Staf Hasto Trauma Usai Diperiksa KPK, Pengacara: Dia Diintimidasi

AKURAT.CO Staf Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto, Kusnadi, disebut merasa trauma setelah pemeriksaan yang dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 10 Juni 2024 lalu.
Kuasa Hukum Kusnadi, Petrus Selestinus, mengatakan pemeriksaan ini berkaitan dengan dugaan korupsi berupa suap pergantian antar waktu (PAW) anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2019-2024, yang menjerat eks Caleg PDIP, Harun Masiku.
"Dia masih trauma dengan peristiwa tanggal 10 kemarin ya," kata Petrus di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/6/2024).
Dia menjelaskan, pada pemeriksaan saat itu kliennya mengalami intimidasi, terutama saat digeledah. Menurutnya, penyidik tak menerapkan hak asasi manusia (HAM) saat proses itu.
Baca Juga: Ini Alasan Kusnadi Staf Hasto Laporkan Penyidik KPK ke Bareskrim Polri
"Dia trauma diintimidasi, diperlakukan sewenang-wenang, terlebih prosedur penyitaan prosedur penggeledahan dan hal-hal lain yang bersyarat harus menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia dalam proses perkara itu tidak diterapkan oleh KPK," ujarnya.
Dalam kasus ini, penyidik KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap Hasto Kristiyanto pada 10 Juni 2024 lalu. Saat melakukan pemeriksaan, KPK menyita ponsel milik Sekjen PDIP itu.
Selain ponsel milik Hasto, penyidik juga merampas ponsel Kusnadi, dan buku partai berisi catatan pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dengan Hasto.
Hasto menuturkan, stafnya bernama Kusnadi dipanggil penyidik saat dirinya masih di ruang pemeriksaan. Saat itu, penyidik meminta Kusnadi menyerahkan tas dan HP Hasto.
Diketahui, Hasto diduga dipanggil penyidik untuk didalami mengenai informasi baru dugaan keberadaan Harun Masiku. Selain keberadaan, KPK mengendus adanya upaya menghalangi pencarian Harun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







