Bukan Cuma Soal Bau, Kasus Penumpang BAB di Transjakarta dalam Sudut Pandang Islam: Mengapa Adab Publik Itu Bagian dari Iman?

AKURAT.CO Kasus seorang penumpang yang diduga buang air besar (BAB) di dalam bus Transjakarta menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut bukan hanya menyangkut persoalan kebersihan dan kenyamanan, tetapi juga mengingatkan pentingnya adab ketika menggunakan fasilitas umum.
Dalam Islam, menjaga kebersihan merupakan bagian dari ajaran agama. Rasulullah SAW bersabda:
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
“Bersuci itu separuh dari iman.” (HR. Muslim)
Hadis tersebut menegaskan kedudukan kebersihan dalam kehidupan seorang Muslim. Meski demikian, kebersihan tidak hanya berkaitan dengan tubuh dan ibadah pribadi, tetapi juga tercermin dalam perilaku saat berada di ruang bersama.
Transportasi umum seperti bus Transjakarta merupakan fasilitas yang digunakan banyak orang dari berbagai latar belakang. Karena itu, setiap penumpang memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan tidak melakukan tindakan yang mengganggu kenyamanan maupun keselamatan pengguna lainnya.
Baca Juga: Said Aqil Siroj Terima Wantimpres sebagai Pengabdian, Bukan Jabatan
Islam juga mengajarkan agar seseorang tidak menimbulkan bahaya atau gangguan bagi orang lain. Rasulullah SAW bersabda:
لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.” (HR. Ibnu Majah dan Malik)
Prinsip tersebut dapat menjadi landasan etika dalam menggunakan fasilitas publik. Tindakan yang membuat ruang bersama menjadi kotor, menimbulkan bau menyengat, atau mengganggu penumpang lain perlu dipandang sebagai persoalan tanggung jawab sosial, bukan sekadar urusan pribadi.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT juga memerintahkan manusia untuk menjaga kebersihan dan kesucian. Salah satunya terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 222:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”
Ayat ini berbicara tentang kesucian dalam konteks yang dijelaskan oleh ayat tersebut. Namun, nilai umum tentang pentingnya menjaga kebersihan juga menjadi bagian dari ajaran Islam yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Adab di ruang publik tidak berhenti pada menjaga kebersihan. Menghormati hak pengguna lain, mengikuti aturan, menggunakan fasilitas sesuai fungsinya, serta tidak meninggalkan sesuatu yang merugikan orang lain juga merupakan bentuk kepedulian sosial.
Dalam konteks ini, kasus penumpang BAB di dalam bus semestinya menjadi bahan refleksi bersama. Fasilitas umum bukan milik pribadi, sehingga penggunaannya menuntut kesadaran untuk menjaga hak dan kenyamanan orang lain.
Di sisi lain, penanganan peristiwa semacam ini juga perlu dilakukan secara manusiawi. Kondisi kesehatan atau keadaan darurat seseorang perlu dipertimbangkan sebelum publik memberikan penilaian. Menjaga adab berarti tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga menghindari penghinaan dan memastikan persoalan ditangani secara tepat.
Pada akhirnya, iman tidak hanya tercermin dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam perilaku sehari-hari. Menjaga kebersihan bus, menghormati sesama penumpang, dan tidak mengganggu ruang bersama merupakan wujud adab publik yang selaras dengan nilai-nilai Islam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Prediksi Prancis vs Italia 3 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat



