun pihak Sugiri.
5. Berapa total harta kekayaan Sugiri Sancoko?
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 31 Maret 2025, Sugiri memiliki total kekayaan senilai Rp6.358.428.124 atau sekitar Rp6,3 miliar.
Aset tersebut terdiri dari tanah dan bangunan di beberapa daerah, kendaraan pribadi, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas.
6. Apakah Sugiri Sancoko pernah terlibat kontroversi sebelumnya?
Ya, pada 2022, Sugiri sempat dilaporkan terkait dugaan penggunaan ijazah palsu dari Universitas Tritunggal Surabaya. Namun, kasus tersebut dihentikan karena tidak ditemukan unsur pidana.
Rektor Universitas Tritunggal Surabaya, Yudhihari Hendrahardana, menegaskan bahwa Sugiri lulus sah pada Juli 2006 dan ijazahnya valid secara akademik.
7. Apa saja proyek besar yang digagas Sugiri selama menjabat?
Salah satu proyek besar yang digagas Sugiri adalah pembangunan Monumen Reog setinggi 126 meter di Gunung Gamping, Sampung, yang dirancang bersama Museum Peradaban.
Proyek ini diharapkan menjadi ikon wisata Ponorogo sekaligus masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
8. Di mana Sugiri Sancoko menempuh pendidikan terakhirnya?
Sugiri meraih gelar Magister (S-2) dari Universitas Dr. Soetomo Surabaya pada tahun 2014. Sebelumnya, ia menyelesaikan S-1 Ekonomi di Universitas Tritunggal Surabaya pada tahun 2006.
9. Siapa istri dan anak-anak Sugiri Sancoko?
Sugiri menikah dengan Susilowati pada tahun 2000. Pasangan ini dikaruniai tiga anak, yaitu:
-
Jian Ayune Sundul Langit
-
Lintang Panuntun Qolbu
-
Gibran Cahyaning Pangeran
10. Apakah Sugiri Sancoko memiliki hobi di luar politik?
Ya. Sugiri dikenal sebagai pecinta musik dan kerap mengunggah video dirinya bernyanyi dan bermain gitar di YouTube. Ia sering membawakan lagu-lagu dari Didi Kempot, Iwan Fals, Padi, hingga Chrisye.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









