Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Syawal: Panduan dan Keutamaannya

AKURAT.CO Niat puasa qadha Ramadhan bisa dimulai sejak bulan Syawal. Dalam Islam, puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang telah baligh dan mampu menjalankannya.
Namun, ada kalanya seseorang memiliki uzur yang menyebabkan ia tidak dapat berpuasa secara penuh selama bulan Ramadhan, seperti sakit, perjalanan jauh, atau kondisi tertentu yang diperbolehkan oleh syariat.
Dalam hal ini, seseorang diwajibkan untuk mengganti (qadha) puasa yang ditinggalkan sebelum datangnya Ramadhan berikutnya.
Salah satu waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan puasa qadha adalah bulan Syawal. Selain mengganti kewajiban yang tertinggal, puasa di bulan Syawal juga memiliki keutamaan tersendiri, terutama ketika digabungkan dengan puasa sunnah enam hari di bulan tersebut.
Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Syawal
Dalam ibadah puasa, niat merupakan syarat sah yang harus dipenuhi. Niat puasa qadha Ramadhan harus diucapkan di dalam hati sebelum fajar menyingsing. Adapun lafaz niatnya dalam bahasa Arab adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghodin ‘an qadha’i Ramadhana lillahi ta’ala.
Artinya: "Saya niat berpuasa esok hari untuk mengganti puasa Ramadhan karena Allah Ta’ala."
Baca Juga: Kenapa Pahala Puasa Syawal Sama dengan Puasa Selama Satu Tahun? Ini Jawabannya!
Keutamaan Puasa Qadha di Bulan Syawal
-
Melunasi Kewajiban dengan Segera
Menyegerakan qadha puasa menunjukkan ketaatan dan kepatuhan kepada perintah Allah. Hal ini juga menghindari risiko lupa atau lalai sehingga belum sempat menggantinya sebelum Ramadhan berikutnya tiba. -
Mendapatkan Keutamaan Puasa di Bulan Syawal
Meski puasa qadha berbeda dengan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal, keduanya tetap memiliki nilai ibadah yang tinggi. Jika seseorang berniat mengganti puasa Ramadhan di bulan Syawal, ia tetap mendapatkan pahala dari amal saleh di bulan yang penuh keberkahan ini. -
Boleh Menggabungkan Niat Puasa Qadha dan Puasa Syawal
Para ulama berbeda pendapat tentang boleh tidaknya menggabungkan niat puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah enam hari Syawal. Sebagian ulama membolehkan penggabungan niat dengan tetap memperoleh pahala kedua-duanya, sementara sebagian lain menyarankan untuk menjalankan puasa qadha terlebih dahulu lalu menyempurnakan puasa enam hari Syawal secara terpisah.
Baca Juga: Panduan Lengkap dan Jadwal Puasa Syawal 2025 serta Niatnya
Puasa qadha Ramadhan adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim yang memiliki hutang puasa.
Bulan Syawal menjadi momen yang tepat untuk mengganti puasa tersebut karena suasana ibadah masih terasa kuat setelah Ramadhan.
Dengan niat yang benar dan ketulusan hati, semoga ibadah puasa qadha yang kita lakukan diterima oleh Allah dan menjadi pemberat timbangan amal di akhirat kelak.
Wallahu a’lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini
- 10OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya







