Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran

AKURAT.CO Senator Amerika Serikat Chris Van Hollen mengatakan Presiden Donald Trump sedang mempersiapkan perluasan kehadiran militer AS di Timur Tengah. Ia menuduh pemerintahan Trump menyembunyikan korban dari kalangan personel militer dan menjalankan perang terhadap Iran yang menurutnya tidak sah.
“Presiden, yang terus menyembunyikan korban dari kalangan personel militer, kini mengirim hingga 10.000 pasukan tambahan untuk perang pilihannya yang tidak sah di Iran,” tulis Van Hollen melalui platform media sosial X pada Jumat.
Van Hollen juga mengatakan Trump telah menyatakan rencana untuk kembali melancarkan perang pada bulan depan. Karena itu, ia mendesak Kongres AS menghentikan pendanaan untuk operasi militer tersebut.
“Ketika Trump mengatakan dia berencana melanjutkan perangnya bulan depan, percayalah kepadanya. Kongres harus menghentikan pendanaannya,” kata Van Hollen.
Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah laporan menyebut Pentagon sedang mempersiapkan pengerahan kelompok tempur kapal induk ketiga serta tambahan kapal Korps Marinir AS ke Timur Tengah.
Langkah tersebut dilakukan ketika Trump mempertimbangkan kemungkinan kembali melancarkan serangan terhadap Iran setelah pemilu sela Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pada awal November.
AS Siapkan Hingga 10.000 Pasukan Tambahan
The Wall Street Journal melaporkan pada Kamis bahwa pengerahan tersebut dapat menambah sekitar 9.000 hingga 10.000 personel militer Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah.
Kapal perang, pesawat tempur, personel Marinir, dan personel Angkatan Laut AS diperkirakan tiba di kawasan tersebut pada akhir November, berdasarkan keterangan sejumlah pejabat yang dikutip media tersebut.
Rencana pengerahan itu akan menambah kekuatan militer Amerika Serikat di Timur Tengah ketika ketegangan dengan Iran kembali meningkat.
Trump Pertimbangkan Kembali Serangan ke Iran
Pengerahan pasukan tambahan tersebut berlangsung ketika Trump mempertimbangkan kemungkinan melanjutkan serangan militer terhadap Iran setelah pemilu sela AS pada awal November.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Prediksi Prancis vs Italia 3 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat







