Akurat

1 Dzulhijjah 2025 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal Lengkap dan Amalan Utamanya

Fajar Rizky Ramadhan | 26 Mei 2025, 05:33 WIB
1 Dzulhijjah 2025 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal Lengkap dan Amalan Utamanya

AKURAT.CO Bulan Dzulhijjah merupakan momen penting bagi umat Islam karena di dalamnya terdapat pelaksanaan ibadah haji dan kurban. Berdasarkan prediksi Kalender Hijriah 1446 H yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag RI), 1 Dzulhijjah 2025 diperkirakan jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025.

Meskipun demikian, penetapan resmi awal Dzulhijjah masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar pada 27 Mei 2025. Hasil sidang tersebut akan diumumkan dalam konferensi pers oleh pemerintah.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan lebih awal bahwa 1 Dzulhijjah 1446 H jatuh pada tanggal 28 Mei 2025, sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2025. Penetapan ini berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal yang digunakan Majelis Tarjih dan Tajdid.

Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha diperkirakan berlangsung pada Jumat, 6 Juni 2025, bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1446 H.

Baca Juga: Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Dzulhijjah: Jadwal, Niat dan Keutamaannya

Keutamaan dan Amalan Selama Dzulhijjah

Dzulhijjah adalah bulan yang memiliki banyak keutamaan. Rasulullah SAW bersabda:

" Tidak ada hari di mana amal kebaikan saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini. Rasulullah menghendaki 10 hari (awal Dzulhijjah). Lantas para sahabat bertanya: 'Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?' Rasulullah shallallâhu 'alaihi wasallam menjawab: 'Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun (mati syahid)'." (HR Bukhari)

Dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustaz Abdullah Faqif Ahmad Abdul Wahid, sejumlah amalan dianjurkan selama 10 hari pertama Dzulhijjah, antara lain:

  1. Puasa sunnah sejak 1 hingga 9 Dzulhijjah. Diriwayatkan dari Hafshah RA, "Rasulullah SAW berpuasa Asyura, sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, dan tiga hari pada setiap bulan." (HR Abu Dawud)

  2. Memperbanyak zikir seperti takbir, tahlil, tasbih, dan istighfar. Allah SWT berfirman dalam Surah An Nisa ayat 103: "Maka, apabila kamu telah menyelesaikan salat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring..."

  3. Menunaikan ibadah haji bagi yang mampu, sebagaimana sabda Nabi SAW: "Umrah ke umrah adalah penghapus dosa di antara keduanya. Dan, haji mabrur tidak ada balasan baginya, kecuali surga." (HR Bukhari dan Muslim)

  4. Melaksanakan kurban pada tanggal 10 Dzulhijjah dan hari-hari tasyrik. Dalilnya terdapat dalam Surah Al-Kautsar ayat 2: "Dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah."

Baca Juga: Idul Adha Sudah Selesai, Masih Adakah Puasa Sunnah di Bulan Dzulhijjah?

Dengan mengetahui tanggal pasti masuknya bulan Dzulhijjah, umat Islam dapat mempersiapkan diri untuk meraih keutamaan dan pahala yang besar selama bulan mulia ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.