Akurat

Tips Nabung Agar Bisa Berangkat Haji Bagi Kamu yang Gajinya Pas-pasan!

Fajar Rizky Ramadhan | 10 Mei 2025, 11:27 WIB
Tips Nabung Agar Bisa Berangkat Haji Bagi Kamu yang Gajinya Pas-pasan!

AKURAT.CO Berangkat haji adalah impian setiap Muslim. Namun, tak bisa dimungkiri bahwa biaya haji yang kian meningkat sering kali menjadi penghalang terbesar, terutama bagi mereka yang penghasilannya pas-pasan.

Meski begitu, bukan berarti impian itu mustahil. Dengan strategi keuangan yang tepat, disiplin yang kuat, dan niat yang tulus, siapa pun bisa mewujudkan keinginan suci ini, bahkan dari kondisi keuangan yang terbatas.

Mari kita simak kisah dan tips nabung ala mereka yang berhasil mendaftar haji dari gaji UMR, bahkan kurang dari itu.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Bu Siti, seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari membantu suaminya berjualan gorengan di pasar.

Pendapatan mereka tak menentu, kadang Rp50 ribu, kadang tak sampai Rp30 ribu per hari. Namun, dalam waktu 8 tahun, mereka berhasil mendaftar haji reguler. Rahasianya? Satu kata: istiqamah.

Setiap hari mereka menyisihkan minimal Rp5 ribu ke dalam celengan khusus haji. Tidak diambil, tidak diganggu. Celengan itu kemudian mereka setorkan ke rekening tabungan haji setiap kali sudah mencapai Rp200 ribu.

Dari kisah Bu Siti, kita belajar bahwa menabung bukan soal besar kecilnya nominal, tetapi soal kebiasaan dan komitmen. Berikut ini beberapa tips konkret yang bisa kamu terapkan agar bisa berangkat haji meski gaji pas-pasan:

1. Niat yang Kuat dan Fokus pada Tujuan

Segala sesuatu bermula dari niat. Menabung untuk haji membutuhkan mental yang kuat. Tanpa niat yang kokoh, kamu akan mudah tergoda menggunakan uang tabungan untuk hal-hal lain yang tidak penting.

Tulis targetmu dan tempel di tempat yang mudah terlihat, misalnya: “Bismillah, 2035 naik haji!” Ini bukan sekadar motivasi, tapi pengingat harian bahwa kamu sedang menuju sesuatu yang besar.

Baca Juga: Innalilahi, Jemaah Haji Asal Sidoarjo Wafat di Pesawat Saat Menuju Madinah

2. Buat Rekening Khusus Tabungan Haji

Pisahkan rekening untuk tabungan haji dari rekening kebutuhan harian. Ini penting agar kamu tidak tergoda menggunakannya.

Beberapa bank syariah bahkan menyediakan fitur khusus tabungan haji tanpa biaya admin dan dengan sistem autodebet. Gunakan itu untuk memudahkan proses menabung tanpa harus berpikir ulang setiap bulan.

3. Sisihkan di Awal, Bukan Sisa

Banyak orang gagal menabung karena prinsipnya menabung dari “uang sisa.” Kalau begitu, sampai kapan pun tidak akan pernah ada sisa. Ubah pola pikir. Begitu gaji masuk, langsung sisihkan minimal 5-10% untuk tabungan haji, bahkan jika jumlahnya kecil.

Ingat, Rp10 ribu per hari bisa jadi Rp300 ribu per bulan, dan itu berarti Rp3,6 juta per tahun. Dalam lima tahun, kamu bisa mengumpulkan dana awal pendaftaran haji.

4. Kurangi Pengeluaran Konsumtif

Sadari bahwa banyak pengeluaran harian kita sebenarnya bisa ditekan. Ngopi di kafe, belanja online impulsif, langganan streaming yang jarang dipakai, atau jajanan sore yang tidak terlalu perlu.

Coba catat semua pengeluaranmu selama sebulan. Kamu akan kaget melihat ke mana saja uangmu mengalir. Dari situ, potong yang tidak perlu dan alihkan ke tabungan haji.

5. Tambah Penghasilan Sampingan

Kalau penghasilan utama terlalu mepet, jangan ragu untuk mencari penghasilan tambahan. Banyak pekerjaan sampingan yang fleksibel dan bisa dikerjakan dari rumah, seperti jualan online, menjadi reseller, atau freelance sesuai keahlianmu. Setiap tambahan pemasukan, langsung alokasikan minimal setengahnya ke tabungan haji.

6. Gunakan Emas atau Arisan Haji sebagai Alternatif

Kalau kamu tipe yang sulit menabung karena uang tunai mudah terpakai, kamu bisa mempertimbangkan menabung dalam bentuk emas. Emas lebih stabil nilainya dan tidak mudah tergoda untuk dicairkan. Atau, ikut arisan haji di lingkungan terpercaya. Arisan ini bisa membantu mengakumulasi dana pendaftaran lebih cepat secara kolektif.

7. Daftar Haji Reguler Lebih Awal

Salah satu kesalahan umum adalah menunggu sampai tabungan penuh baru daftar haji. Padahal, cukup dengan dana sekitar Rp25 juta, kamu sudah bisa mendaftar dan mendapatkan nomor antrean.

Mengingat antrean haji reguler bisa mencapai 15-30 tahun di beberapa daerah, semakin cepat daftar, semakin besar peluangmu berangkat lebih awal. Sementara menunggu, kamu bisa terus menabung untuk pelunasan biaya hajinya nanti.

Baca Juga: Gubernur Herman Deru Harapkan Amphuri Jadi Referensi Masyarakat dalam Memilih Travel Perjalanan Haji dan Umroh

8. Jangan Remehkan Doa dan Sedekah

Terakhir, jangan pernah lelah berdoa. Keajaiban rezeki itu nyata bagi mereka yang yakin. Sisihkan juga sebagian kecil dari penghasilanmu untuk sedekah.

Aneh tapi nyata, sedekah justru membuka jalan rezeki yang tidak disangka-sangka. Banyak yang bersaksi bahwa rezeki untuk haji datang dari arah yang tak pernah mereka bayangkan.

Berangkat haji bukan semata urusan finansial, tapi juga urusan spiritual. Banyak orang kaya yang belum terpanggil, dan banyak orang sederhana yang justru diberi jalan. Jika kamu sudah berusaha maksimal, insyaAllah Allah akan cukupkan sisanya.

Jadi, tunggu apa lagi? Mulailah hari ini, tidak perlu menunggu gaji naik atau keadaan stabil. Karena justru dari keterbatasan itulah, kita diajarkan arti perjuangan yang sesungguhnya. Haji bukan untuk yang kaya, tapi untuk yang mau berjuang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.