KPK Sita Uang Rp7 Miliar dari OTT Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai Rp7 miliar dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah.
"Total uang yang diamankan pada kegiatan tangkap tangan ini sejumlah total Rp7 miliar. Dalam mata uang rupiah, dolar Amerika dan dolar Singapura," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Minggu (24/11/2024) malam.
Menurutnya, barang bukti uang tersebut disita penyidik KPK dari empat lokasi berbeda.
Sebanyak Rp32,5 juta ditemukan di mobil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Selatan, Saidirman.
Uang Rp120 juta ditemukan di rumah Kabiro Pemerintahan dan Kesra Bengkulu, Ferry Ernest Parera.
Penyidik kemudian menemukan Rp370 juta di mobil Rohidin Mersyah.
Baca Juga: Ditangkap KPK, Kekayaan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah Rp4,1 Miliar
Kemudian, sebanyak Rp6,5 miliar ditemukan di rumah dan mobil Adc Gubernur Bengkulu, Evriansyah alias Anca.
Dalam OTT tersebut, penyidik KPK menangkap delapan orang, yakni Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah; Sekretaris Daerah Bengkulu, Isnan Fajri; dan Ajudan Gubernur Bengkulu, Evrianshah alias Anca.
Lima orang lainnya yakni Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Selatan, Saidirman; Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu, Syarifudin; Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, Syafriandi; Kabiro Pemerintahan dan Kesra Provinsi Bengkulu, Ferry Ernest Parera; dan Kadis PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso.
Kedelapan orang tersebut kemudian diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan intensif, hanya tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Rohidin Mersyah, Isnan Fajri dan Evrianshah.
"KPK selanjutnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni RM, IF dan EV," kata Alex.
Baca Juga: KPK Tetapkan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah sebagai Tersangka
Terhadap ketiganya langsung dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan KPK.
Ketiga tersangka dijerat Pasal 12 huruf (e) dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20/2001 juncto Pasal 55 KUHP.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








