KPK Periksa Direktur Pasific Cipta Solusi Soal Kasus Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa lima orang saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di PT Pertamina (Persero) periode 2018–2023.
Salah satunya adalah Elvizar (EL), Direktur PT Pasific Cipta Solusi, yang juga berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan mesin electronic data capture (EDC) di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) periode 2020–2024.
Selain Elvizar, saksi lain yang dipanggil yaitu Eva Novrika, Manager Finance PT Sempurna Global Pertama; Jeffrey Tjahja Indra, SVP Corporate Information and Communication Technology (ICT) Pertamina periode 2013–2020; Rizky Agus Siswati, Accounting Manager PT Sempurna Global Pertama; serta seorang VP HSSE Pertamina.
Baca Juga: KPK Gali Keterangan Mantan Direktur Keuangan Telkom dalam Kasus Digitalisasi SPBU Pertamina
"Pemeriksaan bertempat di Gedung Merki ah Putih KPK atas nama EL, Direktur PT Pasifik Cipta Solusi,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Jakarta, Selasa (30/9/3025).
KPK menyebut, pemeriksaan para saksi dilakukan untuk mendalami dugaan keterlibatan sejumlah pihak dan menelusuri aliran dana dalam proyek digitalisasi SPBU Pertamina.
Sebelumnya, KPK mengumumkan telah menaikkan status perkara ini dari tahap penyelidikan ke penyidikan sejak September 2024. Perkembangan itu disampaikan setelah memanggil sejumlah saksi pada 20 Januari 2025.
Baca Juga: KPK Periksa Sejumlah Saksi Kasus Dugaan Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina
Pada 31 Januari 2025, KPK mengumumkan telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini, meski identitas mereka belum seluruhnya dipublikasikan.
Kemudian, pada 28 Agustus 2025, KPK menyebut penyidikan kasus digitalisasi SPBU Pertamina telah memasuki tahap akhir, termasuk proses penghitungan kerugian negara bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Di sisi lain, pada 9 Juli 2025, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan mesin EDC di BRI. Mereka adalah mantan Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto (CBH), mantan Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI sekaligus mantan Dirut Allo Bank Indra Utoyo (IU), Dedi Sunardi (DS) selaku SEVP Manajemen Aktiva dan Pengadaan BRI, Elvizar (EL) selaku Direktur PT Pasific Cipta Solusi, serta Rudy Suprayudi Kartadidjaja (RSK) selaku Direktur PT Bringin Inti Teknologi.tt
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Korlantas Polri Jemput Bola Pelayanan Pengurusan SIM hingga Desa, Sekolah, Kampus, dan Pesantren
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






