7 Cara Melatih Anak Di Bawah 7 Tahun Agar Mau Berpuas

AKURAT.CO Puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi Muslim yang telah baligh. Anak-anak di bawah tujuh tahun belum terbebani kewajiban syariat, namun masa ini merupakan fase emas untuk menanamkan kecintaan terhadap ibadah. Latihan puasa sejak dini bukan soal memaksa, melainkan membangun kebiasaan dengan pendekatan yang lembut dan menyenangkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ لِسَبْعِ سِنِينَ
“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat ketika berusia tujuh tahun.” (HR. Abu Dawud)
Hadis ini menunjukkan bahwa sebelum usia tujuh tahun adalah masa persiapan dan pembiasaan. Prinsip ini juga dapat diterapkan dalam melatih anak mengenal puasa.
Berikut tujuh cara efektif dan edukatif untuk melatih anak di bawah tujuh tahun agar mau berpuasa.
1. Kenalkan Makna Puasa Secara Sederhana
Jelaskan bahwa puasa adalah ibadah untuk belajar sabar dan sayang kepada orang lain. Gunakan bahasa yang mudah dipahami, seperti “Puasa itu belajar kuat dan berbagi.” Hindari penjelasan yang terlalu berat atau menakutkan.
2. Mulai dari Puasa Setengah Hari
Anak kecil belum memiliki ketahanan fisik seperti orang dewasa. Latih secara bertahap, misalnya puasa hingga pukul 09.00, 10.00, atau sampai zuhur. Prinsipnya adalah pembiasaan, bukan kesempurnaan.
Allah SWT berfirman:
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)
Ayat ini menjadi landasan bahwa latihan harus sesuai kemampuan anak.
3. Ciptakan Suasana Ramadhan yang Menyenangkan
Hiasi rumah dengan nuansa Ramadhan, ajak anak memilih menu berbuka, atau siapkan jadwal ibadah keluarga. Suasana yang hangat membuat anak merasa menjadi bagian dari momen istimewa.
4. Beri Apresiasi, Bukan Paksaan
Berikan pujian ketika anak berhasil menahan diri beberapa jam. Apresiasi bisa berupa pelukan, ucapan bangga, atau hadiah kecil. Hindari hukuman jika anak tidak kuat.
5. Libatkan dalam Aktivitas Ibadah Ringan
Ajak anak ikut menyiapkan takjil, berbagi makanan kepada tetangga, atau ikut doa bersama menjelang berbuka. Keterlibatan membuat mereka merasa dihargai dan termotivasi.
6. Berikan Contoh Nyata dari Orang Tua
Anak adalah peniru ulung. Jika melihat orang tua berpuasa dengan sabar dan ceria, mereka cenderung ingin mengikuti. Keteladanan jauh lebih efektif daripada nasihat panjang.
Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam mendidik dengan kasih sayang dan contoh nyata.
7. Jaga Kesehatan dan Perhatikan Kondisi Anak
Jika anak tampak lemas, pusing, atau rewel berlebihan, jangan memaksakan. Tujuan latihan adalah menumbuhkan kecintaan, bukan trauma. Pastikan asupan sahur dan berbuka tetap bergizi.
Baca Juga: Tidur Seharian Apakah Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama Paling Lengkap
Menanamkan Cinta, Bukan Beban
Latihan puasa pada anak di bawah tujuh tahun bukan kewajiban syariat, melainkan proses pendidikan karakter. Fokusnya adalah membangun pengalaman positif agar ketika baligh nanti, puasa tidak terasa asing atau berat.
Ramadhan adalah momen pendidikan keluarga. Dengan pendekatan lembut dan bertahap, anak akan tumbuh mencintai ibadah, bukan sekadar melakukannya karena terpaksa.
QnA Seputar Anak dan Puasa
Apakah anak di bawah 7 tahun wajib puasa?
Tidak wajib. Mereka masih dalam tahap pembiasaan.
Apakah boleh hanya puasa setengah hari?
Boleh. Itu bagian dari latihan sesuai kemampuan.
Bagaimana jika anak menangis ingin berbuka?
Tidak masalah dibukakan. Jangan dipaksa hingga menimbulkan trauma.
Apakah dapat pahala jika anak berlatih puasa?
Ya. Anak mendapat pahala sesuai usahanya, dan orang tua juga mendapat pahala karena mendidik dalam kebaikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










