5 Fakta Menarik tentang Sungai Eufrat selain Jadi Tanda Kiamat Sudah Dekat

AKURAT.CO Sungai Eufrat adalah salah satu sungai paling bersejarah dan sakral di dunia. Dalam Al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi, Eufrat beberapa kali disebut, bahkan menjadi bagian dari nubuat akhir zaman. Namun jauh sebelum itu, sungai ini sudah menjadi pusat peradaban kuno, sumber kehidupan, dan poros spiritualitas umat manusia di Timur Tengah.
Dalam pandangan Islam, Sungai Eufrat dikenal sebagai bagian dari empat sungai surga. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya empat sungai dari surga adalah Eufrat, Nil, Sayhan, dan Jayhan." (HR. Muslim). Ini menunjukkan betapa besar nilai simbolik dan spiritual dari sungai ini.
Namun, selain dikenang karena kaitannya dengan tanda-tanda kiamat, Sungai Eufrat memiliki sederet fakta menarik yang menunjukkan betapa pentingnya peran sungai ini dalam sejarah manusia dan spiritualitas Islam.
Pertama, Eufrat adalah salah satu dari dua sungai besar yang mengaliri kawasan Mesopotamia, wilayah yang dikenal sebagai “cradle of civilization” atau tempat lahirnya peradaban manusia. Peradaban Sumeria, Babilonia, dan Assyria tumbuh dan berkembang di sepanjang bantaran sungai ini. Dalam Al-Qur’an, wilayah-wilayah tersebut menjadi latar penting kisah para nabi seperti Ibrahim dan Yunus.
Baca Juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Agustus 2025 Sesuai Kalender Hijriah
Kedua, Sungai Eufrat menjadi sumber air utama bagi pertanian dan kehidupan masyarakat Irak, Suriah, dan Turki selama ribuan tahun. Keberadaannya begitu vital sehingga banyak konflik dan perjanjian politik di kawasan tersebut sering melibatkan isu distribusi air dari Eufrat.
Islam sangat menekankan pentingnya menjaga dan mendistribusikan sumber daya alam dengan adil. Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an: "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya" (QS. Al-A’raf: 56).
Ketiga, dalam hadis sahih disebutkan bahwa salah satu tanda kiamat adalah mengeringnya Sungai Eufrat dan munculnya emas dari dasar sungai tersebut. Rasulullah SAW bersabda:
"Yushiku al-Furat an yahsifa 'an kanzin min dzahabin. Faman hadharahu fala ya'khudz minhu syai'an."
Artinya: "Sungai Eufrat hampir mengering dan akan tampak harta karun berupa emas. Maka barang siapa menyaksikannya, janganlah mengambil sedikit pun darinya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini memberikan peringatan keras untuk tidak terjebak dalam kerakusan harta dunia meskipun tampak sebagai peluang besar. Ia menegaskan pentingnya sikap zuhud dan kewaspadaan spiritual di masa fitnah.
Keempat, dalam sejarah Islam, Sungai Eufrat menjadi saksi banyak peristiwa penting. Salah satunya adalah Perang Qadisiyyah antara umat Islam dan Kekaisaran Persia yang berujung pada runtuhnya kekuasaan Majusi dan masuknya Islam ke wilayah Persia. Dalam catatan sejarah klasik, sungai ini juga menjadi jalur logistik pasukan Muslim ketika menembus wilayah Syam dan Irak.
Kelima, Sungai Eufrat menyimpan potensi simbolik yang besar dalam spiritualitas Islam. Ia mengingatkan manusia akan keterbatasan dunia dan kefanaan materi. Ketika umat Islam diperintahkan untuk tidak mengambil emas yang muncul dari Eufrat menjelang kiamat, itu adalah seruan agar manusia fokus pada akhirat dan menjauhi sikap tamak.
Baca Juga: Menggunakan TikTok untuk Konten Joget-joget, Apa Hukumnya Menurut Islam?
Dari semua itu, menjadi jelas bahwa Eufrat bukan sekadar sungai biasa. Ia adalah simpul sejarah, spiritualitas, dan pengingat akan akhir zaman. Perspektif Islam menempatkan Eufrat sebagai simbol dari keberkahan dan juga ujian. Oleh karena itu, menyikapi fenomena apapun terkait Eufrat, baik secara geologis maupun eskatologis, harus dengan ilmu, ketenangan, dan kesadaran akan keterikatan dunia dan akhirat.
Eufrat memberi pelajaran mendalam bahwa air bisa menjadi berkah atau bencana, bisa menjadi sumber kehidupan atau sumber fitnah. Sikap terbaik bagi seorang Muslim bukan sekadar mengamati fenomena-fenomena alam sebagai peristiwa fisik, tapi juga mengambil hikmah dan peringatan darinya sebagai bentuk kesiapan ruhani dalam menyambut akhir zaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










