Akurat

Siapa RBS? Sosok yang Diduga Peraih Keuntungan Terbesar dari Korupsi Timah

Wahyu SK | 4 Juli 2025, 16:27 WIB
Siapa RBS? Sosok yang Diduga Peraih Keuntungan Terbesar dari Korupsi Timah

AKURAT.CO Inisial RBS dalam kasus korupsi timah merujuk pada Robert Priantono Bonosusatya atau Robert Bonosusatya, pengusaha senior yang pernah menjadi pucuk pimpinan PT Refined Bangka Tin (RBT), salah satu mitra utama PT Timah Tbk.

Nama Robert Bonosusatya atau RBS mencuat sebagai salah satu tokoh kunci dalam skandal korupsi tata niaga timah periode 2015-2022.

Lantas, apa saja dugaan peran Robert Bonosusatya alias RBS dalam kasus korupsi timah?

RBS diduga sebagai aktor intelektual dan penikmat utama hasil korupsi tata niaga timah di PT Timah Tbk. periode 2015-2022 dengan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp271 triliun hingga Rp300 triliun.

Baca Juga: KPK Sita Dokumen hingga Uang dari Rumah Robert Bonosusatya dalam Penyidikan Kasus Korupsi Rita Widyasari

Dituding menginisiasi pertemuan-pertemuan awal dan skema bisnis yang menjadi dasar korupsi seperti skema sewa smelter, penambangan di wilayah PT Timah dan penjualan hasil tambang ke PT Timah sendiri melalui berbagai perusahaan swasta yang terafiliasi dengannya.

Robert Bonosusatya diduga mendirikan dan mendanai berbagai perusahaan cangkang yang digunakan sebagai alat korupsi. Termasuk PT Refined Bangka Tin, PT Tinindo Internusa, PT Sariwiguna Binasentosa, PT Stanindo Inti Perkasa dan CV Venus Inti Perkasa.

Namanya muncul dalam surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, di mana Jaksa menyebut RBS pernah melakukan pertemuan dengan para direktur PT Timah dan perwakilan PT RBT untuk membahas kerja sama yang menjadi pintu masuk korupsi.

Dugaan-dugaan tersebut membuatnya diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Kejaksaan Agung pada 1 April 2024.

Baca Juga: Profil Robert Bonosusatya, Diduga Jadi Bos Besar Harvey Moeis dalam Kasus Korupsi Timah

Hingga kini, Robert Bonosusatya belum ditetapkan sebagai tersangka meski desakan publik dan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) sangat kuat.

MAKI juga menyebut RBS sebagai otak dan orang yang paling banyak menikmati hasil korupsi timah. Bahkan namanya turut disebut sebagai mafia besar oleh anggota Komisi VI DPR.

Ada dugaan Robert Bonosusatya saat ini berada di luar negeri sehingga jika ditetapkan sebagai tersangka, penegak hukum disarankan segera menerbitkan red notice interpol.

Selain itu, diketahui RBS memiliki hubungan dekat dengan beberapa terdakwa utama kasus korupsi timah, seperti Suparta (Dirut PT RBT), Harvey Moeis dan Helena Lim.

Baca Juga: Kejagung Periksa Pengusaha Robert Bonosusatya Terkait Kasus Korupsi Timah

Robert Bonosusatya diduga meminta Harvey dan Helena untuk memanipulasi uang hasil korupsi dengan modus CSR (Corporate Social Responsibility).

Meski terdapat dugaan tersebut, RBS membantah memiliki saham atau jabatan di PT RBT walaupun mengakui hubungan dekat dengan Suparta, Dirut PT RBT.

Kuasa hukum RBS menegaskan tidak ada nama kliennya dalam dokumen kepemilikan atau manajemen PT RBT, namun penyidik tetap mendalami peran dan keterlibatannya.

Menurut MAKI, peran RBS dalam kasus ini dinilai lebih besar jika dibandingkan dengan Harvey Moeis dan Helena Lim, sehingga diharapkan proses hukum dapat berjalan secara adil dan proporsional dengan mempertimbangkan tingkat keterlibatan masing-masing pihak.

Baca Juga: Dalami Kasus Rita Widyasari, KPK Geledah Rumah Pengusaha Robert Bonosusatya

Laporan: Aqila Shafiqa Aryaputri/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK