Akurat

Mimpi Punya Rumah Baru Menurut Islam Artinya Apa?

Fajar Rizky Ramadhan | 27 Juli 2025, 06:53 WIB
Mimpi Punya Rumah Baru Menurut Islam Artinya Apa?

AKURAT.CO Setiap orang tentu pernah bermimpi. Ada mimpi yang terasa biasa saja, ada pula yang begitu membekas, seolah menyimpan pesan tertentu.

Salah satu mimpi yang sering dialami banyak orang adalah mimpi tentang memiliki rumah baru. Dalam Islam, mimpi bukan sekadar bunga tidur.

Mimpi bisa menjadi isyarat, peringatan, bahkan kabar gembira dari Allah. Lantas, apa arti mimpi punya rumah baru menurut Islam? Bagaimana pandangan ulama dan dalil yang menyertainya?

Islam memandang mimpi dalam tiga kategori sebagaimana dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw. dalam sabdanya:

الرُّؤْيَا ثَلاَثَةٌ: فَرُؤْيَا الصَّالِحَةِ بُشْرَى مِنَ اللَّهِ، وَرُؤْيَا تَحْزِينٌ مِنَ الشَّيْطَانِ، وَرُؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ الْمَرْءُ نَفْسَهُ

Artinya: “Mimpi itu ada tiga macam: mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah, mimpi yang menakutkan dari setan, dan mimpi yang muncul dari bisikan hati seseorang.” (HR. Muslim)

Berdasarkan hadis ini, mimpi tentang rumah baru dapat dikategorikan dalam mimpi yang baik, terutama jika menimbulkan perasaan senang dan positif saat bangun tidur.

Dalam penafsiran klasik dan tafsir mimpi para ulama terdahulu, rumah baru dalam mimpi bisa memiliki makna simbolik yang dalam, tergantung dari kondisi si pemimpi dan konteks kehidupan nyatanya.

Baca Juga: 7 Cara Ampuh Jauhkan Anak dari Sikap Pemarah dan Pemalas dalam Perspektif Islam

Dalam literatur Islam, khususnya dalam kitab-kitab tafsir mimpi seperti Tafsir al-Ahlam karya Ibn Sirin, rumah memiliki berbagai makna. Jika seseorang bermimpi memiliki rumah baru, hal itu sering ditafsirkan sebagai pertanda datangnya perubahan hidup yang signifikan.

Rumah dalam mimpi melambangkan kehidupan, perlindungan, status, dan keamanan. Maka, rumah baru bisa berarti fase kehidupan baru yang lebih baik, peningkatan rezeki, atau bertambahnya tanggung jawab.

Imam Ibn Sirin menyebutkan bahwa rumah dalam mimpi bisa berarti dunia pemimpi itu sendiri. Ketika seseorang melihat dirinya membangun rumah baru, maka itu bisa menjadi tanda bahwa ia sedang membangun kehidupannya menuju kebaikan, mungkin dalam hal agama, keuangan, atau keluarga. Namun, jika rumah itu tampak rusak, gelap, atau menakutkan, maka maknanya bisa menjadi sebaliknya.

Rumah juga sering diidentikkan dengan akhlak atau kepribadian seseorang. Dalam Al-Qur'an, rumah disebut sebagai tempat ketenangan dan kasih sayang. Allah berfirman:

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّن بُيُوتِكُمْ سَكَنًا

Artinya: "Dan Allah menjadikan bagi kamu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal (yang memberi ketenangan)." (QS. An-Nahl: 80)

Maka, mimpi tentang rumah baru bisa saja menjadi tanda bahwa Allah sedang memberi jalan agar kita menemukan ketenangan dan kedamaian baru dalam hidup.

Bisa berupa keluarga baru, rezeki baru, atau bahkan pemahaman spiritual yang lebih mendalam. Dalam konteks ini, mimpi bisa menjadi isyarat untuk bersiap menerima perubahan positif.

Sebagian ulama juga mengaitkan rumah baru dengan akhirat, khususnya jika rumah dalam mimpi itu sangat indah dan megah. Ini didasarkan pada analogi bahwa rumah kita yang sebenarnya adalah di akhirat.

