AKURAT.CO Bagi beberapa individu, menjadi seorang polisi dianggap sebagai profesi yang menjanjikan. Daya tarik utamanya adalah penghasilan dalam bentuk gaji dan tunjangan yang stabil.
Namun, sejumlah anggota kepolisian juga terlibat dalam berbagai jenis bisnis atau usaha sampingan. Tetapi, apakah mereka benar-benar diperbolehkan untuk memiliki usaha sampingan ini secara bebas?
Ada batasan yang mengatur pekerjaan sampingan dan kepemilikan bisnis bagi anggota Polri. Hal ini telah diatur dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 9 Tahun 2017 tentang Usaha bagi Anggota Polri.
Baca Juga: Polisi Ungkap Pesta Orgy Di Jaksel, Apa Sih Itu?
Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2017 Pasal 2 Berbunyi:
"Anggota Polri dilarang bekerja sendiri dan bekerja sama dengan orang lain di luar lingkungan kerja untuk tujuan memperoleh keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain secara langsung dan tidak langsung merugikan kepentingan negara."
"Bertindak selaku perantara bagi pengusaha atau golongan untuk mendapatkan pekerjaan atau pesanan dari instansi Polri demi kepentingan pribadi."
"Memiliki saham atau modal dalam perusahaan yang kegiatan usahanya berada dalam lingkup kekuasaannya."
Baca Juga: Polisi Terlibat Peredaran Senpi Ilegal, Harus Diusut Tuntas
Syarat Polisi Untuk Menjalankan Usaha Sampingan
Sebenarnya, anggota Polri dilarang menjalankan bisnis yang berkaitan dengan kewenangan mereka terutama di dalam lingkungan Polri.
Anggota Polri yang memiliki bisnis atau pekerjaan sampingan tidak diizinkan untuk menggunakan fasilitas dinas, memanfaatkan jabatan mereka sebagai polisi dan juga dilarang bekerja sampingan jika hal tersebut mengganggu pelaksanaan tugas pokok mereka.
Polisi yang memiliki usaha sampingan juga diwajibkan untuk mengirimkan pemberitahuan kepada Tim Penilai Usaha Polri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa








