Akurat

Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Syawal: Panduan dan Keutamaannya

Fajar Rizky Ramadhan | 3 April 2025, 06:00 WIB
Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Syawal: Panduan dan Keutamaannya

AKURAT.CO Niat puasa qadha Ramadhan bisa dimulai sejak bulan Syawal. Dalam Islam, puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang telah baligh dan mampu menjalankannya.

Namun, ada kalanya seseorang memiliki uzur yang menyebabkan ia tidak dapat berpuasa secara penuh selama bulan Ramadhan, seperti sakit, perjalanan jauh, atau kondisi tertentu yang diperbolehkan oleh syariat.

Dalam hal ini, seseorang diwajibkan untuk mengganti (qadha) puasa yang ditinggalkan sebelum datangnya Ramadhan berikutnya.

Salah satu waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan puasa qadha adalah bulan Syawal. Selain mengganti kewajiban yang tertinggal, puasa di bulan Syawal juga memiliki keutamaan tersendiri, terutama ketika digabungkan dengan puasa sunnah enam hari di bulan tersebut.

Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Syawal

Dalam ibadah puasa, niat merupakan syarat sah yang harus dipenuhi. Niat puasa qadha Ramadhan harus diucapkan di dalam hati sebelum fajar menyingsing. Adapun lafaz niatnya dalam bahasa Arab adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghodin ‘an qadha’i Ramadhana lillahi ta’ala.

Artinya: "Saya niat berpuasa esok hari untuk mengganti puasa Ramadhan karena Allah Ta’ala."

Baca Juga: Kenapa Pahala Puasa Syawal Sama dengan Puasa Selama Satu Tahun? Ini Jawabannya!

Keutamaan Puasa Qadha di Bulan Syawal

  1. Melunasi Kewajiban dengan Segera
    Menyegerakan qadha puasa menunjukkan ketaatan dan kepatuhan kepada perintah Allah. Hal ini juga menghindari risiko lupa atau lalai sehingga belum sempat menggantinya sebelum Ramadhan berikutnya tiba.

  2. Mendapatkan Keutamaan Puasa di Bulan Syawal
    Meski puasa qadha berbeda dengan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal, keduanya tetap memiliki nilai ibadah yang tinggi. Jika seseorang berniat mengganti puasa Ramadhan di bulan Syawal, ia tetap mendapatkan pahala dari amal saleh di bulan yang penuh keberkahan ini.

  3. Boleh Menggabungkan Niat Puasa Qadha dan Puasa Syawal
    Para ulama berbeda pendapat tentang boleh tidaknya menggabungkan niat puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah enam hari Syawal. Sebagian ulama membolehkan penggabungan niat dengan tetap memperoleh pahala kedua-duanya, sementara sebagian lain menyarankan untuk menjalankan puasa qadha terlebih dahulu lalu menyempurnakan puasa enam hari Syawal secara terpisah.

Baca Juga: Panduan Lengkap dan Jadwal Puasa Syawal 2025 serta Niatnya

Puasa qadha Ramadhan adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim yang memiliki hutang puasa.

Bulan Syawal menjadi momen yang tepat untuk mengganti puasa tersebut karena suasana ibadah masih terasa kuat setelah Ramadhan.

Dengan niat yang benar dan ketulusan hati, semoga ibadah puasa qadha yang kita lakukan diterima oleh Allah dan menjadi pemberat timbangan amal di akhirat kelak.

Wallahu a’lam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.