Jika seseorang bermimpi melihat rumah yang penuh cahaya dan menyenangkan, bisa jadi itu pertanda amalnya sedang diterima, dan Allah sedang mempersiapkan tempat untuknya di surga. Rasulullah bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ غُرَفًا يُرَى ظَاهِرُهَا مِن بَاطِنِهَا، وَبَاطِنُهَا مِن ظَاهِرِهَا

Artinya: “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang bagian dalamnya bisa dilihat dari luar dan luar bisa dilihat dari dalam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi jika rumah baru dalam mimpi itu terang, indah, dan terasa nyaman, bisa jadi itu adalah kabar gembira dari Allah bahwa kehidupan spiritual kita sedang mengalami peningkatan dan kita dijanjikan tempat mulia di akhirat kelak. Namun, tentu saja ini bukan patokan pasti. Mimpi tetap harus dilihat secara hati-hati dan tidak boleh dijadikan dasar hukum atau keyakinan mutlak.

Baca Juga: 5 Cara agar Anak Sukses dalam Pendidikan dalam Perspektif Islam

Ada pula penafsiran dari sisi duniawi. Rumah baru bisa menandakan adanya perubahan pekerjaan, naik jabatan, mendapatkan rezeki yang tak terduga, atau dimulainya lembaran baru dalam hidup seperti menikah atau pindah tempat tinggal. Mimpi ini bisa menjadi dorongan dari alam bawah sadar untuk bergerak, berbenah, dan memperbaiki kondisi hidup.

Namun perlu ditekankan, Islam mengajarkan kita untuk tidak terlalu bergantung pada mimpi. Meskipun mimpi kadang membawa pesan, tapi tetap saja hidup di dunia nyata adalah medan utama kita. Rasulullah pun memberikan pedoman jika seseorang bermimpi baik:

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمُ الرُّؤْيَا يُحِبُّهَا، فَإِنَّهَا مِنَ اللَّهِ، فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ عَلَيْهَا وَلْيُحَدِّثْ بِهَا

Artinya: “Jika salah seorang dari kalian melihat mimpi yang baik, maka itu dari Allah. Hendaknya ia memuji Allah dan menceritakannya.” (HR. Bukhari)

Artinya, jika seseorang mimpi tentang rumah baru dan merasakan kebahagiaan darinya, maka itu adalah nikmat yang patut disyukuri. Tapi tidak perlu dihebohkan secara berlebihan. Tidak semua mimpi harus dicari makna tersembunyinya, apalagi dijadikan pegangan dalam mengambil keputusan penting.

Sebaliknya, jika mimpi itu buruk, Islam mengajarkan untuk tidak menceritakannya kepada siapa pun, dan segera membaca doa serta berpindah posisi tidur. Hal ini untuk menjaga hati agar tidak diganggu oleh was-was setan yang bisa membuat kita gelisah.

Pada akhirnya, mimpi tentang rumah baru bisa menjadi momen kontemplatif. Ia mengajarkan kita untuk merenung: apakah rumah yang kita miliki sekarang sudah memberi cukup ketenangan? Apakah hati kita sudah menjadi rumah bagi iman dan takwa? Apakah kita sedang membangun rumah di dunia dengan cara yang diridhai Allah? Atau justru membangun rumah di akhirat yang megah namun hanya ilusi karena amal kita masih rapuh?

Mimpi hanyalah jendela kecil dari alam bawah sadar. Tapi dalam Islam, jendela itu bisa menjadi cara Allah menuntun kita untuk melihat ke dalam diri. Mungkin rumah baru dalam mimpi itu bukan tentang bangunan fisik, tapi tentang perubahan batin yang harus kita lakukan.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw.,

إِذَا اقْتَرَبَ الزَّمَانُ لَمْ تَكَدْ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ تَكْذِبُ

Artinya: “Apabila akhir zaman telah dekat, maka mimpi seorang mukmin hampir tidak pernah bohong.” (HR. Muslim)

Maka jangan abaikan mimpi, tapi jangan pula mendewakannya. Bersikaplah bijak. Jadikan mimpi rumah baru sebagai motivasi untuk membenahi diri, memperbaiki kualitas hidup, dan menata masa depan, baik dunia maupun akhirat.

Rumah yang sesungguhnya adalah hati yang lapang dan amal yang kukuh. Dan rumah terbaik adalah rumah yang kelak kita tempati di sisi Allah, di bawah naungan kasih-Nya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.