Akurat

Naskah Khutbah Jumat: Cara Memuliakan Bulan Dzulqa’dah dalam Islam

Lufaefi | 9 Mei 2025, 06:30 WIB
Naskah Khutbah Jumat: Cara Memuliakan Bulan Dzulqa’dah dalam Islam

AKURAT.CO Bulan Dzulqa’dah merupakan salah satu dari empat bulan haram (الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ) dalam kalender hijriah yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Bersama Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab, bulan ini memiliki posisi istimewa yang telah Allah firmankan dalam Al-Qur’an dan dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam berbagai hadis.

Dalam khutbah Jumat ini, khatib akan menguraikan bagaimana seharusnya umat Islam memuliakan bulan Dzulqa’dah, tidak hanya sebagai pengetahuan sejarah keislaman, tetapi juga sebagai panduan moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Khutbah Pertama

اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Pada hari yang mulia ini, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa, karena hanya dengan takwa kita akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat.

Jama’ah Jumat yang dirahmati Allah,

Kita telah memasuki bulan Dzulqa’dah, salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam surah At-Taubah ayat 36:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu." (QS. At-Taubah: 36)

Baca Juga: Khutbah Jum’at: Meraih Malam Lailatul Qadar

Dzulqa’dah termasuk dalam empat bulan tersebut. Para ulama menjelaskan bahwa salah satu bentuk penghormatan terhadap bulan haram adalah dengan menghindari dosa, memperbanyak amal saleh, menjaga lisan, serta menjauhi permusuhan dan kezaliman.

Rasulullah SAW juga bersabda:

"إن الزمان قد استدار كهيئته يوم خلق الله السماوات والأرض، السنة اثنا عشر شهرا، منها أربعة حرم، ثلاث متواليات: ذو القعدة وذو الحجة والمحرم، ورجب مضر الذي بين جمادى وشعبان."

(HR. Bukhari dan Muslim)

“Zaman itu telah kembali seperti keadaannya saat Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun terdiri atas dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram: tiga berturut-turut yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, serta Rajab yang berada antara Jumadil Akhir dan Sya'ban.”

Jama’ah yang dimuliakan Allah,

Dalam konteks sejarah, bulan Dzulqa’dah adalah bulan damai. Dalam bulan ini tidak ada peperangan. Bahkan, Rasulullah SAW menunaikan umrah di bulan ini sebanyak tiga kali, menunjukkan bahwa bulan ini layak dijadikan momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Bagaimana cara kita memuliakan bulan Dzulqa’dah?

  1. Meningkatkan ibadah wajib dan sunnah, seperti salat lima waktu, salat malam, dan memperbanyak dzikir.

  2. Memperbanyak amal kebajikan dan sedekah, terutama kepada fakir miskin, anak yatim, dan mereka yang membutuhkan.

  3. Menahan diri dari maksiat dan perbuatan dosa, terutama yang menyangkut lisan seperti ghibah, fitnah, dan ujaran kebencian.

  4. Menjaga perdamaian dan persaudaraan antar sesama umat Islam, sesuai dengan ruh bulan haram.

Inilah saat yang tepat untuk mengevaluasi diri dan menguatkan tekad dalam perjalanan spiritual menuju Allah SWT.

أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Bulan Ramadhan: Menyambut Malam Nuzulul Qur'an

Khutbah Kedua

اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، سَيِّدُ الْبَشَرِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا كَثِيْرًا.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Kita hidup di zaman yang penuh ujian, di mana kemuliaan bulan-bulan haram sering kali dilupakan. Padahal, dalam bulan ini, sekecil apa pun amal baik akan mendapatkan pahala berlipat, dan sebesar apa pun dosa akan menjadi lebih berat perhitungannya.

Maka dari itu, mari kita jadikan bulan Dzulqa’dah sebagai sarana:

  • Untuk memperbaiki hubungan dengan sesama.

  • Untuk mendidik hati agar lebih lembut dan tawadhu.

  • Untuk menjadikan damai sebagai identitas umat Islam, bukan hanya slogan kosong.

Sebagai penutup khutbah ini, marilah kita berdoa kepada Allah SWT:

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَهْرِ ذِي الْقَعْدَةِ، وَاجْعَلْهُ شَهْرًا مُمْتَلِئًا بِالطَّاعَاتِ وَالرَّحْمَاتِ، وَاكْتُبْ لَنَا فِيهِ مَغْفِرَةً وَرِضْوَانًا وَنَجَاةً مِنَ النِّيرَانِ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يُعَظِّمُوْنَ شُعَائِرَكَ، وَمِنَ الَّذِينَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ.

اَللّٰهُمَّ انْصُرِ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَاجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ.

إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.