Akurat

Hari Arafah 2025: Ini Daftar Larangan dan Anjuran Ibadah Saat Wukuf

Fajar Rizky Ramadhan | 5 Juni 2025, 13:56 WIB
Hari Arafah 2025: Ini Daftar Larangan dan Anjuran Ibadah Saat Wukuf

AKURAT.CO Hari Arafah, yang jatuh setiap tanggal 9 Zulhijah, merupakan momen paling sakral dalam pelaksanaan ibadah haji. Tahun ini, Hari Arafah bertepatan dengan Kamis, 5 Juni 2025.

Bagi jemaah haji, hari ini adalah puncak ibadah berupa wukuf di Padang Arafah. Sementara bagi umat Islam lainnya, hari ini menjadi momentum istimewa untuk memperbanyak doa dan ibadah, termasuk puasa Arafah.

Namun, penting untuk dicatat bahwa ada sejumlah larangan yang harus diperhatikan oleh para jemaah selama berada di Arafah agar kekhusyukan dan kesucian ibadah tetap terjaga.

Dalam imbauannya, Kementerian Agama (Kemenag) menekankan, “Selama wukuf di Arafah, mari jaga kekhusyukan dan kesucian ibadah.” Pernyataan ini disampaikan melalui akun resmi Kemenag, Senin (2/6/2025).

Baca Juga: Takbiran Idul Adha, Apakah Boleh Dikumandangkan di Hari Arafah?

Larangan saat Hari Arafah untuk Jemaah Haji

Berikut beberapa larangan utama yang harus dihindari:

  • Larangan Ihram: Laki-laki dilarang menutup kepala dan perempuan dilarang menutup wajah. Penggunaan parfum juga tidak diperbolehkan.

  • Mengganggu kekhusyukan: Mengambil selfie berlebihan, aktif di media sosial, atau merokok di area Arafah termasuk perilaku yang dilarang.

  • Perilaku tercela: Seperti hubungan seksual (rafats), mencaci maki (fusuk), debat keras (jidal), hingga gibah.

  • Menampakkan aurat dan berpindah-pindah tenda tanpa keperluan jelas.

  • Naik ke Jabal Rahmah serta merusak lingkungan, seperti mencabut rumput atau membunuh hewan kecil.

  • Buang sampah sembarangan termasuk pelanggaran serius.

Anjuran Ibadah di Hari Arafah

Selain larangan, Kemenag juga mendorong jemaah untuk memaksimalkan ibadah pada hari ini melalui beberapa amalan utama:

  • Memperbanyak salat sunnah, membaca Al-Qur'an, berdzikir, istighfar, serta selawat.

  • Menanamkan sikap syukur, sabar, dan tawakal.

  • Melakukan muhasabah diri, serta menjaga ketertiban dalam antrian makan, toilet, atau naik turun bus.

  • Berdoa untuk keselamatan umat Islam dan bangsa.

  • Disarankan untuk tetap berada di tenda antara pukul 10.00–16.00 waktu Arab Saudi guna menghindari panas ekstrem.

Baca Juga: Takbiran Idul Adha Dilaksanakan Sejak Kapan sampai Kapan?

Bagi yang Tidak Berhaji: Puasa Arafah Dianjurkan

Bagi umat Islam yang tidak menunaikan haji, tidak ada larangan khusus selama Hari Arafah, kecuali hal-hal yang memang sudah haram dalam Islam seperti meninggalkan salat, durhaka kepada orang tua, atau perbuatan maksiat.

Namun, satu amalan yang sangat dianjurkan adalah puasa sunnah Arafah. Menurut sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

"Puasa pada hari Arafah menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang."(HR Muslim).

Puasa ini diyakini membawa keutamaan besar, yaitu penghapusan dosa dua tahun: satu tahun sebelumnya dan satu tahun yang akan datang.

Jadi, hari Arafah bukan sekadar ritual bagi jemaah haji, tapi juga menjadi peluang besar bagi seluruh umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baik melalui wukuf di Arafah maupun puasa di luar Tanah Suci, momentum ini semestinya digunakan untuk memperbaiki diri, memperbanyak doa, dan menebar kebaikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.