Kultum Ramadhan, H. Lufaefi: Kejujuran dalam Ibadah Adalah Kunci Mencapai Takwa

AKURAT.CO Dalam program Kultum Ramadhan Akurat.co yang tayang pada Sabtu (28/3/2025), H. Lufaefi, M.Ag., Dosen STAI Nurul Iman Parung, Bogor, menyampaikan pentingnya kejujuran dalam menjalankan ibadah puasa.
Ia mengawali ceramah dengan menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk berjumpa kembali dengan bulan Ramadan 2025.
Menurutnya, puasa Ramadan adalah ibadah yang sangat mulia, bahkan pahalanya hanya diketahui oleh Allah SWT.
“Puasa itu merupakan ibadah yang sangat mulia, karena dalam hadis Nabi disebutkan bahwa pahala orang yang berpuasa tidak ada yang mengetahui kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala,” kata H. Lufaefi dalam ceramahnya.
Lebih lanjut, H. Lufaefi menekankan bahwa salah satu hal yang sangat penting dalam berpuasa adalah kejujuran. Ia memberikan contoh, jika seseorang berpuasa namun tidak jujur, misalnya makan atau minum di tempat yang tidak diketahui orang lain, itu merupakan suatu kesalahan besar.
“Kejujuran ini adalah aspek yang paling mendasar. Bayangkan kalau kita sedang berpuasa tetapi tidak jujur, seperti misalnya masuk ke kamar mandi, tidak ada yang tahu selain Allah. Atau pergi ke warung makan, tidak ada yang tahu, tetapi kalau tidak jujur, itu bahaya,” ujarnya.
H. Lufaefi mengungkapkan sebuah kisah menarik yang terjadi pada masa khalifah Umar bin Khattab. Suatu malam, Umar bin Khattab berjalan-jalan di kampung-kampung untuk memastikan kesejahteraan rakyatnya.
Dalam perjalanan tersebut, ia mendengar seorang ibu yang meminta anaknya untuk mencampur susu dengan air agar bisa mendapat keuntungan lebih.
Anak tersebut lalu bertanya kepada ibunya, “Walaupun Khalifah Umar tidak tahu, apakah Allah tidak tahu?” Pertanyaan itu membuat sang ibu terdiam, karena menyadari bahwa Allah mengetahui segala sesuatu.
“Kejujuran ini sangat penting, terutama dalam konteks berpuasa. Jangan sampai karena tidak ada yang tahu, kita menjadi tidak jujur,” tegas H. Lufaefi.
H. Lufaefi juga menjelaskan bahwa puasa dalam Islam memiliki tujuan untuk mencapai derajat takwa, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, ‘la’allakum tattaqun’, agar menjadi orang-orang yang bertakwa. Kejujuran, menurutnya, adalah salah satu kunci utama untuk mencapai takwa tersebut.
“Bertakwa itu adalah orang yang dalam setiap aktivitasnya selalu menghadirkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kalau puasa saja kita tidak jujur, bagaimana kita bisa mencapai takwa?” jelasnya.
H. Lufaefi menambahkan, bagi orangtua yang mengajarkan puasa kepada anak-anaknya, penting untuk menanamkan nilai kejujuran.
Ia mengingatkan orangtua untuk tidak memaksa anak untuk berpuasa hingga magrib jika anak tersebut belum siap, dan lebih baik mengajarkan mereka dengan cara yang jujur.
Baca Juga: Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Syawal: Panduan dan Keutamaannya
“Yang penting adalah anak-anak kita belajar untuk jujur, tidak makan atau minum saat berpuasa meskipun tidak ada yang mengawasi,” ujarnya.
Di akhir ceramahnya, H. Lufaefi mengajak umat Islam untuk menjadikan bulan Ramadan ini sebagai waktu untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih jujur.
“Marilah kita jadikan puasa ini sebagai pembelajaran untuk menjadi orang yang jujur, karena kejujuran adalah kunci untuk meraih ketakwaan, yang merupakan derajat tertinggi yang diinginkan dari ibadah puasa,” tutupnya.
Program Kultum Ramadhan Akurat.co tayang setiap hari selama bulan suci Ramadhan pada pukul 17.30 WIB di kanal YouTube Akurat.co. Program ini didukung oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Jamkrindo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









