Akurat

Dugaan Kekerasan Komisioner KPU Paniai, PDIP Minta Kapolri Bertanggung Jawab

Paskalis Rubedanto | 13 Desember 2024, 23:54 WIB
Dugaan Kekerasan Komisioner KPU Paniai, PDIP Minta Kapolri Bertanggung Jawab

AKURAT.CO DPP PDI Perjuangan (PDIP) mengungkap dugaan kekerasan, yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap Komisioner KPU Paniai, Papua Tengah, dalam Sidang Pleno Rekapitulasi Perhitungan Suara Tingkat Distrik di Kabupaten untuk Calon Bupati/Wakil Bupati dan Calon Gubernur/Wakil Gubernur di Kabupaten Paniai, Rabu, (11/12/2024).

Sikap itu disampaikan DPP PDIP, yang menganggap Polri telah mengintervensi persidangan pleno rekapitulasi tingkat distrik se-Kabupaten Paniai oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) serta Bawaslu Kabupaten Paniai.

Ketua DPP PDIP, Ronny Talapessy, mengatakan kejadian ini merupakan upaya untuk menggagalkan pleno yang ada di Papua Tengah.

"Dan kami menduga dalam hal ini aparat kepolisian telah melakukan keberpihakan kepada salah satu pasangan calon gubernur yang ada di Papua Tengah, sehingga kami meminta kepada Kapolri atau kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo agar mencopot Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papera, dan juga Kapolres Paniai Kompol Deddy Agusthinus Puhiri, dan juga Kabagops Polres Paniai AKP. Hendry Joedo Manurung," katanya dalam konferensi pers di Gedung DPP PDIP, Jakarta, Jumat (13/12/2024).

Baca Juga: Soal Usulan Kepala Daerah Dipilih DPRD, KPU Siap Ikuti Keputusan Pemerintah

Dalam konferensi pers itu, DPP PDIP memutar sejumlah video bukti kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah oknum aparat dalam rekapitulasi suara di Kabupaten Paniai, Papua Tengah.

Ronny juga menyampaikan, bahwa kepolisian setempat telah melakukan kriminalisasi terhadap Ketua KPUD Paniai. Dia mengatakan, informasi ini didapatkannya dari laporan masyarakat yang ada di Paniai.

"Kami meminta untuk masyarakat yang ada di Papua Tengah yang merupakan pendukung PDI Perjuangan agar mengawal proses ini, menjaga demokrasi, agar jangan demokrasi ini dirusak oleh kepentingan-kepentingan politik, syahwat kekuasaan yang dipertontonkan secara luas dan yang sudah tersebar di media sosial dan di media," jelas Ronny.

Sementara itu, Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu PDIP, Deddy Sitorus, mengatakan rekaman video yang didapat oleh Partai menunjukkan bahwa aparat kepolisian dengan gamblang melakukan intervensi.

"Kami ingin membuka mata hati dan meminta perhatian dari Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, terutama agar meminta pertanggungjawaban dari Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas apa yang terjadi pada perhitungan rekapitulasi suara untuk Provinsi Papua Tengah," ujar Deddy.

"Di mana menurut kami hal ini secara telanjang menunjukkan bagaimana kebrutalan dari aparat yang mencoba merampok, membegal hasil pemilu kita," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.