Akurat

Lapas II A Rantauprapat Gelar Razia, Hanya Ditemukan Korek Gas, Sendok dan Charger

Atikah Umiyani | 13 Maret 2024, 11:08 WIB
Lapas II A Rantauprapat Gelar Razia, Hanya Ditemukan Korek Gas, Sendok dan Charger

AKURAT.CO Kepala Lapas Kelas II A Rantauprapat, Herliadi membenarkan bahwa pihaknya telah menggelar razia dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Herliadi mengatakan, razia itu dilakukan untuk memastikan bahwa napi atau tahanan yang ada di dalam Lapas Kelas II A Rantauprapat dalam kondisi aman terutama dari barang-barang terlarang.

Baca Juga: Napi Pakai Narkoba dan Main Judi di Lapas Rantauprapat, Pakar Hukum: Tidak Dibenarkan, Harus Dilakukan Pengusutan 

"Memang benar (ada razia), untuk memastikan kondisi aman dari barang-barang terlarang selama bulan suci ramadhan," kata Herliadi kepada Akurat.co, Rabu (13/3/2024).

Dari razia yang digelar, Herliadi mengatakan bahwa petugas hanya menemukan sejumlah barang-barang seperti korek gas, sendok makan hingga charger handphone.

"Hasilnya hanya ditemukan beberapa korek gas, sendok dan charger," ucapnya.

Sebagai informasi, sebelumnya redaksi Akurat.co mendapat informasi soal dugaan tindakan para tahanan Lapas Kelas II A Rantauprapat yang melanggar aturan. Informasi itu berupa beberapa kumpulan video amatir yang memperlihatkan perilaku para tahanan.

Beberapa video memperlihatkan sejumlah warga binaan Lapas Rantauprapat sedang asyik mengonsumsi sabu-sabu. Sementara di video lain, sekelompok lain terlihat bermain judi dadu.

Baca Juga: Kemenkumham Belum Terima Informasi Soal Perjudian dan Narkoba di Dalam Lapas Rantauprapat

Informasi lain menyebut warga binaan Lapas Rantauprapat kerap mengonsumsi narkoba jenis sabu di Ruangan 8D dan 11B. Sejumlah video amatir tersebut diambil dari dalam Lapas beberapa waktu lalu.

Namun begitu, Kalapas Herliadi sudah membantahnya. Setelah dilakukan pengecekan oleh anggota intelijen, Herliadi menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut ternyata tidak benar adanya.

"Hal itu pernah memang ada info, tapi setelah kami telusuri melalui anggota intelijen kami dalam rangka deteksi dini itu tidak benar adanya," kata Herliadi kepada Akurat.co, Senin (11/3/2024).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.