RI Menang Bidding Kampung Haji di Makkah, Lokasi Hanya 500 Meter dari Masjidil Haram

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia memastikan kemenangan dalam lelang hotel dan lahan strategis di Makkah, Arab Saudi, yang akan dikembangkan sebagai Kampung Haji Indonesia. Lokasinya disebut sangat dekat dengan Masjidil Haram, hanya berjarak sekitar 500 meter.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Ia menegaskan, proyek ini merupakan bagian dari komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan jemaah haji dan umrah Indonesia.
Menurut Prasetyo, pemerintah Indonesia tidak hanya membeli hotel yang sudah berdiri, tetapi juga memperoleh lahan yang akan dibangun menjadi kawasan terpadu Kampung Haji. Hotel yang dibeli tersebut ditargetkan sudah dapat digunakan pada musim haji tahun ini dan mampu menampung sekitar 24.000 hingga 25.000 jemaah secara sementara.
Baca Juga: Kuota Petugas Haji Khusus Dipangkas, 13 Asosiasi Peringatkan Risiko Penurunan Layanan Jamaah
“Selain hotel yang sudah ada, kita juga mendapatkan lahan yang akan dibangun menjadi Kampung Haji Indonesia,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1/2026).
Ia mengungkapkan, Pemerintah Arab Saudi memberikan keistimewaan kepada Indonesia untuk memilih lokasi lahan yang strategis. Presiden Prabowo kemudian memutuskan satu lokasi yang jaraknya hanya sekitar 500 meter dari Masjidil Haram.
Di atas lahan tersebut, pemerintah berencana membangun kawasan terpadu yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Rencana fasilitas itu meliputi hotel, pusat perbelanjaan, klinik kesehatan, hingga area kuliner yang representatif bagi jemaah Indonesia.
Prasetyo menilai, keberadaan food court dan fasilitas pendukung lainnya penting mengingat besarnya jumlah jemaah umrah Indonesia yang mencapai hampir 1,8 juta orang setiap tahun. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikelola dengan infrastruktur yang memadai.
Sebelumnya, CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa pemerintah telah membeli Hotel Novotel Thakher Makkah beserta lahan seluas sekitar 5 hektare. Hotel tersebut memiliki 1.461 kamar dengan tiga menara dan mampu menampung sekitar 4.383 jemaah haji Indonesia.
Ke depan, pemerintah merencanakan pembangunan tambahan 13 menara baru. Dengan pengembangan tersebut, total kamar diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 6.025 kamar, sehingga kapasitas hunian jemaah Indonesia akan jauh lebih besar dan terintegrasi.
Rosan juga menekankan keunggulan lokasi Kampung Haji Indonesia yang jauh lebih dekat dengan Masjidil Haram dibandingkan pemondokan jemaah Indonesia selama ini, yang umumnya berjarak antara 4,5 hingga 6 kilometer.
Baca Juga: MUI Kritik KUHP Baru soal Nikah Siri dan Poligami: Tak Sesuai Realita
Nilai pembelian hotel dan lahan tersebut mencapai sekitar 500 juta dolar AS. Sementara itu, pembangunan lanjutan berupa 13 menara tambahan dan pusat perbelanjaan diperkirakan membutuhkan investasi tambahan sekitar 700 hingga 800 juta dolar AS.
Pemerintah berharap kehadiran Kampung Haji Indonesia ini dapat menjadi terobosan besar dalam penyelenggaraan haji dan umrah, dengan layanan yang lebih nyaman, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










