AKURAT.CO Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus terus mendalami kasus korupsi dalam pengelolaan tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) di PT Timah Tbk. tahun 2015-2022.
Kejagung telah menetapkan 21 orang sebagai tersangka, melakukan pemblokiran 66 rekening dan menyita banyak aset dalam perkara yang merugikan negara sebesar Rp271 triliun.
Namun, tidak berhenti sampai di situ.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana, mengatakan, tim penyidik hari ini (Jumat, 17/5/2024) melakukan pemeriksaan terhadap empat orang.
Keempat orang yang diperiksa yakni dari ESDM, mereka adalah Yapiter (Y) selaku Cabang Dinas ESDM untuk Wilayah Bangka Tengah dan Bangka Selatan; Robbi (R), Inspektur Tambang Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung; Heri K (HK), Inspektur Tambang Dinas ESDM Kepulauan Bangka Belitung; dan Suryono (S), Inspektur Tambang Dinas ESDM Kepulauan Bangka Belitung.
Mereka diperiksa terkait dengan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) di PT Timah Tbk. tahun 2015-2022 atas nama Tersangka Tamron alias Aon dan kawan-kawan.
"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud," kata Kapuspenkum.
Diketahui, Kejagung dalam kasus dugaan korupsi tata niaga timah yang diduga merugikan negara sebesar Rp271 triliun telah menetapkan 21 tersangka.
Salah satunya terkait kasus merintangi atau menghalangi penyidikan.
Adapun, puluhan tersangkanya yakni HL selaku beneficiary owner; FL, marketing PT TIM; SW, Kepala Dinas ESDM Kepulauan Bangka Belitung tahun 2015 hingga awal Maret 2019.
Kemudian BN selaku Plt Kadis ESDM Babel pada 2019 dan AS selaku Plt Kadis ESDM Babel.
Lalu Mochtar Riza Pahlevi Tabrani (MRPT), Dirut PT Timah Tbk. 2016-2021; Emil Ermindra (EE), Direktur Keuangan PT Timah Tbk. 2018; Alwin Albar (ALW), Direktur Operasional PT Timah Tbk.
Suwito Gunawan (SG), Komisaris PT Stanindo Inti Perkasa; MB Gunawan (MBG), Direktur PT Stanindo Inti Perkasa; Hasan Tjhie (HT), Dirut CV Venus Inti Perkasa (VIP); Kwang Yung alias Buyung (BY), mantan Komisaris CV VIP.
Robert Indarto (RI) sebagai Dirut PT SBS; Tamron alias Aon (TN), pemilik manfaat atau benefit official ownership CV VIP; Achmad Albani (AA), Manager Operational CV VIP; Suparta (SP), Dirut PT Refined Bangka Tin (RBT).
Reza Andriansyah (RA), Direktur Pengembangan PT RBT; Rosalina (RL), General Manager PT Tinindo Inter Nusa (TIN); Toni Tamsil, pihak swasta; Helena Lim, Manager Marketing PT Quantum Skyline Exchange (QSE); dan Harvey Moeis, perwakilan PT RBT, yang juga suami dari artis Sandra Dewi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








