Film Dokumenter Pesta Babi, Ini Pesan yang Sejalan dengan Islam

AKURAT.CO Film dokumenter “Pesta Babi” menjadi sorotan publik setelah pemutaran bersama di sejumlah kampus menuai kontroversi. Dokumenter karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale itu mengangkat kehidupan masyarakat adat di Papua Selatan yang menghadapi perubahan sosial dan lingkungan akibat proyek pembangunan berskala besar.
Film ini menampilkan kondisi masyarakat adat di wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi yang menggantungkan hidup pada hutan dan alam sekitar.
Melalui pendekatan investigatif, dokumenter tersebut memperlihatkan kekhawatiran warga terhadap hilangnya hutan adat, perubahan pola hidup, hingga ancaman terhadap budaya lokal.
Judul “Pesta Babi” diambil dari tradisi adat masyarakat Muyu yang menjadikan babi sebagai simbol sosial dan budaya. Dalam film tersebut, tradisi itu digambarkan bukan sekadar ritual, melainkan bagian dari identitas dan hubungan masyarakat dengan alam.
Baca Juga: Apa Hukum Nonton Film Pesta Babi dalam Islam?
Meski menuai pro dan kontra, sejumlah pihak menilai film ini membawa pesan kemanusiaan dan lingkungan yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Salah satunya adalah pentingnya menjaga bumi dan tidak melakukan kerusakan terhadap alam.
Dalam ajaran Islam, manusia dikenal sebagai khalifah di muka bumi yang memiliki tanggung jawab merawat lingkungan. Nilai ini sejalan dengan pesan dokumenter yang menyoroti pentingnya menjaga hutan, sumber pangan, dan ruang hidup masyarakat adat agar tetap lestari.
Selain itu, film tersebut juga mengangkat pentingnya keadilan sosial dan perlindungan terhadap kelompok yang lemah. Islam sendiri menekankan prinsip keadilan, musyawarah, dan penghormatan terhadap hak-hak manusia tanpa membedakan suku maupun latar belakang budaya.
Pesan lain yang dinilai sejalan dengan nilai Islam adalah pentingnya mendengar suara masyarakat kecil. Dokumenter ini memperlihatkan keresahan warga lokal yang merasa ruang hidup mereka semakin sempit akibat perubahan lingkungan dan pembangunan industri.
Dalam perspektif Islam, pembangunan memang diperbolehkan, namun harus memperhatikan kemaslahatan bersama dan tidak menimbulkan mudarat yang lebih besar bagi masyarakat maupun alam.
Baca Juga: Link Nonton Film Dokumenter Pesta Babi, Begini Syarat Daftar Nontonnya!
Kontroversi film ini semakin ramai setelah sejumlah agenda nonton bareng di kampus dihentikan. Perdebatan kemudian berkembang menjadi isu kebebasan akademik dan ruang diskusi ilmiah di lingkungan pendidikan tinggi.
Terlepas dari polemik yang muncul, “Pesta Babi” dinilai berhasil membuka ruang dialog tentang lingkungan, masyarakat adat, dan masa depan pembangunan di Indonesia.
Film ini juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara soal ekonomi, tetapi juga tentang keberlanjutan alam, budaya, dan nilai kemanusiaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 2Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 3Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 7Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 8Prediksi Skor Wales vs Denmark 5 Oktober 2026: Duel Ketat di Cardiff
- 9Presiden Prabowo: Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp52 Triliun dalam Dua Tahun
- 10Prabowo Saksikan Penyerahan Hasil Penyelamatan Uang Negara Rp13,2 Triliun dari Satgas PKH








