Akurat Logo

Viral Pria Diamankan di Manggarai karena Berduaan Masuk Toilet, Ini Pentingnya Menjaga Adab dan Rasa Malu dalam Islam

Lufaefi | 5 Oktober 2026, 08:30 WIB
Viral Pria Diamankan di Manggarai karena Berduaan Masuk Toilet, Ini Pentingnya Menjaga Adab dan Rasa Malu dalam Islam
Laki-laki ditangkap di Manggarai - Istimewa

AKURAT.CO Peristiwa seorang pria yang diamankan setelah diduga berduaan dengan seorang perempuan di toilet kawasan Manggarai menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga adab di ruang publik.

Terlepas dari proses dan fakta lengkap peristiwa tersebut, Islam mengajarkan umatnya untuk memelihara kehormatan diri, menghormati ruang bersama, serta menjaga rasa malu sebagai bagian dari akhlak.

Dalam ajaran Islam, rasa malu bukan sekadar takut dinilai orang lain. Ia merupakan bagian dari keimanan yang mendorong seseorang menghindari perilaku tidak pantas, baik ketika berada di tengah masyarakat maupun saat tidak ada orang yang melihat.

Rasulullah SAW bersabda:

الْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ

Al-ḥayā’u syu‘batun minal-īmān.

Artinya: “Rasa malu adalah salah satu cabang dari iman.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa rasa malu memiliki kedudukan penting dalam pembentukan karakter seorang Muslim. Rasa malu yang dimaksud bukan sikap minder atau takut melakukan kebaikan, melainkan kesadaran moral untuk tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan nilai agama dan kepatutan.

Menjaga kehormatan di ruang publik

Fasilitas umum, termasuk toilet publik, disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu, penggunaannya perlu memperhatikan fungsi, kenyamanan, dan hak orang lain. Perilaku yang berpotensi mengganggu ketertiban atau menimbulkan keresahan perlu dihindari.

Baca Juga: Bukan Cuma Soal Bau, Kasus Penumpang BAB di Transjakarta dalam Sudut Pandang Islam: Mengapa Adab Publik Itu Bagian dari Iman?

Islam juga mengajarkan agar seseorang tidak mendekati perbuatan zina. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 32:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Wa lā taqrabuz-zinā, innahū kāna fāḥisyatan wa sā’a sabīlā.

Artinya: “Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.”

Ayat tersebut tidak hanya melarang perbuatan zina, tetapi juga mengingatkan umat Islam agar menjauhi hal-hal yang dapat mengantarkan kepadanya. Meski demikian, suatu peristiwa yang viral tidak boleh langsung dijadikan dasar untuk memastikan seseorang telah melakukan perbuatan tertentu tanpa bukti dan keterangan yang jelas.

Rasa malu harus disertai sikap bijak

Menjaga adab juga berarti tidak mudah menghakimi orang lain. Ketika suatu peristiwa menjadi perbincangan publik, masyarakat perlu berhati-hati dalam menyebarkan informasi, terlebih jika menyangkut kehormatan seseorang.

Islam mengajarkan pentingnya menjaga lisan dan menghindari prasangka. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 12 agar orang beriman menjauhi banyak prasangka, karena sebagian prasangka merupakan dosa.

Dengan demikian, pelajaran dari peristiwa viral di Manggarai bukanlah ajakan untuk mempermalukan pihak tertentu, melainkan refleksi bersama tentang tanggung jawab menjaga perilaku di ruang publik. Adab, rasa malu, dan penghormatan terhadap orang lain merupakan nilai yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Doa saat Overthinking, Memohon Petunjuk Allah agar Diberi Jalan Terbaik dalam Hidup

Pada akhirnya, rasa malu dalam Islam bukan sekadar takut terlihat orang, melainkan kesadaran bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi moral. Menjaga kehormatan diri sekaligus menghormati ruang bersama menjadi bagian dari akhlak seorang Muslim.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi