Akurat Logo

Doa saat Overthinking, Memohon Petunjuk Allah agar Diberi Jalan Terbaik dalam Hidup

Lufaefi | 5 Oktober 2026, 05:27 WIB
Doa saat Overthinking, Memohon Petunjuk Allah agar Diberi Jalan Terbaik dalam Hidup
Overthinking - Istimewa

AKURAT.CO Terlalu banyak memikirkan sesuatu terkadang membuat hati sulit tenang. Seseorang bisa terus bertanya-tanya tentang masa depan, takut salah mengambil keputusan, atau mencemaskan hal-hal yang belum tentu terjadi. Pikiran yang semula ingin mencari solusi justru dapat berubah menjadi beban yang melelahkan.

Dalam Islam, kegelisahan dapat menjadi pengingat untuk kembali mendekat kepada Allah. Seorang Muslim diajarkan berdoa, memohon petunjuk, sekaligus menyerahkan hasil dari setiap ikhtiar kepada-Nya.

Salah satu doa yang dapat dibaca ketika menghadapi kebingungan dan membutuhkan arahan adalah doa memohon kebaikan dalam urusan:

اللَّهُمَّ خِرْ لِي وَاخْتَرْ لِي

Allahumma khir lī wakhtar lī.

Artinya: “Ya Allah, pilihkanlah yang terbaik untukku dan tetapkanlah pilihan terbaik bagiku.”

Doa singkat ini dikenal sebagai ungkapan permohonan agar Allah memberikan pilihan terbaik. Namun, doa tersebut tidak boleh dipahami sebagai pengganti salat istikharah atau usaha mencari pertimbangan yang matang ketika seseorang menghadapi keputusan penting.

Baca Juga: Doa saat Merasa Lelah Menjalani Kehidupan, Memohon Kekuatan dan Ketenangan kepada Allah

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk melaksanakan salat istikharah ketika hendak menentukan suatu perkara. Dalam hadis riwayat Imam al-Bukhari, Jabir bin Abdullah menjelaskan bahwa Rasulullah mengajarkan istikharah sebagaimana beliau mengajarkan surah dalam Al-Qur’an.

Melalui istikharah, seorang Muslim memohon agar Allah memudahkan perkara yang baik bagi agama, kehidupan, dan masa depannya, serta menjauhkan perkara yang buruk darinya. Karena itu, ketika pikiran dipenuhi keraguan, istikharah dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk mencari ketenangan dan petunjuk.

Al-Qur’an juga mengingatkan bahwa manusia tidak selalu mengetahui apa yang terbaik bagi dirinya. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 216:

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Wa ‘asā an takrahū syai’an wa huwa khairul lakum, wa ‘asā an tuḥibbū syai’an wa huwa syarrul lakum, wallāhu ya‘lamu wa antum lā ta‘lamūn.

Artinya: “Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”

Ayat tersebut mengajarkan bahwa keterbatasan manusia dalam mengetahui masa depan bukan alasan untuk terus terjebak dalam kecemasan. Ada hal-hal yang memang perlu dipikirkan dan diusahakan, tetapi ada pula hasil yang harus diserahkan kepada Allah.

Ketika overthinking datang, cobalah berhenti sejenak. Kenali hal yang benar-benar dapat diupayakan, susun langkah yang realistis, lalu berdoa dan bertawakal. Tidak semua kemungkinan harus diselesaikan dalam pikiran pada saat yang sama.

Baca Juga: Doa Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan

Memohon petunjuk bukan berarti seseorang akan selalu mendapatkan tanda yang luar biasa atau jawaban seketika. Petunjuk dapat hadir melalui kemudahan, pertimbangan yang semakin jernih, nasihat orang tepercaya, dan proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh.

Pada akhirnya, ketenangan bukan selalu berarti mengetahui seluruh jawaban tentang masa depan. Terkadang, ketenangan tumbuh ketika seseorang telah berusaha sebaik mungkin, meminta petunjuk kepada Allah, dan belajar menerima bahwa tidak semua hal berada dalam kendalinya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi