Polres Jaksel Bantah Adanya Kekerasan terhadap Rasich Hanif saat Proses Eksekusi

AKURAT.CO Polres Metro Jakarta Selatan membantah adanya kekerasan terhadap pemilik tanah, Rasich Hanif, saat eksekusi rumah makan dan Kopi Cilandak di Jalan Lebak Bulus III/15 RT 08//04 Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan pada Kamis (12/9/2024).
"Tidak benar informasi tersebut, semua ada rekaman utuh videonya," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Rahmat Idnal, saat dihubungi wartawan, Senin (16/9/2024).
Bahkan, Ade Rahmat menyebutkan, pihaknya sempat membantu Rasich selama proses eksekusi. Sebab, anak dari Menteri Pekerjaan Umum (PU) pada era Soeharto, Radinal Mochtar ini, sempat mengalami sesak nafas.
Baca Juga: PN Jaksel: Rasich Meninggal Bukan Karena Bentrokan Fisik dari Petugas Eksekusi
"Malah anggota kami membantu beliaunya saat sesak nafas, karena yang bersangkutan memang memiliki riwayat sakit jantung," tukas dia.
Saat ini, kasus ini tengah didalami oleh Polsek Cilandak. Namun, keluarga tak menyetujui autopsi korban untuk memastikan penyebab kematian.
Sebagai informasi, kuasa hukum Hanif, Tubagus Noorvan, mengutarakan bahwa seseorang sempat melayangkan pukulan kepada kliennya di bagian dada saat kericuhan pada eksekusi.
"Dia sempat dipukul dadanya. Saya liat dalam rekaman YouTube. Pas lagi didorong itu ada orang yang mendorong atau memukul dada sehingga kehilangan kesadaran dan digotong," ujar Tubagus.
Hal ini berbeda dengan klaim PN Jakarta Selatan yang menyebut Hanif tiba-tiba terjatuh lemas dan digendong ke dalam rumah saat eksekusi berlangsung.
"Bahwa ketika kondisi almarhum semakin lemah, maka kemudian dilarikan ke RS Mayapada, namun tidak tertolong (meninggal dunia)," ungkap Humas PN Jaksel, Djuyamto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









