Akurat

FAB Indonesia Laporkan Direktur Keuangannya Atas Dugaan Pemalsuan hingga Penipuan Proyek Fiktif Rp100 Miliar

Wahyu SK | 27 Oktober 2025, 15:30 WIB
FAB Indonesia Laporkan Direktur Keuangannya Atas Dugaan Pemalsuan hingga Penipuan Proyek Fiktif Rp100 Miliar

AKURAT.CO PT Fantastis Anak Bangsa (FAB) Indonesia melaporkan direktur keuangan yang masih aktif menjabat ke Polda Metro Jaya, atas dugaan pemalsuan dokumen perusahaan, penipuan dan penyalahgunaan wewenang.

Dugaan pemalsuan dan penipuan tersebut dilakukan melalui pencairan dana dari proyek-proyek fiktif bernilai lebih dari Rp100 miliar.

Setelah berbulan-bulan diam menghadapi rumor dan tekanan, langkah hukum ini menjadi puncak dari investigasi internal dan rahasia yang dilakukan oleh jajaran pemegang saham dan tim audit keuangan perusahaan.

Investigasi dimulai pada April 2025, setelah pada Januari 2025, dua karyawan senior melaporkan kepada dewan direksi dan komisaris mengenai dugaan penyimpangan keuangan serius yang dilakukan oleh sang direktur keuangan.

Baca Juga: Waspadai Penipuan Online Bermodus Film Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba - Infinity Castle

Berdasarkan hasil penyelidikan internal yang diperkuat oleh data, keterangan saksi kunci serta informasi dari pihak pendana (lender), FAB Indonesia menemukan indikasi kuat bahwa direktur keuangan berperan sebagai pengendali utama dalam skema pencairan dana dari proyek-proyek fiktif.

Dugaan praktik ini dilakukan secara sistematis dan berulang sejak awal 2023. Menciptakan arus kas semu yang secara signifikan membebani keuangan perusahaan dan seluruh anak usaha.

Saat ini, bersama pihak berwenang masih menelusuri aliran dana yang telah masuk ke rekening perusahaan dan dikelola oleh direktur keuangan.
Akibat dari praktik tersebut, FAB Indonesia dan anak-anak usahanya menanggung kerugian besar. Termasuk beban bunga, komisi, biaya pendanaan serta sisa pokok pinjaman yang ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah.

Selain menjabat di perusahaan induk, direktur keuangan, yang disebut berinisial AY, juga memegang peran serupa di seluruh anak perusahaan dalam grup FAB Indonesia.

Baca Juga: Peneliti Temukan Lonjakan Email Penipuan Mengatasnamakan Maskapai Penerbangan Ternama

Sebuah posisi strategis yang seharusnya menjamin transparansi dan disiplin keuangan, namun justru diduga dimanfaatkan untuk kepentingan yang merugikan banyak pihak.

"Saya dan seluruh pemegang saham FAB sudah menjadi korban penyalahgunaan wewenang dari yang bersangkutan dengan pencairan dana proyek fiktif ini. Kepercayaan dan kekuasaan yang kita berikan kepadanya sebagai ahli keuangan untuk memimpin seluruh timnya sudah disalahgunakan," jelas Iwa Kustiwa, salah satu direktur sekaligus pemegang saham FAB Indonesia, dalam keterangannya, Senin (27/10/2025).

Dampak dari dugaan manipulasi keuangan tersebut mencapai puncaknya pada Maret 2025 ketika perusahaan mengalami krisis likuiditas parah hingga gagal membayar gaji karyawan.

Kondisi ini memicu gelombang pengunduran diri besar-besaran dan pemberitaan negatif di media massa, yang sangat mengguncang reputasi perusahaan.

Baca Juga: Shopee Hadirkan Buku AMAN Cegah Pengguna Terjebak Modus Penipuan

"Kami melihat adanya upaya menutupi tindak kejahatan dengan menciptakan narasi yang memecah belah dan menyerang pemegang saham serta direksi lain. Tujuannya untuk menjatuhkan FAB Indonesia dan lari dari tanggung jawab tanpa memikirkan dampaknya bagi klien, kreditur dan karyawan," ujar Fritz Bonny L. Tobing, Direktur Utama FAB Indonesia.

Lebih jauh, ditemukan bahwa laporan audit keuangan tahun 2023 hingga kini tidak pernah diselesaikan. Dengan berbagai alasan, direktur keuangan terus menunda proses audit independen yang seharusnya memperjelas kondisi keuangan perusahaan.

Selain itu, direktur keuangan yang diduga tersebut juga menutup komunikasi dalam grup pengurus dan berbulan-bulan tidak pernah hadir ke kantor untuk menjalankan tanggung jawabnya. Sehingga menghambat upaya manajemen dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas keuangan.

"Langkah hukum ini kami tempuh setelah melalui pertimbangan matang. Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen kami untuk memberikan kejelasan serta keadilan bagi seluruh pemangku kepentingan," lanjut Fritz.

Baca Juga: Terbongkar! Sederet Modus Terbaru Penipuan Mengatasnamakan Shopee yang Wajib Kamu Tahu

Sebagai bagian dari langkah pemulihan dan penegakan integritas, FAB Indonesia kini menyiapkan audit forensik independen oleh lembaga profesional untuk menelusuri seluruh aliran dana periode 2023-2024, baik di perusahaan induk maupun anak usaha.

Audit ini akan menjadi dasar hukum dan administrasi perusahaan dalam memulihkan reputasi serta memastikan proses ke depan berjalan transparan, objektif dan profesional.

PT FAB Indonesia adalah perusahaan induk yang menaungi berbagai entitas di bidang komunikasi, media dan digital commerce.

Perusahaan saat ini tengah menjalani restrukturisasi menyeluruh untuk memperkuat tata kelola, memulihkan reputasi dan mengembalikan kepercayaan para mitra bisnis serta pemangku kepentingan.

Baca Juga: Kemenhaj Ingatkan Warga Waspada Penipuan Tawaran “Haji Tanpa Antre”

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK