KPK Masih Teliti SK Rehabilitasi yang Diterima Mantan Dirut ASDP Ira Puspadewi

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mempelajari surat keputusan (SK) rehabilitasi bagi mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi, serta dua eks direksi lainnya.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa SK tersebut baru diterima tujuh hari setelah sidang putusan pada Kamis, 20 November. Karena itu, KPK perlu memastikan mekanisme pelaksanaan rehabilitasi, termasuk apakah pembebasan harus tetap melalui eksekusi ke lembaga pemasyarakatan (lapas).
"Nanti kami akan cek ulang, ya, terkait dengan itu apakah kemudian harus eksekusi dulu atau seperti apa," ujar Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Baca Juga: Rehabilitasi untuk Mantan Dirut ASDP Ira Puspadewi Bentuk Teguran Penegak Hukum agar Tidak Gegabah
Dia menambahkan, keputusan final soal tindak lanjut SK tersebut belum dapat dipastikan. Saat ini, internal KPK masih merampungkan berbagai berkas administratif yang dibutuhkan.
"Ada beberapa proses ya yang sedang berjalan di internal kami. Tentu ada hal-hal administratif yang harus kami lakukan, ya, untuk nanti kemudian melakukan tindak lanjut atas keputusan presiden terkait dengan rehabilitasi dalam perkara ASDP ini," tegasnya.
KPK memastikan perkembangan akan disampaikan segera. "Secepatnya ya, jadi nanti kami akan update," lanjut Budi.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani pemberian rehabilitasi bagi tiga pihak yang tersangkut perkara korupsi akuisisi dan kerja sama usaha (KSU) PT Jembatan Nusantara oleh ASDP: Ira Puspadewi; mantan Direktur Perencanaan dan Pengembangan, Harry Muhammad Adhi Caksono; serta mantan Direktur Komersial dan Pelayanan, Muhammad Yusuf Hadi.
Pengumuman tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Kantor Presiden, Selasa (25/11/2025).
Baca Juga: Rehabilitasi untuk Ira Puspadewi Dinilai Pukul Mundur Agenda Pemberantasan Korupsi
"Dari hasil komunikasi dengan pihak pemerintah, alhamdulillah ada hari ini, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto telah menandatangani surat rehabilitasi terhadap tiga nama tersebut," kata Dasco.
Dalam perkara tersebut, Ira Puspadewi sebelumnya divonis 4,5 tahun penjara dan denda Rp500 juta oleh Pengadilan Tipikor Jakarta. Sementara Harry Muhammad Adhi Caksono dan Muhammad Yusuf Hadi, masing-masing dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp250 juta.
Ketiganya dinyatakan bersalah melakukan korupsi bersama-sama sebagaimana dakwaan Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








