Akurat

WNA Jepang Tewas di Exit Tol Karawang, Komisi V DPR Desak Pemerintah Sahkan UU Sistranas

Herry Supriyatna | 1 Agustus 2025, 16:53 WIB
WNA Jepang Tewas di Exit Tol Karawang, Komisi V DPR Desak Pemerintah Sahkan UU Sistranas

AKURAT.CO Kecelakaan tragis kembali terjadi di ruas jalan strategis. Sebuah truk bermuatan tanah terguling di exit Tol Karawang Barat, Jalan Tol Jakarta–Cikampek, Rabu (30/7/2025), dan menimpa kendaraan Toyota Voxy yang ditumpangi seorang warga negara asing (WNA) asal Jepang, Yukihiro Nabae (63).

Korban, yang diketahui merupakan pimpinan PT Nissen Chemitec Indonesia, meninggal dunia di tempat setelah mobilnya terkubur tanah dari truk tersebut.

Tragedi ini memantik reaksi keras dari Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan transportasi.

Anggota Komisi V, Syafiuddin, mendesak pemerintah untuk segera menuntaskan pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang Sistem Transportasi Nasional (RUU Sistranas) sebagai langkah konkret pembenahan sistem transportasi di Indonesia.

“Kejadian seperti ini sudah terlalu sering. Ini bukan sekadar kecelakaan, tapi cermin dari kegagalan sistemik dalam pengawasan moda transportasi, khususnya kendaraan berat dan ODOL (Over Dimension Over Loading),” ujar Syafiuddin, Jumat (1/8/2025).

Menurutnya, keberadaan UU Sistranas sangat penting sebagai payung hukum nasional yang komprehensif untuk menata sistem transportasi, sekaligus mengatur pengawasan ketat terhadap kendaraan ODOL yang selama ini kerap menjadi biang kecelakaan di jalan raya dan tol.

Baca Juga: Pimpinan MPR Dukung Amnesti Hasto dan Abolisi Tom Lembong: Prabowo Jaga Persatuan Bangsa

Ia menambahkan, pendekatan represif semata terhadap truk ODOL tidak cukup. Negara harus hadir dengan kebijakan transisi yang adil bagi para sopir dan pemilik truk kecil agar tidak kehilangan mata pencaharian.

“Penertiban tidak boleh mematikan penghidupan driver. Harus ada solusi nyata dan skema yang manusiawi. Negara tidak boleh lepas tangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Syafiuddin menyoroti minimnya sistem pemantauan dan penindakan digital di ruas-ruas jalan tol padat seperti Karawang Barat.

Ia mendorong koordinasi lintas sektor antara Kemenhub, pengelola tol, dan kepolisianuntuk menciptakan sistem pengawasan yang terintegrasi dan berbasis data.

“Zona exit tol seperti Karawang Barat adalah kawasan industri, padat kendaraan berat, dan rawan kecelakaan. Harus ada sistem deteksi dini dan tindakan cepat,” katanya.

Syafiuddin turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban, termasuk kepada pihak Kedutaan Besar Jepang serta komunitas ekspatriat di Indonesia.

“Ini tragedi yang memilukan. Korban adalah seorang pimpinan perusahaan asing yang telah berkontribusi untuk industri nasional. Keselamatan warga, baik lokal maupun asing, harus jadi prioritas utama,” pungkasnya.

Peristiwa bermula ketika sebuah truk tanah terguling di jalan menurun menjelang gerbang keluar Tol Karawang Barat.

Tanah muatan truk langsung menimpa Toyota Voxy yang dikendarai Yukihiro Nabae.

Baca Juga: Prabowo Tunjuk Sugiono Gantikan Ahmad Muzani sebagai Sekjen Partai Gerindra

Mobil tertimbun penuh, dan korban tewas di tempat akibat tertimpa beban tanah dalam volume besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.