Pelunasan Haji Khusus Mandek Total, PIHK Protes Aturan Baru yang Muncul Mendadak

AKURAT.CO Hingga Jumat, 28 November 2025, proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Khusus 1447 H/2026 M belum bergerak. Tidak satu pun jemaah haji khusus berhasil melunasi biaya, meski masa pelunasan sudah dibuka. Penyebabnya diduga kuat terkait tiga persyaratan baru yang diberlakukan tanpa sosialisasi memadai.
Keputusan Menteri Haji dan Umrah (KMHU) Nomor 31 Tahun 2025 menetapkan enam prosedur pelunasan, termasuk kewajiban pemeriksaan kesehatan yang terhubung ke SISKOHATKES, keikutsertaan aktif dalam Jaminan Kesehatan Nasional, serta unggah data paspor melalui SISKOPATUH sebelum pembayaran Bipih Khusus.
Wakil Ketua Umum HIMPUH Bidang Hukum, Suwartini, menyebut tiga syarat awal itu membuat proses pelunasan tersendat. “Tidak ada sosialisasi sebelumnya, tapi langsung diberlakukan. Akhirnya sampai Jumat sore tidak ada satu pun jemaah yang bisa melunasi,” ujarnya kepada media, Senin (1/12/2025).
Baca Juga: Haji Faisal Bongkar Fuji Sering Dimanfaatin Karyawan: Udah Sering Dibilangin
Ia mencontohkan, kesehatan berbenturan dengan jadwal pemeriksaan jemaah haji reguler sehingga fasilitas kesehatan menjadi padat. Selain itu, tidak semua rumah sakit atau klinik sudah terhubung dengan SISKOHATKES.
Pada aspek keanggotaan JKN, sebagian jemaah menganggap asuransi swasta yang mereka miliki sudah cukup, sementara syarat baru mengharuskan JKN aktif. Untuk paspor, PIHK biasanya mengurus setelah pelunasan, namun kini pelunasan tidak dapat dilakukan tanpa paspor yang sudah terunggah.
Kuota Haji Khusus harus diisi dalam waktu 30 hari sejak KMHU ditetapkan, yaitu 25 November–24 Desember 2025. Jika jemaah tidak melunasi atau tidak mengonfirmasi pelunasan selama periode tersebut, mereka otomatis masuk daftar tunggu tahun berikutnya.
Baca Juga: Daftar Biaya Haji 2026 per Embarkasi: Resmi Ditetapkan, Ini Rincian Lengkapnya
PIHK berharap pemerintah segera memberikan penjelasan dan penyesuaian teknis agar pelunasan dapat berjalan dan jemaah tidak dirugikan oleh perubahan aturan yang muncul tiba-tiba.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 2Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 3Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 6Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Bayern vs Arsenal 22 Oktober 2026: Duel Produktivitas dan Pertahanan
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








