Akurat

5 Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Dzulhijjah

Fajar Rizky Ramadhan | 26 Mei 2025, 09:00 WIB
5 Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Dzulhijjah

AKURAT.CO Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam.

Selain menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji dan Idul Adha, Dzulhijjah juga menjadi saksi sejarah terhadap berbagai peristiwa besar yang memiliki nilai teologis dan historis bagi umat Islam.

Berikut ini adalah lima peristiwa penting yang terjadi di bulan Dzulhijjah, lengkap dengan konteks dan hikmahnya.

Pertama, disyariatkannya ibadah haji. Dzulhijjah dikenal sebagai bulan haji karena pada bulan inilah rukun Islam kelima dilaksanakan.

Ibadah ini merujuk pada perintah Allah kepada Nabi Ibrahim AS untuk menyeru umat manusia agar datang ke Baitullah.

Prosesi haji, termasuk wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah dan pelaksanaan thawaf serta sa’i, menjadi bentuk konkret dari ketaatan dan ketundukan manusia kepada Allah.

Tradisi ini berakar dari kisah pengorbanan dan keteladanan Nabi Ibrahim AS bersama keluarganya.

Kedua, peristiwa wukuf di Arafah. Tanggal 9 Dzulhijjah menjadi salah satu hari paling sakral dalam kalender Islam.

Di hari ini, jamaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, yang menjadi inti dari ibadah haji. Rasulullah SAW menyebut bahwa "haji itu Arafah", menegaskan pentingnya momen ini.

Sementara bagi umat Islam yang tidak berhaji, puasa Arafah sangat dianjurkan karena keutamaannya dalam menghapus dosa-dosa selama dua tahun.

Baca Juga: 1 Dzulhijjah 2025 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal Lengkap dan Amalan Utamanya

Ketiga, Idul Adha dan penyembelihan kurban. Tanggal 10 Dzulhijjah diperingati sebagai Hari Raya Kurban, di mana umat Islam menunaikan salat Id dan menyembelih hewan kurban sebagai bentuk ibadah dan simbol solidaritas sosial.

Perintah berkurban ini merupakan bentuk penghayatan terhadap kisah Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya, Ismail AS, atas perintah Allah sebelum kemudian digantikan oleh seekor domba.

Keempat, wafatnya Umar bin Khattab RA. Salah satu sahabat utama Rasulullah dan khalifah kedua dalam sejarah Islam ini wafat pada akhir bulan Dzulhijjah setelah ditikam oleh Abu Lu’lu’ah al-Majusi.

Peristiwa ini menjadi titik penting dalam sejarah kekhilafahan Islam karena menandai berakhirnya masa pemerintahan Umar yang dikenal adil, tegas, dan penuh inovasi dalam sistem pemerintahan.

Kelima, peristiwa Ghadir Khum. Meskipun menjadi titik perbedaan tafsir antara Sunni dan Syiah, peristiwa ini tak dapat dilepaskan dari sejarah bulan Dzulhijjah.

Menurut beberapa riwayat, pada 18 Dzulhijjah tahun 10 Hijriah, Rasulullah SAW berhenti di tempat bernama Ghadir Khum sepulang dari haji wada’, lalu menyampaikan pesan penting kepada umat, termasuk pernyataan yang berbunyi: “Barang siapa yang menjadikan aku sebagai pemimpinnya, maka Ali adalah pemimpinnya.”

Peristiwa ini dianggap penting dalam diskursus tentang kepemimpinan umat pasca wafatnya Rasulullah.

Baca Juga: Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Dzulhijjah: Jadwal, Niat dan Keutamaannya

Lima peristiwa tersebut menunjukkan bahwa Dzulhijjah bukan sekadar bulan ritual, tetapi juga bulan sejarah.

Setiap peristiwa menyimpan pelajaran tentang ketaatan, kepemimpinan, pengorbanan, dan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Memahami sejarah yang terjadi di bulan ini dapat memperkaya kesadaran spiritual umat dan mendorong mereka untuk mengisi hari-hari Dzulhijjah dengan amal saleh dan refleksi diri yang mendalam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.