Kasus Taruna STIP Jakarta Meninggal, DPR Desak Pertanggungjawaban BPSDM Kemenhub
AKURAT.CO Kejadian tragis meninggalnya salah satu taruna STIP Jakarta memunculkan pertanyaan serius oleh Anggota DPR RI, Toriq Hidayat, tentang tanggung jawab Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Dengan tugas pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia, BPSDM harusnya memiliki sistem yang kokoh untuk memastikan keselamatan peserta didik. Dari peristiwa ini menimbulkan keraguan kami akan kemampuan memenuhi kewajiban tersebut,” tutur Toriq dalam keterangan resmi, Selasa (7/5/2024).
Baca Juga: Kolaborasi STIP-UGM Kejar Misi Lahirkan Pelaut Berbasis Riset
Anggota Komisi V dari Fraksi PKS ini menginginkan transparansi penuh dari BPSDM dan Kementerian Perhubungan dalam menyelidiki penyebab kematian taruna STIP. Serta pertanyaan-pertanyaan penting yang harus dijawab pasca penyelidikan.
“Jelas ada kelalaian sistematis dalam keamanan dan pengawasan di lingkungan pendidikan sehingga menyebabkan kematian tragis ini terulang. Kemudian pelatihan dan bimbingan yang diberikan tidak optimal dalam membentuk kesejahteraan mental dan emosional peserta didik,” imbuh Toriq.
Dia akan meminta agar BPSDM dan Kementerian Perhubungan tidak hanya melakukan penyelidikan internal, tetapi juga melibatkan pihak independen untuk memastikan objektivitas dan keadilan dalam proses tersebut, termasuk juga perbaikan sistem pendidikan STIP dikemudian hari.
“Lebih dari sekadar mengejar pertanggungjawaban, kita juga harus melihat ke depan untuk mencegah tragedi semacam ini terulang di masa mendatang. Perubahan yang nyata harus diambil untuk memerbaiki sistem pendidikan STIP, terkhusus keselamatan peserta didik,” tutup Toriq.
Baca Juga: Berawal dari Keisengan, Film Stip & Pensil Siap Hibur Penonton
Sebelumnya, seorang mahasiswa asal Bali di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta dikabarkan meninggal dunia lantaran diduga dianiaya oleh seniornya, Jumat (3/5/2024) pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB.
Kapolres Jakarta Utara, Kombes Gidion Arif Setyawan pun membenarkan informasi terkait hal ini.
“Iya betul (Mahasiswa STIP tewas di kampus). Iya (ada dugaan kekerasan dari kakak tingkatnya),” kata Kombes Gidion saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (3/5/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









