Akurat

APPRI Curiga Ada Pihak yang Sengaja Hembuskan Citra Negatif Tan Paulin

Oktaviani | 5 September 2024, 09:09 WIB
APPRI Curiga Ada Pihak yang Sengaja Hembuskan Citra Negatif Tan Paulin

AKURAT.CO Asosiasi Pengusaha Pertambangan Rakyat Indonesia (APPRI) menilai ada pihak yang sengaja menunggangi atau memanfaatkan pemanggilan Dewan Pembina APPRI, Tan Paulin, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Dugaan itu disampaikan Ketua Umum APPRI, Rudi Prianto, kepada wartawan dalam jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2024) malam.

Menurutnya, Tan Paulin adalah sosok yang profesional dalam menjalankan bisnis pertambangan batubara.

Bahkan, "Ratu Batubara" itu selalu mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan bisnis pertambangan.

Menurut Rudi, Tan Paulin merupakan pengusaha tambang yang taat hukum dalam menjalankan bisnisnya.

Tan Paulin juga selalu berpesan agar jajaran atau pengusaha tambang yang tergabung dalam APPRI untuk tidak melanggar aturan.

"Beliau adalah profesional. Pesan beliau, jangan ada yang melanggar aturan," katanya Prianto menepis kabar negatif yang sengaja dihembuskan soal Tan Paulin.

Rudi secara gamblang menyebut, pihak yang diduga membuat citra negatif merupakan kompetitor bisnis Tan Paulin atau pemain tambang batubara ilegal.

"Ini keliatannya ada aktor dibalik ini. Ini persaingan bisnis. Kalau analisa saya itu 1000 persen (persaingan bisnis)," ujarnya.

Selaku Dewan Pembina, Tan Paulin selalu mendorong APPRI untuk membantu rakyat melakukan penambangan secara legal berdasarkan aturan yang berlaku.

Baca Juga: Ketua DPR: Tunjukkan kepada Dunia bahwa Indonesia Negara Toleransi

Rudi memastikan Tan Paulin selalu menyuarakan suara rakyat dan mengadvokasi rakyat untuk melakukan penambangan secara legal.

"Bu Tan Paulin adalah pembina APPRI yang betul menyuarakan suara rakyat bahkan memberantas illegal mining," ujarnya.

Di sisi lain, KPK sudah dua kali melakukan audiensi dengan APPRI untuk memperoleh pendalaman soal permasalahan dunia usaha di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Pasalnya, APPRI merupakan organisasi yang kerap mengedukasi rakyat untuk melakukan penambangan dengan aturan hukum. APPRI diundang Direktorat Pencegahan dan Monitoring KPK untuk membantu Komisi Antirasuah melakukan pencegahan korupsi di dunia usaha.

"Kita kencang menegakkan aturan tapi pembina kami dijustifikasi seolah-olah tersangka yang sudah diputus," kata Rudi.

Sekjen APPRI, Lukman Malanuang, dalam kesempatan yang sama mengatakan, selain memberi saran kepada KPK untuk tata kelola pertambangan.

APPRI juga aktif memberikan masukan kepada Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM sejak tahun 2023.

Menurut Lukman, audiensi yang dilakukan APPRI berdampak untuk menggerakkan perekonomian daerah dalam bentuk peningkatan pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

"Kami mengadakan audiensi dengan Dirjen Minerba bagaimana agar pertambangan ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.

Lukman juga menyayangkan kabar negatif Tan Paulin yang sengaja dihembuskan dan dinarasikan seakan-akan terkait dengan peristiwa yang didalami KPK.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Asmara 5 September 2024: Virgo Jangan Berkata Kasar terhadap Pasangan!

"Beliau pebisinis secara profesional sebagai trader dibidang pertambangan batubara ini. Bahkan beliau mendorong agar terbentuknya transparansi dan akuntabilitas yang apabila semakin transparan semakin akunbtable maka partisipasi masyarkat akan semakin banyak. Beliau juga mendorong pertambangan ini melibatkan pemangku kepentingan," terangnya.

Diketahui, Tan Paulin diperiksa KPK sebagai saksi kasus korupsi yang menjerat tersangka mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
Reporter
Oktaviani
W
Editor
Wahyu SK