Contoh Pos-pos Penggunaan BSU ala Ekonomi Islam, Dijamin Manfaat Sampai Tua!

AKURAT.CO Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu bentuk perhatian negara terhadap kesejahteraan pekerja.
Sayangnya, banyak penerima yang langsung menghabiskan dana bantuan ini tanpa perencanaan, sehingga manfaatnya terasa hanya sesaat. Padahal, bila diatur dengan prinsip ekonomi Islam, dana BSU bisa menjadi berkah yang bermanfaat hingga hari tua.
Islam mengajarkan bahwa setiap rezeki yang diterima adalah amanah yang harus dikelola dengan bijaksana. Allah SWT berfirman:
وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Artinya: "Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A’raf: 31)
Ayat ini menegaskan bahwa sikap boros justru akan menjauhkan kita dari keberkahan. Maka, pengelolaan BSU harus dilakukan dengan penuh perhitungan. Berikut contoh pos-pos penggunaan BSU ala ekonomi Islam yang dapat menjadi panduan praktis.
Pertama, 40% untuk kebutuhan pokok keluarga.
Pos terbesar diarahkan pada konsumsi halal dan thayyib. Makanan bergizi, transportasi untuk bekerja, dan kebutuhan rumah tangga masuk dalam kategori ini. Prinsipnya adalah memenuhi hak diri dan keluarga sebagaimana perintah Allah: "Dan berikanlah kepada keluargamu haknya dengan cara yang baik." (QS. Al-Isra’: 26).
Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah BSU September 2025 Akan Cair? Ini Info Resmi dari BPJS Ketenagakerjaan
Kedua, 20% untuk tabungan dan dana darurat.
Menyisihkan sebagian untuk masa depan sangat dianjurkan dalam Islam. Dana ini bisa disimpan di rekening bank syariah, koperasi syariah, atau instrumen halal lainnya. Tabungan akan sangat berguna jika ada kebutuhan mendesak di kemudian hari, sehingga penerima BSU tidak terjerat utang ribawi.
Ketiga, 20% untuk ibadah dan kebaikan sosial.
Menyisihkan sebagian untuk zakat, infak, maupun sedekah meski kecil, menjadi bentuk investasi akhirat. Rasulullah SAW bersabda: "Harta tidak akan berkurang karena sedekah." (HR. Muslim). Dengan berbagi, rezeki justru akan dilipatgandakan dan keberkahannya terasa panjang.
Keempat, 20% untuk pengembangan diri dan usaha halal.
Dana BSU bisa diarahkan untuk membeli buku, mengikuti kursus singkat, atau bahkan modal usaha kecil-kecilan. Misalnya, membeli perlengkapan untuk berdagang online, membuka jasa kecil, atau mengolah produk rumah tangga. Allah SWT menegaskan:
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى
Artinya: "Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya." (QS. An-Najm: 39)
Dengan memanfaatkan dana BSU untuk hal produktif, manfaatnya bisa terasa hingga masa depan, bukan hanya sekali pakai.
Baca Juga: Cara Mudah Cek Penerima BSU BPJS Ketenagakerjaan September 2025, Apakah Ada Namamu?
Model sederhana ini menunjukkan bahwa setiap penerima BSU bisa merasakan manfaat jangka panjang bila mau mengatur dengan disiplin. Pos-pos penggunaan yang berimbang antara kebutuhan duniawi dan ukhrawi akan menjadikan harta lebih berkah.
Akhirnya, pengelolaan dana dengan prinsip Islam bukan hanya sekadar perhitungan ekonomi, tetapi juga bentuk ibadah dan tanggung jawab moral. Dengan cara ini, bantuan yang nilainya terbatas bisa berkembang manfaatnya sampai usia tua, bahkan hingga akhirat kelak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









