5 Negara dengan Durasi Puasa Tercepat di Dunia

AKURAT.CO Setiap tahun, umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Salah satu tantangan yang dihadapi adalah durasi puasa yang berbeda-beda, tergantung pada lokasi geografis suatu negara.
Di belahan bumi utara, durasi puasa bisa sangat panjang, bahkan mencapai lebih dari 20 jam.
Sebaliknya, di beberapa negara, durasi puasa relatif singkat, membuat ibadah ini sedikit lebih ringan dalam hal waktu.
Artikel ini akan membahas negara-negara dengan durasi puasa tercepat di dunia dan faktor-faktor yang memengaruhinya.
Faktor yang Memengaruhi Durasi Puasa
Durasi puasa dalam Islam dimulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Oleh karena itu, panjang atau pendeknya waktu puasa sangat bergantung pada posisi geografis dan musim di wilayah tersebut.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Buka Puasa Hari Ini, Minggu 9 Maret 2025 untuk Seluruh Wilayah Indonesia
Ada beberapa faktor utama yang menentukan durasi ini:
1. Letak Geografis: Negara-negara yang lebih dekat dengan garis khatulistiwa memiliki durasi siang dan malam yang relatif stabil sepanjang tahun, sehingga durasi puasanya hampir sama setiap Ramadan.
2. Musim: Di negara-negara dengan empat musim, perbedaan panjang siang dan malam sangat mencolok. Ramadan yang jatuh di musim panas berarti durasi puasa lebih panjang, sementara di musim dingin, siang hari lebih pendek sehingga puasa lebih singkat.
3. Waktu Ramadan: Karena kalender Hijriah adalah kalender lunar, Ramadan bergeser sekitar 10-12 hari lebih awal setiap tahunnya dalam kalender Masehi. Pergeseran ini juga memengaruhi panjang siang dan malam di berbagai belahan dunia.
Negara dengan Durasi Puasa Tercepat di Dunia
Berikut adalah beberapa negara yang dikenal memiliki durasi puasa tercepat:
1. Chili
Sebagai salah satu negara paling selatan di dunia, Chili memiliki durasi puasa yang sangat singkat ketika Ramadan jatuh di musim dingin. Di beberapa wilayah seperti Punta Arenas, umat Muslim hanya berpuasa sekitar 10 hingga 11 jam.
2. Argentina
Negara tetangga Chili ini juga menikmati durasi puasa yang cukup singkat, terutama di wilayah selatan seperti Ushuaia. Saat Ramadan bertepatan dengan musim dingin, durasi puasa di Argentina berkisar antara 10 hingga 11 jam.
3. Afrika Selatan
Afrika Selatan, yang terletak di belahan bumi selatan, memiliki durasi puasa yang relatif nyaman, yaitu sekitar 11 hingga 12 jam. Stabilitas panjang siang dan malam di dekat garis khatulistiwa membuat durasi puasa di negara ini tidak terlalu ekstrem.
4. Uruguay
Uruguay juga termasuk negara dengan durasi puasa tercepat, terutama saat musim dingin. Umat Muslim di negara ini berpuasa sekitar 10 hingga 11 jam, bergantung pada lokasi spesifik dan waktu Ramadan.
5. Selandia Baru
Selandia Baru yang terletak jauh di belahan bumi selatan juga menikmati durasi puasa yang singkat. Di beberapa kota seperti Wellington atau Christchurch, umat Muslim berpuasa sekitar 11 hingga 12 jam saat Ramadan bertepatan dengan musim dingin.
Baca Juga: Ustazah Lukita Fahriana Tegaskan Puasa Ramadan Menjadi Latihan Menyelamatkan Hati
Perbedaan Durasi Puasa dan Tantangannya
Meskipun durasi puasa di negara-negara ini relatif singkat, bukan berarti mereka tidak menghadapi tantangan.
Di negara seperti Chili atau Selandia Baru, komunitas Muslim sering kali merupakan minoritas, sehingga suasana Ramadan tidak selalu terasa semarak seperti di negara mayoritas Muslim.
Selain itu, akses ke makanan halal dan aktivitas ibadah bersama juga bisa menjadi tantangan tersendiri.
Sebaliknya, di negara-negara dengan durasi puasa panjang seperti Islandia, Norwegia, atau Swedia, umat Muslim berpuasa hingga 20-22 jam.
Namun, dalam kondisi ekstrem tersebut, terdapat ketentuan fiqh yang memperbolehkan mengikuti waktu puasa dari negara dengan durasi siang yang lebih moderat.
Kesimpulannya, perbedaan durasi puasa di berbagai belahan dunia menunjukkan kekayaan dan keberagaman pengalaman Ramadan bagi umat Islam.
Bagi mereka yang tinggal di negara dengan durasi puasa tercepat, hal ini bisa menjadi kemudahan. Namun, esensi puasa tetap sama di mana pun: menahan diri, memperbanyak ibadah, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Dengan semangat Ramadan yang sama, baik dalam durasi puasa yang panjang maupun pendek, umat Islam di seluruh dunia bersatu dalam ibadah dan doa, menunjukkan kekuatan spiritual yang melampaui batas geografis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










