Akurat

Jadi Korban Investasi Bodong, Nasabah BTN Disarankan Tempuh Jalur Hukum

Arief Rachman | 6 Mei 2024, 07:00 WIB
Jadi Korban Investasi Bodong, Nasabah BTN Disarankan Tempuh Jalur Hukum

AKURAT.CO Kasus dugaan dana nasabah hilang di rekening tabungan PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk menarik perhatian publik.

Setelah netizen menggunjingkan aksi anarkis yang melibatkan preman bayaran di kantor pusat BTN, kini perbincangan bergeser kepada motivasi dan alasan nasabah menerima tawaran penempatan dana dengan bunga 10 persen per bulan.

Publik takjub nasabah bisa mudah diperdaya dengan tawaran yang menghina akal sehat.

Sejumlah nasabah sebelumnya menyatakan menyimpan uang di BTN dengan iming-iming bunga simpanan sebesar 10 persen per bulan yang ditawarkan eks karyawan berinisial ASW, yang kini sudah dipenjara.

Baca Juga: Apa Definisi Tafsir secara Bahasa dan Istilah?

ASW dihukum karena terbukti melakukan penipuan. Manajemen BTN sendiri sudah berulang kali menegaskan bahwa tidak ada produk simpanan di BTN dengan bunga yang sangat tidak masuk akal itu.

Bayangkan, nasabah mendapat bunga 10 persen perbulan atau 120 persen pertahun. Sementara BTN sendiri membanderol bunga KPR sebesar 10 persen hingga 12 persen per tahun. Luar biasa dan bikin geleng geleng kepala.

Pengamat perbankan Centre for Banking Crisis (CBC), Deni Daruri, menilai, nasabah bersikap naif dan mau untung sendiri ketika menerima tawaran menyimpan dana berbunga tidak logis. Padahal, mereka pasti tahu bunga deposito yang normal di perbankan.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama sama Otoritas Jasa Keuangan dan industri perbankan juga selalu mengingatkan tentang bunga bank yang wajar.

Baca Juga: Kenapa Babi Diharamkan dalam Islam?

Apalagi, nasabah yang mengaku korban ini bukan tipe masyarakat yang buta finansial. Ada yang direktur keuangan sebuah perusahaan dengan rekam jejak di bagian finance, CEO perusahaan tambang dan sebagainya.

Uang para nasabah tersebut juga miliaran rupiah, sehingga bisa dipastikan mereka melek finansial dan sudah kenal baik dengan produk bank, termasuk deposito.

“BPR dan Bank Digital saja cuma sanggup kasih bunga deposito 8 persen per tahun. Catat ya, pertahun bukan perbulan. Bank gila mana yang mau kasih bunga simpanan 120 persen pertahun. Ini sih jelas mereka tertipu investasi bodong lalu mengeret ngeret bank untuk ikut tanggung jawab,” kata Deni Daruri, Senin (6/5/2024).

Menurut Deni Daruri narasi para nasabah bahwa bunga simpanan di BTN mencapai 10 persen perbulan bukan hanya menghina akan sehat, juga menunjukkan bahwa nasabah patut diduga punya motif lain. Motivasi nasabah menerima tawaran simpanan berbunga 10 persen perbulan layak dipertanyakan.

Baca Juga: Play-Off Olimpiade Paris: Timnas Indonesia U-23 vs Guinea, Sama-sama Ingin Hapus Dahaga

“Kok bisa mereka menerima tawaran padahal tidak masuk akal. Mereka konon sempat nikmati hasilnya lalu teriak teriak sebagai korban ketika imbal hasilnya tidak lanjut. Mereka kan bisa telpon bank untuk konfirmasi apakah benar ada produk berimbal hasil tidak logis ini. Untuk hal hal yang tidak masuk akal, kita semua wajib mengecek dan mempertanyakan motif,” katanya.

Diduga kuat, mereka merupakan para korban investasi dari oknum mantan karyawan BTN berinisial ASW dan SCP yang telah diberhentikan dengan tidak hormat oleh BTN.

Saat ini ASW dan SCP sudah divonis pengadilan secara inkrah dengan hukuman penjara masing-masing 6 tahun dan 3 tahun penjara.

“Pada kasus semacam ini, otoritas dan regulator juga perlu melindungi kepentingan bank karena terkait kepercayaan publik. Bank justru menjadi korban. Jadi tidak hanya perlindungan terhadap nasabah,” kata dia.

Diketahui, BTN bersama Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya telah membongkar adaya indikasi kejahatan perbankan oleh ASW dan SCP. Bahkan pihak BTN sendiri yang melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya sejak 6 Februari 2023.

Baca Juga: Kemenhub Turun Tangan, Bentuk Tim Investigasi Internal Terkait Kasus Tewasnya Siswa STIP Jakarta

Adapun modus kejahatan yang dilakukan diketahui ada sejumlah pemilik dana yang bekerja sama dengan ASW untuk menginvestasikan dana dengan janji mendapatkan suku bunga sebesar 10% setiap bulannya. Suku bunga tersebut tidak pernah ada di bank

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.