Akurat Logo

Film Dokumenter Pesta Babi, Ini Pesan yang Sejalan dengan Islam

Lufaefi | 17 Mei 2026, 05:57 WIB
Film Dokumenter Pesta Babi, Ini Pesan yang Sejalan dengan Islam
Nilai Islam dalam Film dokumenter pesta babi (Google Image)

AKURAT.CO Film dokumenter “Pesta Babi” menjadi sorotan publik setelah pemutaran bersama di sejumlah kampus menuai kontroversi. Dokumenter karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale itu mengangkat kehidupan masyarakat adat di Papua Selatan yang menghadapi perubahan sosial dan lingkungan akibat proyek pembangunan berskala besar.

Film ini menampilkan kondisi masyarakat adat di wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi yang menggantungkan hidup pada hutan dan alam sekitar.

Melalui pendekatan investigatif, dokumenter tersebut memperlihatkan kekhawatiran warga terhadap hilangnya hutan adat, perubahan pola hidup, hingga ancaman terhadap budaya lokal.

Judul “Pesta Babi” diambil dari tradisi adat masyarakat Muyu yang menjadikan babi sebagai simbol sosial dan budaya. Dalam film tersebut, tradisi itu digambarkan bukan sekadar ritual, melainkan bagian dari identitas dan hubungan masyarakat dengan alam.

Baca Juga: Apa Hukum Nonton Film Pesta Babi dalam Islam?

Meski menuai pro dan kontra, sejumlah pihak menilai film ini membawa pesan kemanusiaan dan lingkungan yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Salah satunya adalah pentingnya menjaga bumi dan tidak melakukan kerusakan terhadap alam.

Dalam ajaran Islam, manusia dikenal sebagai khalifah di muka bumi yang memiliki tanggung jawab merawat lingkungan. Nilai ini sejalan dengan pesan dokumenter yang menyoroti pentingnya menjaga hutan, sumber pangan, dan ruang hidup masyarakat adat agar tetap lestari.

Selain itu, film tersebut juga mengangkat pentingnya keadilan sosial dan perlindungan terhadap kelompok yang lemah. Islam sendiri menekankan prinsip keadilan, musyawarah, dan penghormatan terhadap hak-hak manusia tanpa membedakan suku maupun latar belakang budaya.

Pesan lain yang dinilai sejalan dengan nilai Islam adalah pentingnya mendengar suara masyarakat kecil. Dokumenter ini memperlihatkan keresahan warga lokal yang merasa ruang hidup mereka semakin sempit akibat perubahan lingkungan dan pembangunan industri.

Dalam perspektif Islam, pembangunan memang diperbolehkan, namun harus memperhatikan kemaslahatan bersama dan tidak menimbulkan mudarat yang lebih besar bagi masyarakat maupun alam.

Baca Juga: Link Nonton Film Dokumenter Pesta Babi, Begini Syarat Daftar Nontonnya!

Kontroversi film ini semakin ramai setelah sejumlah agenda nonton bareng di kampus dihentikan. Perdebatan kemudian berkembang menjadi isu kebebasan akademik dan ruang diskusi ilmiah di lingkungan pendidikan tinggi.

Terlepas dari polemik yang muncul, “Pesta Babi” dinilai berhasil membuka ruang dialog tentang lingkungan, masyarakat adat, dan masa depan pembangunan di Indonesia.

Film ini juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara soal ekonomi, tetapi juga tentang keberlanjutan alam, budaya, dan nilai kemanusiaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi