Akurat

Misteri Kematian Mahasiswa UKI: Menanti Kepastian Penyebab di Kampus

Yusuf | 8 April 2025, 10:17 WIB
Misteri Kematian Mahasiswa UKI: Menanti Kepastian Penyebab di Kampus

AKURAT.CO Kasus kematian mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), Kenzha Ezra Walewangko (22), masih menjadi misteri dan belum menemukan titik terang. Hingga kini, penyebab kematian Kenzha yang terjadi pada Selasa (4/3/2025) masih belum terungkap secara jelas.

Awalnya, dugaan kuat menyebutkan bahwa Kenzha meninggal akibat pengeroyokan. Namun, hingga saat ini, pihak kepolisian belum menemukan bukti konkret yang mengarah pada dugaan tersebut, termasuk pelaku yang terlibat dalam insiden tersebut.

Baca Juga: Kata Rektor UKI Soal Pengeroyokan Maut Mahasiswa di Kampus

Ayah korban, E.H. Happy Walewangko, mendesak pihak kepolisian untuk bersikap transparan dalam mengungkap penyebab kematian anaknya.

"Kami sangat berharap kepolisian bisa terbuka dan memberikan kejelasan mengenai hasil otopsi Kenzha," ujar Happy pada Senin (7/4/2025).

Menurut Happy, transparansi ini sangat penting agar keluarga mendapatkan kepastian mengenai penyebab kematian putranya. Ia mengungkapkan bahwa hingga kini, hasil otopsi tersebut belum diberikan kepada keluarga korban.

Keluarga Yakin Kenzha Meninggal karena Pengeroyokan

Happy meyakini bahwa putranya meninggal akibat dianiaya secara brutal hingga mengalami luka-luka serius di tubuhnya. Dugaan ini diperkuat dengan sejumlah bekas luka yang ditemukan di tubuh Kenzha, termasuk lebam di bagian punggung serta jejak sepatu yang tampak jelas di pundak belakang sebelah kiri.

"Saat jenazah Kenzha dimandikan, kami menemukan luka lebam di sekujur punggungnya, bahkan ada bekas sol sepatu yang terlihat jelas di pundak kiri bagian belakang," ungkapnya.

Selain itu, ditemukan juga bekas pukulan benda tumpul yang menyerupai balok di bagian belakang tubuhnya. Happy menjelaskan bahwa bagian kepala, terutama di telinga kanan atas dan belakang kepala, mengalami luka serius hingga menyebabkan tengkorak terlihat remuk.

"Menurut kakaknya yang memandikan jenazah, ada tulang rusuk yang patah di bagian kiri. Kami sangat yakin bahwa sebelum meninggal, Kenzha mengalami siksaan berat," tambahnya.

Baca Juga: Diinisiasi Tokoh Kristen, Begini Perjalanan Berdirinya UKI

Keluarga mengaku sangat terpukul dengan kondisi jenazah Kenzha. Meski berat, mereka tetap ingin melihat langsung bukti fisik atas dugaan kekerasan yang dialami putra mereka.

Penjelasan dari Pihak Kepolisian

Di sisi lain, Polres Metro Jakarta Timur menyatakan telah menerima hasil laboratorium forensik (labfor) terkait kematian Kenzha, meskipun baru secara lisan.

"Hasil otopsi secara resmi memang belum kami terima, namun laporan lisan terkait hasil labfor sudah ada," kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, pada Rabu (26/3/2025).

Meskipun begitu, pihak kepolisian masih menunggu hasil otopsi resmi untuk memastikan penyebab pasti kematian Kenzha.

Nicolas menegaskan bahwa tidak ada upaya untuk mengulur-ulur waktu dalam proses penyelidikan ini. Ia menekankan bahwa penyidik perlu memastikan seluruh barang bukti, termasuk hasil pemeriksaan digital forensik terhadap rekaman CCTV, analisis jaringan komunikasi, histopatologi, toksikologi, serta pemeriksaan DNA sebelum menyimpulkan penyebab kematian korban.

"Kami menerapkan prinsip scientific crime investigation dalam menangani kasus ini. Semua pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh agar hasilnya akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," jelas Nicolas.

Kasus ini masih terus dalam tahap penyelidikan mendalam untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian Kenzha Ezra Walewangko.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
R