Diduga Lakukan Kekerasan Perempuan, AMPPUH Desak Politisi Ini Ditangkap

AKURAT.CO Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Hukum Indonesia (AMPPUH) menggelar unjuk rasa di depan Gedung Mabes Polri, Jakarta, Senin (14/10/2024).
Mereka meminta atensi Kepala Polri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kepada Polrestabes Medan menangkap Masinton Pasaribu, politisi yang diduga melakukan kekerasan terhadap perempuan.
Koordinator Aksi AMPPUH, AM Yamco, mengungkapkan bahwa Masinton Pasaribu diduga telah melakukan kekerasan terhadap perempuan yakni atas nama Camelia Neneng.
Karena itu, AMPPUH meminta Kapolri untuk memerintahkan Polrestabes Medan menangkap Masinton Pasaribu.
"Pak Kapolri tolong segera tangkap Masinton Pasaribu. Diduga pelaku kekerasan terhadap perempuan" kata Yamco.
Dia menjelaskan, kasus ini sebelumnya secara resmi telah dilaporkan ke Polrestabes Medan dengan nomor laporan LP/B/2795/X/2024/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumatra Utara pada tanggal 7 oktober 2024.
Maka AMPPUH meminta Kapolri untuk menunjukkan kinerja Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (Dit PPA) dan PPO (Pidana Perdagangan Orang) dengan mengusut pelaku kekerasan terhadap perempuan.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Jerman vs Belanda: Oranje Andalkan Joshua Zirkzee di Allianz Arena
Senada dengan itu, A. Pratama, selaku kordinator lapangan menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan penyidik Polrestabes Medan terhadap Camelia Neneng jelas mengalami lebam di bagian dada dan bukti baju korban yang beberapa kancingnya putus. Juga dilengkapi rekaman CCTV.
"Jelas Kasat Reskrim, Kompol Jama Purba, telah menyampaikan hasil pemeriksaan. Tunggu apalagi, bukti sudah cukup lengkap, baik baju korban, hasil visum dan rekaman CCTV. Segera tangkap dan hukum Masinton Pasaribu," jelasnya.
Menurut Pratama, massa AMPPUH juga akan menyampaikan aspirasi ke Komisi Nasional Perlindungan Perempuan.
Setelah berorasi bergantian, massa AMPPUH membubarkan diri dan berjanji akan mengawal kasus ini sampai mendapat atensi dari Kapolri.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Tapanuli Tengah, Camelia Neneng Susanty Sinurat, melaporkan Masinton Pasaribu yang juga calon Bupati Tapanuli Tengah ke Polrestabes Medan atas dugaan penganiayaan dan pelecehan.
Baca Juga: Bawaslu Jakarta Tak Ingin Isu SARA Mencuat lagi Seperti di Pilkada 2017
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, mengatakan, Masinton diduga membuka paksa kemeja Camelia Neneng hingga kancing bajunya terlepas di muka umum.
Hadi mengatakan, dalam kasus ini kedua belah pihak saling melapor.
Awalnya, Camelia Neneng melaporkan Masinton ke Polrestabes Medan.
Kemudian, pihak Masinton Pasaribu dengan pelapor Pranata Situmeang melaporkan Camelia Neneng dan Arimitara Halawa ke Polda Sumut dengan dugaan berita bohong serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
"Camelia Neneng dan Arimitara Halawa dilaporkan atas dugaan berita bohong, Undang-Undang ITE," katanya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Jama Kita Purba, mengatakan, ada luka lebam di dada Camelia Neneng karena diduga dianiaya oleh Masinton Pasaribu.
Menurutnya, luka lebam itu ditemukan usai Camelia Neneng melakukan visum.
"Jadi, ini laporannya terkait dugaan penganiayaan dan pelecehan seksual. Kemarin Camelia sudah menjalani visum," kata Jama.
Baca Juga: Polri Telah Ajukan Kandidat untuk Ikut Seleksi Ajudan Presiden-Wapres Terpilih
"Didapati luka (lebam) di bagian dada Camelia dan adanya kerusakan di bagian kancing bajunya," tambahnya.
Menurut Jama, penyidik juga telah memeriksa empat saksi yang saat itu berada di lokasi, termasuk Camelia Neneng.
Petugas juga mengamankan rekaman CCTV di lokasi serta pakaian yang dikenakan Camelia Neneng saat kejadian.
Penyidik dalam waktu dekat akan melakukan gelar perkara.
Namun, Jama belum mendapatkan informasi apakah ada pertemuan antara Camelia Neneng dan Masinton Pasaribu untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Kalau terkait perdamaian dari antara dua belah pihak, kita belum dapat informasi," katanya.
Peristiwa yang melibatkan keduanya terjadi di Sibolang Durian, Jalan Iskandar Muda, Kota Medan, pada Minggu (6/10/2024).
Sebagaimana diungkapkan oleh Anggota DPRD Tapteng dari Fraksi PDIP, Ari Mitara Halawa.
Awalnya, Masinton menyinggung soal Pilkada Tapteng. Sebagaimana diketahui, Masinton maju sebagai calon Bupati Tapteng bersama Mahmud Efendi sebagai wakilnya.
Baca Juga: Progres Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Capai 31 Persen, Heru Budi: Lebih Cepat dari Target
Namun Ari dan Camelia dianggap tidak mendukung perjuangan Masinton.
"Kenapa kau tidak tegak lurus? Buka bajumu itu kalau kau tak mau tegak lurus," kata Ari, menirukan pernyataan Masinton.
Meski sama-sama kader PDIP, Camelia Neneng melaporkan Masinton Pasaribu karena menarik bajunya.
Kaget ditarik hingga kancing bajunya terlepas, Camelia Neneng menangis dan akhirnya melaporkan eks anggota DPR tersebut ke Polrestabes Medan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









