Ketua Rombongan Haji Ini Cerita: Hingga Jumat Sore 15 Jemaah Saya Belum Sampai Maktab, Dari Pagi Belum Sarapan

AKURAT.CO Sebanyak 15 jemaah haji asal Embarkasi Lombok (LOP 2) dilaporkan belum tiba di tenda Mina hingga Jumat (6/6/2025) pukul 16.00 waktu Arab Saudi (WAS). Mereka diketahui masih dalam perjalanan dari Muzdalifah dan terpisah di sejumlah titik, menurut laporan Ketua Rombongan 7 kloter tersebut.
Rombongan ini tergabung dalam Maktab BTG 62 Al Bayt. Ketua rombongan, yang bernama Nanoe, menyampaikan bahwa sebagian besar jemaah memang sudah tiba dengan selamat dan menempati tenda sejak pagi hari. Namun, hingga Jumat sore, masih terdapat jemaah yang tersesat dan belum bergabung dengan rombongan.
“Masih ada jemaah yang karena jalan dari Muzdalifah, sekarang masih nyasar di jalan-jalan dan di bawah jembatan, Pak,” ungkap Nanoe melalui laporan langsungnya kepada media.
“Kami dari Kloter LOP 2, dan sampai Jumat sore ada 15 orang lagi yang belum sampai ke tenda,” tambahnya.
Ia menambahkan, perjalanan ke Mina diwarnai hambatan transportasi. Para jemaah semula dijadwalkan diberangkatkan dari Muzdalifah sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat menggunakan bus.
Namun, tidak semua berhasil terangkut. Sejumlah jemaah terpaksa berjalan kaki lantaran bus yang dijanjikan tidak bisa masuk ke area penjemputan.
“Yang masuk ke maktab kami tidak kurang dari 110 orang, dengan perjalanan mencapai tiga jam. Jarak dari Muzdalifah ke Mina kemungkinan sekitar 4 hingga 7 kilometer. Banyak jemaah terpaksa jalan kaki,” jelas Nanoe.
Hingga Jumat sore, nama-nama jemaah yang masih belum sampai di tenda di antaranya adalah Bapak Sahrim Naam, Ibu Wasilah Nurdin, Ibu Rukyatunaini, Ibu Rukiyati Salim, Bapak Moh. Syukur, dan Ibu Yuliani Dongkoh. Semuanya belum makan sejak pagi di Muzdalifah, bahkan belum sempat sarapan.
“Kami sudah minta bantuan petugas, tapi sejauh ini belum ada respons. Harapan kami mereka segera ditemukan dan bisa ikut lempar jumroh bersama,” ucap Nanoe.
Kondisi di dalam tenda sejauh ini dilaporkan memadai. Namun, masalah utama terletak pada transportasi dan mobilisasi jemaah, yang sejak dini hari menghadapi tantangan logistik dan kurangnya kejelasan koordinasi antar-petugas.
Pihak rombongan berharap agar para jemaah yang belum tiba segera ditemukan dan mendapatkan bantuan yang diperlukan, terutama mengingat padatnya jadwal ibadah haji di Mina yang sangat bergantung pada waktu dan kondisi fisik jemaah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










