Tata Cara Membaca Surah Yasin 3 Kali saat Malam Nisfu Sya’ban

AKURAT.CO Malam Nisfu Sya’ban dipahami oleh banyak umat Islam sebagai momentum spiritual untuk memperbanyak doa, istighfar, dan ibadah sunnah. Salah satu amalan yang berkembang luas di tengah masyarakat, khususnya dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah, adalah membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali.
Praktik ini bukan ibadah wajib, melainkan bentuk ijtihad amaliah yang bertujuan memperkuat orientasi batin kepada Allah SWT menjelang datangnya bulan Ramadhan.
Membaca Surah Yasin pada malam Nisfu Sya’ban biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid, mushala, atau lingkungan perumahan, namun juga sah dilakukan secara sendiri di rumah. Inti dari amalan ini bukan pada jumlah bacaannya semata, melainkan pada niat, kekhusyukan, dan doa yang menyertainya.
Landasan Umum Membaca Al-Qur’an dan Berdoa
Secara prinsip, membaca Al-Qur’an dan berdoa pada waktu-waktu utama merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam. Allah SWT berfirman:
اقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ
Artinya: “Bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-Qur’an.”
(QS. Al-Muzzammil: 20)
Baca Juga: Apa Itu Nisfu Syaban? Ini Makna, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan
Ayat ini menjadi dasar umum kebolehan dan keutamaan membaca Al-Qur’an kapan pun, termasuk pada malam Nisfu Sya’ban. Sementara itu, malam Nisfu Sya’ban sendiri dipahami sebagai malam pengampunan berdasarkan hadis Nabi SAW:
يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
Artinya: “Allah melihat kepada makhluk-Nya pada malam pertengahan bulan Sya’ban, lalu Dia mengampuni mereka kecuali orang yang berbuat syirik dan orang yang bermusuhan.”
(HR. Ibnu Majah)
Dari sinilah para ulama menganjurkan untuk memperbanyak ibadah dan doa pada malam tersebut, termasuk dengan membaca Surah Yasin dan memohon ampunan serta kebaikan hidup.
Niat Membaca Surah Yasin pada Malam Nisfu Sya’ban
Sebelum membaca Surah Yasin, dianjurkan menghadirkan niat di dalam hati. Niat tidak harus dilafalkan secara khusus, tetapi cukup disadari dengan sungguh-sungguh. Dalam tradisi yang berkembang, setiap bacaan Surah Yasin biasanya diiringi dengan niat yang berbeda sebagai bentuk pengharapan kepada Allah SWT.
Niat ini bukan ketentuan syariat yang baku, melainkan sarana edukasi spiritual agar doa lebih terarah dan reflektif.
Tata Cara Membaca Surah Yasin 3 Kali
Pertama, membaca Surah Yasin dengan niat memohon panjang umur dalam ketaatan kepada Allah SWT. Panjang umur dalam Islam bukan sekadar lamanya usia, tetapi keberkahan waktu yang diisi dengan amal saleh dan manfaat bagi sesama.
Kedua, membaca Surah Yasin dengan niat memohon kelapangan rezeki yang halal dan berkah. Rezeki tidak selalu identik dengan materi, tetapi juga kesehatan, ketenangan batin, dan kecukupan hidup. Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Artinya: “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(QS. Ath-Thalaq: 2–3)
Ketiga, membaca Surah Yasin dengan niat memohon keteguhan iman dan husnul khatimah. Permohonan ini menjadi sangat relevan karena tidak ada jaminan seseorang wafat dalam keadaan baik kecuali dengan rahmat Allah SWT.
Setelah setiap selesai membaca Surah Yasin, dianjurkan membaca doa sesuai dengan niat yang diharapkan. Biasanya doa dilakukan setelah tiga kali bacaan selesai, namun boleh juga dilakukan setiap selesai satu kali bacaan.
Baca Juga: Niat Puasa Ayyamul Bidh Nisfu Syaban dalam Bahasa Arab dan Artinya
Doa Setelah Membaca Surah Yasin
Doa yang dibaca setelah Surah Yasin bersifat fleksibel. Umat Islam dianjurkan berdoa dengan bahasa yang dipahami, penuh kerendahan hati, dan sesuai kebutuhan. Prinsip doa ditegaskan dalam Al-Qur’an:
ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً
Artinya: “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut.”
(QS. Al-A’raf: 55)
Karena itu, tidak ada keharusan membaca teks doa tertentu, selama substansinya berisi permohonan ampunan, kebaikan dunia, dan keselamatan akhirat.
Membaca Surah Yasin tiga kali pada malam Nisfu Sya’ban merupakan amalan yang berakar pada semangat memperbanyak ibadah dan doa di malam penuh rahmat. Amalan ini tidak bersifat wajib dan tidak boleh dipahami sebagai ritual yang menentukan sah atau tidaknya ibadah seseorang. Nilai utamanya terletak pada kesadaran spiritual, keikhlasan niat, dan upaya memperbaiki hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia.
Dengan menjadikan malam Nisfu Sya’ban sebagai ruang refleksi diri, membaca Surah Yasin bukan sekadar tradisi, tetapi jalan untuk menata ulang orientasi hidup agar lebih bermakna dan bertanggung jawab secara spiritual.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










