Hasto Dikabarkan Jadi Tersangka, PDIP Masih Bungkam

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dikabarkan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap yang melibatkan mantan calon anggota DPR dari PDIP, Harun Masiku.
Informasi ini semakin kuat setelah Hasto disebut telah menjalani gelar perkara di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat, 20 Desember 2024.
Akurat.co telah mencoba menghubungi Ketua DPP PDIP Bidang Hukum dan Reformasi, Ronny Talapessy, serta Ketua DPP PDIP Bidang Pemilu, Deddy Yevri Sitorus, lewat pesan singkat maupun sambungan telepon. Tapi mereka belum merespons alias masih bungkam sampai berita ini dilaporkan.
Kendati demikian, redaksi terus mencoba menghubungi pihak PDIP untuk mengklarifikasi kabar tersebut.
Penetapan Hasto sebagai tersangka didasarkan pada Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) bernomor Sprin.Dik/-153/DIK.00/01/12/2024, tertanggal 23 Desember 2024.
Baca Juga: KPK Tetapkan Hasto Kristiyanto Sebagai Tersangka dalam Kasus Suap Harun Masiku
Ia diduga melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b, atau Pasal 13 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
Dalam proses penyelidikan, KPK menyita sejumlah barang penting milik Hasto, termasuk sebuah telepon genggam dan buku catatan.
Penyitaan ini dilakukan pada 10 Juni 2024, saat Hasto diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait penetapan anggota DPR periode 2019–2024.
Di tengah mencuatnya kasus Hasto, dinamika internal PDIP juga memanas. Pihak PDIP sebelumnya menduga ada upaya dari pihak luar untuk mengacaukan stabilitas internal partai menjelang Kongres PDIP yang akan digelar pada 2025.
Ketua DPP PDIP, Ronny Talapessy, mengungkapkan bahwa munculnya sejumlah baliho dan spanduk yang menyerang Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, turut menciptakan situasi yang tidak kondusif.
Beberapa spanduk bahkan menyebut kepengurusan PDIP 2024–2025 sebagai ilegal.
Baca Juga: Hukum Mengucapkan Natal Menurut Ustaz Adi Hidayat: Haram Mencampuri Ibadah
"Beredarnya baliho dan spanduk yang bersifat menghasut telah menciptakan kondisi siaga 1 di internal PDI Perjuangan.
Ini menunjukkan adanya upaya untuk ‘mengawut-awut’ partai menjelang Kongres sebagaimana disampaikan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri,” ujar Ronny dalam konferensi pers di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (19/12/2024) malam.
Kasus Hasto Kristiyanto dan dinamika internal menjelang Kongres 2025 menunjukkan bahwa PDI Perjuangan sedang menghadapi tekanan besar.
Sementara itu, publik menanti langkah tegas KPK untuk menuntaskan kasus suap Harun Masiku yang telah menjadi sorotan selama bertahun-tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









