Akurat

Presiden Prabowo Perintahkan Menteri Komdigi Dukung Polri Berantas Judi Online

Paskalis Rubedanto | 3 November 2024, 08:16 WIB
Presiden Prabowo Perintahkan Menteri Komdigi Dukung Polri Berantas Judi Online

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, mendukung penegak hukum dalam memberantas judi online.

Melalui akun Instagram @meutya_hafid, Meutya bercerita bahwa dirinya baru saja diminta Presiden untuk melaporkan perkembangan terakhir terkait penanganan judi online.

"Saya mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk terus mendukung Polri dalam memberantas praktik judi online. Terutama yang melibatkan oknum di lingkungan pemerintahan termasuk di dalam kementrian yang saya pimpin," katanya, Minggu (3/11/2024).

Menurut Meutya, Kepala Negara menilai bahwa langkah yang telah dijalankan olehnyasaat ini sudah benar dan harus terus dilanjutkan.

"Presiden menegaskan bahwa langkah-langkah yang kami ambil sudah berada di jalur yang tepat dan meminta kami untuk meneruskan upaya ini dengan konsisten," jelasnya.

Baca Juga: Indonesia Mitra Baik Semua Negara, Prabowo: Tapi Kita Tak Ingin jadi Kacung!

Maka dari itu, Meutya berkomitmen untuk terus memfasilitasi penyidikan kasus judi online yang menimpa sejumlah pegawai Kementerian Komdigi beberapa waktu lalu.

"Dengan dukungan dan arahan tegas dari Presiden, kami siap memfasilitasi pengembangan penyidikan ini. Termasuk, jika diperlukan, untuk membuka akses lebih lanjut ke kantor Kementrian Komunikasi dan Digital," jelasnya.

"Ini adalah komitmen kami kepada publik untuk menghadirkan ruang digital yang aman sesuai arahan Presiden," tutup Meutya. 

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengamankan 11 orang terkait judi online yang melibatkan sejumlah oknum pejabat Kementerian Komdigi.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, mengatakan, polisi menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus judi online yang melibatkan staf khusus Kementerian Komdigi.

Alhasil total tersangka berjumlah 14 orang.

Baca Juga: Akan Kunker ke Luar Negeri, Prabowo Minta Izin ke Rakyat: Bukan Jalan-jalan ya

"Kita sudah melakukan penangkapan 14 orang tersangka dan akan terus melakukan pengembangan," katanya, Sabtu (2/11/2024).

Wira merinci, 14 orang tersebut di antaranya 11 oknum dari Komdigi dan tiga warga sipil.

Meski begitu, dia belum mengungkapkan secara detail terkait identitas para tersangka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.