AKURAT.CO Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) dipersilakan mengusut perkara dugaan etik Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron.
"Kemarin Pak Nawawi selaku ketua sudah menyampaikan kepada Dewas, bahwa silakan terkait dengan masalah pemeriksaan itu, silakan dilakukan,” ujar Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak di kantornya, Selasa (30/4/2024).
Disampaikan Johanis Tanak, kinerja KPK bakal berjalan normal meski ada perselisihan dengan Dewas. Dia memastikan kerja penindakan dan pencegahan KPK masih bergulir.
"Aspek pencegahan saat ini sedang kita lakukan. Aspek penindakan tetap ada kita lakukan itu,” kata Tanak.
Terkait gugatan terhadap Dewas ke PTUN bakal didiskusikan antara pimpinan KPK. Namun, Tanak memastikan gugatan tersebut bersifat pribadi.
"Kita cuma berdiskusi saja. Tapi, kan kalau kemudian ‘oh saya mau mengugat’ ya itu hak beliau pribadi kan. Kita enggak bisa kemudian ‘eh jangan lah’. Nanti kita katakan jangan, kita lagi yang disalahkan kan," kata Johanis Tanak.
Diketahui, Nurul Ghufron diduga melanggar etik dalam meminta Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memutasi salah satu pegawainya.
Dewas KPK menyepakati untuk menaikkan laporan dugaan pelanggaran etik itu ke persidangan lantaran memiliki kecukupan alat bukti.
Baca Juga: Kemendag Ubah Aturan Kebijakan dan Pengaturan Impor, Ini Poin-poin yang Harus Diperhatikan!
Dewas KPK akan menggelar sidang etik terkait kasus dugaan penyalahgunaan wewenang Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, pada tanggal 2 Mei 2024.
"Ya, sidangnya mulai tanggal 2 Mei. Yang disidangkan Pak NG," kata Anggota Dewan Pengawas KPK Albertina Ho saat dikonfirmasi terpisah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini









