Akurat

Penyelenggaraan Haji 2025 Banyak Catatan, Menag Nasaruddin Umar Minta Maaf

Lufaefi | 12 Juni 2025, 08:00 WIB
Penyelenggaraan Haji 2025 Banyak Catatan, Menag Nasaruddin Umar Minta Maaf

AKURAT.CO Penyelenggaraan ibadah haji 2025 diwarnai sejumlah catatan teknis yang menjadi perhatian publik, mulai dari keterlambatan evakuasi di Muzdalifah hingga penempatan jemaah yang tidak ideal di Arafah dan hotel.

Menteri Agama Nasaruddin Umar yang juga bertugas sebagai Amirulhaj menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas berbagai ketidaknyamanan yang dialami oleh jemaah Indonesia, khususnya selama fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Saya selaku Amirulhaj dan Menteri Agama menyampaikan permohonan maaf,” kata Menag dalam keterangan pers di Makkah (Rabu, 11 Juni 2025).

Salah satu masalah yang mencuat adalah keterlambatan evakuasi dari Muzdalifah. Proses yang dijadwalkan rampung pada pukul 09.00 waktu Arab Saudi molor hingga 09.40. Hal ini disebut akibat kemacetan di jalur taradudi yang juga digunakan oleh jemaah dari berbagai negara lain.

Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia Ditipu Warga Arab, Sampai Dijuluki Hewan Ternak

“Kemacetan dan keterlambatan proses evakuasi di Muzdalifah ini tidak hanya dialami oleh jamaah haji Indonesia,” jelas Nasaruddin.

Selain itu, ditemukan ketidakteraturan dalam penempatan jemaah selama di Makkah. Beberapa pasangan suami istri, orang tua dan anak, serta lansia dan pendampingnya dilaporkan tinggal di hotel berbeda. Kondisi ini menyulitkan pendampingan, khususnya bagi jemaah berkebutuhan khusus.

Penempatan tenda di Arafah juga menjadi sorotan karena tidak sesuai kapasitas dan beberapa terlambat dipersiapkan. Menag menegaskan bahwa hal ini akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan haji tahun depan.

Kendati demikian, Menag mencatat adanya perbaikan dalam beberapa aspek. Usai bertemu Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Taufiq Al Rabiah, serta Wakil Gubernur Makkah, Pangeran Saud bin Mish’al, ia menyampaikan bahwa infrastruktur, distribusi air, dan layanan kesehatan meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, angka kematian sampai saat ini juga lebih rendah. Semoga kondisi ini akan terus berlangsung hingga seluruh jemaah haji kembali ke negara masing-masing,” ungkapnya.

Fase pemulangan jemaah haji Indonesia mulai berlangsung sejak 11 Juni dan akan berlangsung hingga 25 Juni 2025. Sebanyak 266 kelompok terbang (kloter) akan dipulangkan melalui Bandara King Abdul Aziz di Jeddah. Pada saat kedatangan, kloter-kloter ini mendarat di Madinah.

Baca Juga: Aturan Membawa Air Zamzam di Pesawat Haji 2025: Dilarang dalam Koper, Ini Alasannya

“Hari ini saya melepas keberangkatan jamaah Kloter 1 embarkasi Makassar atau UPG 01 dari hotel mereka di wilayah Syisah ke Madinah,” tutur Menag.

Gelombang kedua akan mulai digeser ke Madinah pada 18 Juni dan dijadwalkan kembali ke Tanah Air antara 26 Juni hingga 10 Juli. Selama di Madinah, jemaah akan menjalani masa tinggal selama sembilan hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.