Akurat

Mahfud MD: Saraswati Sebenarnya Cerdas, Tapi Jadi Korban Badai Politik

Ahada Ramadhana | 12 September 2025, 18:45 WIB
Mahfud MD: Saraswati Sebenarnya Cerdas, Tapi Jadi Korban Badai Politik

AKURAT.CO Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, turut mengomentari pengunduran diri Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dari kursi DPR RI.

Menurut Mahfud, Saraswati merupakan anggota DPR RI yang berkualitas dan profesional.

Ia menyebut, pengalaman pribadinya bertemu langsung dengan Saraswati menunjukkan bahwa politisi muda tersebut memiliki kecerdasan dan memahami tugas serta fungsinya sebagai wakil rakyat.

“Saya pernah bertemu dengan Saraswati di Malang. Dari obrolan dan cara berpikirnya, saya bisa melihat dia sosok yang cerdas, tahu tupoksi, dan correct. Dia salah satu anggota DPR yang sebenarnya berkualitas,” kata Mahfud melalui akun X pribadinya, @mohmahfudmd, Jumat (12/9/2025).

Namun, menurut Mahfud, badai politik yang menerjang DPR belakangan ini turut menyeret nama Saraswati. Hal itu membuatnya ikut menjadi korban dinamika politik, meski secara pribadi ia dinilai cukup berintegritas.

“Kadang politik itu kejam. Kalau ada gelombang besar, siapa pun bisa ikut terseret. Termasuk Saraswati,” ujar Mahfud.

Salah satu penyebab Saraswati menjadi sorotan adalah pernyataannya yang sudah lama disampaikan, yakni soal generasi muda yang tidak seharusnya hanya menunggu lapangan kerja dari pemerintah, melainkan harus kreatif menciptakan lapangan kerja sendiri.

Pernyataan tersebut kemudian menuai reaksi keras dari publik di media sosial. Banyak netizen mempertanyakan sumber modal bagi generasi muda untuk bisa menciptakan lapangan kerja.

“Statement itu sebenarnya punya semangat positif, agar anak muda tidak hanya bergantung pada negara. Tetapi dalam konteks komunikasi politik, bisa saja disalahpahami. Dan itu yang terjadi pada Saraswati,” jelas Mahfud.

Baca Juga: Gerindra Minta Pengunduran Diri Rahayu Saraswati dari DPR Jadi Pelajaran Bersama

Ia menegaskan, kegaduhan yang muncul seharusnya tidak menutup fakta bahwa Saraswati tetaplah politisi muda dengan kualitas dan potensi besar.

“Kita jangan menilai orang hanya dari potongan kalimatnya di media sosial. Lihat juga kiprah dan kerja nyatanya di DPR,” kata dia.

Sebelumnya, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra.

Keputusan itu disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, @rahayusaraswati, pada Rabu (10/9/2025).

Rahayu menjelaskan, langkah tersebut berkaitan dengan kontroversi pernyataan yang ia lontarkan dalam sebuah podcast pada Februari 2025 lalu.

Potongan ucapannya, kata dia, kemudian dimanfaatkan pihak tertentu hingga memicu kemarahan publik menjelang peringatan 17 Agustus.

“Tidak ada maksud maupun tujuan saya untuk meremehkan atau merendahkan upaya masyarakat, terutama anak-anak muda yang berjuang di tengah berbagai kesulitan. Kesalahan sepenuhnya ada di saya. Untuk itu, saya memohon maaf sebesar-besarnya,” ujar Rahayu dalam video pernyataannya.

Meski menyatakan mundur, Rahayu berharap masih diberi kesempatan menyelesaikan satu tugas terakhir di parlemen, yakni pembahasan RUU Kepariwisataan di Komisi VII.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pemilih di Dapil Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu atas mandat yang telah diberikan.

Dengan sisa dana aspirasi, Rahayu berkomitmen tetap menyalurkan bantuan bagi masyarakat dapilnya, termasuk pelatihan kewirausahaan, pemberdayaan pemuda, hingga penyediaan alat kesehatan.

“Ingat, berserah bukan berarti menyerah. Perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik tidak harus dari kursi DPR. Selama masih ada ketidakadilan dan rakyat yang belum bisa tersenyum, kita wajib terus berjuang,” pungkasnya.

Baca Juga: Isu Rahayu Saraswati Menpora, Gerindra: Itu Ghibah Politik

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.